Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian

Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian
Apa Artinya Cinta?


__ADS_3

Pertunjukkan demi pertunjukkan sudah ditampilkan. Sebentar lagi penampilan dari Raka. Sementara Rani terlihat sudah mulai bosan menunggu. "Tha ... Pulang aja lagi yuk, udah bosan nih ... Udah makin malam juga." ujar Rani sambil menguap.


"Bentar Ran, yang kita tunggu-tunggu belum tampil," ujar Mitha antusias menunggu penampilan dari Raka.


"Emang apa yang kita tunggu?" ujar Rani yang tak peduli.


"Untuk pertama kalinya, di hadapan kita semua, di panggung PAKANSI ini seorang yang kita kenal akan menampilkan suaranya yang merdu sekaligus ia ingin mengungkapkan isi hatinya ... Baiklah Kita sambut yang sudah dari tadi kita tunggu-tunggu ... RANDIKA ANGGARA." Ucap MC yang memandu acara menyebutkan nama lengkap Raka (RAndiKA).


"Nah itu Ran." Mata Mitha langsung tertuju ke atas panggung.


Raka memasuki panggung sambil membawa gitarnya. Panggung diatur sesuai keinginannya. Ia mempersiapkan gitarnya. Mulai memetik satu per satu senar gitar. Alunan melodi yang indah muai terdengar. Rani yang terlihat acuh mulai penasaran.


~Intro Gitar~


Suasana jadi serius. Semua mata tertuju pada Raka. Ia tampak serius memainkan gitarnya. Ia ikut terhanyut dalam melodi yang keluar dari senar gitarnya. Akhirnya satu persatu lirik terdengar berpadu dengan suaranya yang manis.


🎵🎵🎵🎶🎶🎶🎶


Tiba-tiba engkau ada


Kemudian engkau hadir


Laksana kerdil 'ku memalu


Lihat aku lebih dalam


Di matamu 'ku melihat


Ada cinta yang tersirat


Tirani hati merebah

__ADS_1


Barangkali aku salah


Kuterdiam bukan bisu


Kutahu engkau besar malu


Tutupi rasa gelisah


Biar saja waktu nanti


Yang menikmati kisah ini


Bersamamu aku senang


Belum jugakah kau menyadarinya


Akulah yang pantas untuk kau cintai


Diriku tanpamu, apa artinya cinta?


Cinta ini sudah menelan waktuku


Siang malam hanya untuk pikirkan engkau


Sejuta kali aku berani bersumpah


Diriku tanpamu, apa artinya cinta?


Biar saja waktu nanti


Yang menikmati kisah ini

__ADS_1


Bersamamu aku… Senangg... 🎶🎶*


Lirik lagu habis sampai di situ, tapi alunan gitar masih terdengar sayup-sayup.


"Lagu ini kupersembahkan untuk seorang yang paling spesial di hatiku. Tiga tahun lamanya perasaan ini tertambat. Tak pernah ku beritahu. Tapi kini Ku beranikan diri, tampil didepan orang banyak... Ini semua hanya untukmu... Untuk perempuan yang aku cintai, dari awal hingga akhir. Tahukah kamu apa artinya cinta? Cinta itu adalah kamu. Ku harap kau dapat menerimanya, ku harap perasaan ini sama dengan hatinya. Kau gadis cantik yang duduk diujung sana, ini untukmu. Tanpamu hidupku tak ada artinya. Tanpamu, apa artinya Cinta ❤️" Tak ada yang menyangka Raka akan mengucapkan itu. Matanya tertuju menatap Rani yang duduk di ujung kursi penonton.


Semua orang langsung bersorak iri, riuh terdengar. Namun orang-orang itu menganggap, ia lakukan untuk Mitha. Sebab Mitha tepat berada di sebelah Rani, di tempat yang disebut Raka. Serta semua orang juga tahu kalau Mitha adalah pacarnya Raka. Jadi itu pasti untuk Mitha bukan Rani.


