Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian

Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian
Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

Haloo guyss... Happy Reading!!!


Sebelum baca udah difavoritekan belum? Biar kalian gak ketinggalan info updatenyaa....


Terusss kalau kalian sayang, kasih VOTE dan LIKE yaa kalau kalian pengen komentar, silahkan isi kolom KOMENTAR juga...


Maaf ya Author sedikit bawel hehehe...


Oke, Silahkan nikmati dan semoga suka~


******


Di Restoran, para asisten chef sedang sibuk menggosipkan kejadian kemarin antara Kepala chef dan Risa. Faraz satu-satunya yang merasa tidak nyaman mereka membicarakan Kepala chef dan Risa langsung pergi meninggalkan perkumpulan gosip itu dan datang menghampiri Risa.


Faraz membawa Risa ke ruang ganti untuk bicara berdua. Ia ingin bertanya, apakah ada sesuatu diantara Risa dan Kepala chef, "Apa kau ...?" Tapi ia tidak melanjutkan kalimatnya. Entah kenapa tiba-tiba ia tidak jadi melanjutkannya dan memutuskan untuk tidak memikirkan masalah yang bukan urusannya. Dia hendak pergi tapi kemudian kembali lagi untuk memperingatkan Risa, "Jangan sampai terluka seperti orang bodoh," ucapnya. Tapi Risa sama sekali tidak mengerti maksud Faraz jadi dia hanya menanggapinya dengan mengangguk.


Saat briefing Kepala chef memberitahu para karyawannya bahwa Restoran ditutup untuk pelanggan tapi mereka tetap harus menyajikan makanan karena teman-teman sekolahnya akan datang.


Souchef heran karena biasanya Kepala chef tidak pernah pernah mengundang teman-teman sekolahnya. Sepertinya ia mau pamer karena dia menyiapkan kedatangan teman-temannya dengan membuat restorannya jadi tampak mewah. Menyuruh karyawannya untuk mengganti taplak meja dengan taplak meja yang mahal, menyuruh mereka mengganti seragam dengan yang baru, mengeluarkan semua piagam penghargaannya dan tiba-tiba saja mengganti menu khusus yang seharusnya jadi menu andalan Souchef dengan masakan lain yang terbuat dari bahan-bahan yang harganya sangat mahal.


Souchef lagi-lagi kecewa berat, masakan andalannya lagi-lagi gagal jadi menu khusus tapi dia juga tidak mampu melawan Kepala chef. Para asisten chef sangat bingung, ada apa dengan Kepala chef nya hari ini karena sikapnya benar-benar lain dari biasanya. Apakah teman-temannya itu orang penting?

__ADS_1


Jam setengah delapan malam, semua karyawan melakukan setiap hal yang diperintahkan saat brifieng tadi. Sementara Kepala chef mengecek segalanya dengan seksama lalu menunggu kedatangan teman-temannya dengan tegang.


Saat teman-temannya datang, dia langsung pasang senyum untuk menyambut kedatangan mereka. Saat mereka baru masuk, tiba-tiba mereka dikejutkan oleh para asistennya yang menyambut mereka dengan teriakan serentak ala tentara, mereka jadi canggung sendiri dengan sapaan para asisten.


Kepala chef senang melihat reaksi teman-temannya lalu bertingkah sok bossy, ia memerintahkan para asistennya untuk menyiapkan makanan seolah dia adalah raja. Semua teman-temannya langsung kagum dengan kehebatan Kepala chef. Ia memang sengaja pamer untuk membuktikan dirinya lebih baik dari teman-temannya itu. Dia bukan lagi orang yang dulunya mereka remehkan yang selalu mereka bully tiap pulang sekolah.


Saat mereka sudah mulai makan, Kepala chef masih saja meneruskan acara pamernya. Memberitahu mereka tentang banyaknya tawaran untuk membuka cabang tapi dia tidak mau karena dia hanya ingin menjadi chef bukan pebisnis.


Waktu reunian mereka berjalan dengan lancar. Setelah semua temannya pulang satu per satu dan saat Restoran akan ditutup datanglah seseorang yang membawa kejutan bagi semuanya.


Kedatangan seseorang itu juga mengejutkan Risa. Ia tidak menyangka akan bertemu orang itu di sini. Ia sudah berusaha menjauh karena orang itu tidak ingin melihatnya lagi. Dia sangat membenci Risa dan selalu mengutuknya. Risa tidak menduga kenapa orang itu datang ke Restoran tempatnya bekerja. Saat orang itu masuk, semuanya merasa senang dan menyambutnya dengan sumringah, kecuali Risa. Ia sangat ketakutan dan berubah pucat saat orang itu datang.


Orang itu langsung memeluk hangat Kepala chef dan menyebutnya dengan sebutan "Kak Rifki." Benar. Kepala chef itu bernama Rifki. Dia adalah sepupu dari orang itu. Mereka terpaut usia sekitar enam tahun. Orang itu sangat akrab dengan Kepala chef. Mereka lebih terlihat seperti saudara kandung ketimbang saudara sepupu.


"Tumben kamu datang?" tanya Kepala chef lembut padanya setelah orang itu melepas pelukannya. Terlihat dia sangat menyayangi orang itu. Lalu orang itu menjawab dia datang karena dia kebetulan lewat dan juga dia merindukan kakaknya.