Namun Rani dapat merasakan itu semua, Raka persembahkan itu untuknya. Sebab tatapan yang Raka perlihatkan saat ini, persis sama seperti tatapan Raka mengantarnya pulang dan menunggunya hingga masuk kedalam rumah kala itu.


Mata Rani tampak berkaca-kaca saat Raka mengungkapkan isi hatinya di depan semua orang. Siapa yang tidak terharu mendapatkan pengakuan cinta seperti itu. Hal itu adalah idaman setiap perempuan. Namun ia langsung segera menepisnya dan mengalihkan pandangannya ke Mitha. Benar, Mitha sudah salah paham karena itu.


Terlihat Mitha tampak berbunga-bunga. Tentu saja ia telah salah paham. Ia menanggapi Raka dengan memberikan tanda love dengan jari telunjuk dan ibu jarinya seperti yang sering dilakukan orang-orang Korea. ❤️


Rani menelan kekecewaan melihat ekspresi Mitha. Namun ia juga kasihan melihatnya. Andai sesungguhnya Mitha tahu, itu bukanlah untuknya.


"Tha, aku ke toilet dulu," ujar Rani menepuk pundak Mitha. Ia ingin menghindar dari situasi ini. Mitha mengangguk. Lalu ia segera turun dari kursi penonton.


Raka yang sudah turun dari panggung melihat Rani juga meninggalkan kursi penonton. Ia ingin menyusul Rani. Kemanakah Rani pergi?


"Sialan!" ujar Raka kesal atas kesalahpahaman yang terjadi. Ia ingin meluruskan kesalahpahaman Mitha dan orang-orang yang melihat. Pertunjukkan yang ia berikan itu untuk Rani bukan Mitha. Persembahan tadi spesial untuk Rani. Gadis cantik yang ia sebut tadi adalah Rani bukan Mitha. Ia menitipkan gitarnya pada panitia yang berada di balik panggung. Acara terus berlanjut. Raka memperhatikan sekitar. Berharap bisa menemukan Rani. Tentu waktu berpihak padanya. Ia segera berjumpa dengan Rani. Ia baru saja keluar dari toilet.


Rani ke toilet untuk membasuh wajahnya. Ia harus menyadarkan dirinya kembali menjadi Rani yang dingin, Rani yang kasar pada Raka. Ia tak boleh terlena dengan apa yang sudah Raka lakukan. Ia harus menyembunyikan perasaan ini selalu. Tak ada seorang pun yang boleh menyadari terutama Mitha dan Raka.


"Aku menemukanmu." Raka tiba-tiba muncul di hadapannya. "Minggir!" usir Rani.


Raka menghentikannya dengan meraih tangan Rani dan meletakkannya di dada sebelah kiri "Kamu rasakan ... Jantungku masih berdegup tiap kali di dekatmu." Kemudian Raka menurunkannya sedikit di dekat rongga perut sebelah kanan, di tempat hatinya berada "Di sini lah perasaan untukmu berasal."


Rani tak berkata sedikit pun. Matanya menutup tanpa ia perintahkan. Merasakan tiap detak jantung Raka yang berdegup kencang. Ia tak dapat berbuat apa-apa. Hal ini di luar kesadarannya. Inilah yang sebenarnya diinginkan hatinya. Menerima perasaan Raka.


Tiba-tiba Raka mendaratkan kecupan di kening Rani saat ia menutup mata menikmati perasaannya. Gejolak yang sudah tak mampu lagi ia tahan. Rani pun baru tersadar setelah Raka menciumnya, ia langsung membelalakkan matanya. Mendorong lemah tubuh Raka.

__ADS_1


"Maaf, aku tidak sadar." Raka langsung meminta maaf saat Rani mendorongnya. Rani menarik paksa tangannya yang masih dipegang Raka. Ia harus segera melepas kehangatan itu. Kemudian ia berlalu pergi meninggalkan Raka.


__ADS_2