Saat Kepala chef mengajaknya duduk, tak lama Souchef menghampiri mereka dengan membawakan makanan spesial. Tampak sangat jelas bahwa Souchef menyukai orang itu. Tapi Kepala chef tidak membiarkannya, ia langsung mengusir Souchef setelah ia menaruh makanan itu.


"Kak Rifki galak amat sih sama karyawan sendiri. Ga boleh gitu ahh," ujarnya menasehati Kepala chef. "Oh ya, aku dengar ada karyawan cewek. Tapi kenapa gak kelihatan?" lanjut orang itu mengetahui bahwa tak lama ini Kepala chef memang merekrut seorang perempuan sebagai karyawannya. Hal yang tak biasa ia lakukan.


"Aku penasaran sama orangnya, kenalin dong? Kok bisa kakak terima dia, bukannya kakak bilang gak nerima karyawan cewek?" ucap orang itu penasaran sambil menyendok pastanya. Dia penasaran orang seperti apa yang bisa meluluhkan kakaknya. Apa mungkin kakaknya menyukai orang itu. "Siapa tahu bisa jadi kakak iparku," imbuhnya melanjutkan.

__ADS_1


Kepala chef terdiam sejenak dan menatap adik sepupunya itu. "Kamu gak salah makan obat? Bukannya kamu gak mau aku menikah? Kamu bilang siapa yang bakal jaga kamu setelah Ari pergi?" ucap Kepala chef.


Benar. Orang itu adalah Mitha. Orang yang Risa hindari karena dia membenci keberadaan Risa. Jika Mitha mengetahuinya bekerja di sini maka hal itu buruk baginya. Mitha pasti takkan membiarkannya. Dia akan kehilangan satu-satunya tempat untuk bergantung.


Air mata Mitha mulai berlinang saat Kepala chef menyebut nama Ari. "Aku tidak apa-apa jika Kak Rifki menikah dengan orang yang baik. Bukan seperti wanita itu." Mitha menyebut Risa dengan wanita itu.


"Tha, bukankah sudah saatnya kamu memaafkannya. Setiap hari sangatlah berharga. Jauh lebih baik memaafkan dan mengalah lalu hidup bahagia. Mereka yang memaafkan akan bisa tidur dengan tenang. Orang yang memaafkan juga akan jadi mulia. Tidakkah kamu ingin menjadi orang yang mulia?" Kepala chef mencoba menasehati Mitha agar melupakan kebenciannya pada Risa. Apa yang terjadi bukan kesalahan Risa tapi itu adalah takdir. Ia menasehati Mitha dengan kata-kata yang pernah Risa ucapkan dulu padanya saat ia bertengkar dengan Souchef.


"Aku tidak akan memaafkan orang yang sudah membunuh kakakku. Jika aku melihatnya lagi aku yang akan membunuhnya. Dia tidak pantas hidup tenang setelah merenggut nyawa kak Ari." Mitha benar-benar dendam pada Risa. Terlihat jelas di matanya.


"Tapi dia adalah orang yang dicintai Ari, Tha dan yang merenggut nyawa seseorang itu Tuhan bukan manusia," ujar Kepala chef.


"Sudahlah. Jangan membahasnya. Kak Rifki merusak nafsu makanku dengan menyebut wanita pembawa sial itu." Mitha tidak mau mendengar tentang Risa.


"Aku rasa dia pasti perempuan yang baik. Sehingga Ari bisa sangat mencintainya. Aku jadi penasaran," gumam Kepala chef. Ia tidak tahu bahwa orang yang ingin dia lihat itu sebenarnya sudah berada di dekatnya selama ini.


"Jangan pernah bertemu dengannya. Jika tidak, Kak Rifki akan terkena kutukan sialnya. Aku sejak awal tidak pernah menyukainya. Kalau Kak Rifki masih menyebutnya, lebih baik aku pergi saja dari sini. Aku datang bukan untuk membicarakan wanita itu tapi aku datang untuk melihatmu dan menikmati makananmu dan aku juga penasaran dengan karyawan barumu itu. Ayo panggil dia dan kenalkan padaku." Mitha tidak tahu jika orang yang sangat ia benci sudah bertemu dengan Kepala chef. Bahkan Kepala chef sudah mulai tertarik padanya.


*****


Waktu Rani hanya tinggal beberapa bulan lagi sebelum akhirnya dia menuju keabadian atau berubah menjadi roh jahat. Dia berusaha meyakinkan sosok itu kalau dia pasti akan berhasil tapi bagaimana caranya jika dia tidak diberi petunjuk.

__ADS_1


Lalu tiba-tiba saja Rani teringat pada roh laki-laki yang waktu itu ia temui. Roh yang ia temui saat ke rumah Mitha. Roh yang punya nasib sama dengannya. Ia yakin, roh itu mengatakan ia mengenal Raka. Ia juga mengatakan bahwa ada perempuan yang pernah dekat dengan Raka. Rani berpikir Mitha tidak bisa menggantikan posisinya di hati Raka karena Raka tidak menginginkannya. Lalu ia terpikir pada perempuan yang disebut dekat oleh roh yang ia temui itu. Apakah perempuan itu bisa menolongnya untuk membuat Raka jatuh cinta dan menggantikan ia di hatinya?


Rani harus bergegas menemui roh itu. Dia harus bertemu dan bertanya siapa perempuan yang ia sebutkan saat itu. Jika ia tidak mendapatkannya, maka dia akan terjebak selamanya di dunia ini. Dia tidak mau berakhir menjadi roh jahat.


__ADS_2