Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian

Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian
Aku tidak bisa Melanjutkannya


__ADS_3

Haloo guyss... Happy Reading!!!


Sebelum baca udah difavoritekan belum? Biar kalian gak ketinggalan info updatenyaa....


Terusss kalau kalian sayang, kasih VOTE dan LIKE yaa kalau kalian pengen komentar, silahkan isi kolom KOMENTAR juga...


Maaf ya Author sedikit bawel hehehe...


Oke, Silahkan nikmati dan semoga suka~


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tak banyak lagi waktu yang tersisa. Kurang dari empat puluh hari Rani harus pergi. Semakin banyak ia menghabiskan waktu merasuki Risa akan semakin sulit baginya untuk melepaskan Raka. Sebelum semua menjadi sulit, ia harus segera memutuskan.


Rani kembali memasuki mimpi Raka dan ia berkata bahwasanya ia ingin membuat satu permintaan. Apakah Raka mau memenuhinya?


"Cintailah dia, cintailah gadis yang bersamamu saat ini. Cintailah dia sebanyak cintamu padaku. Aku tak ingin membuatmu sedih dan menderita. Temukan kembali kebahagiaanmu. Aku harus pergi."


Rani ketakutan jika ia berubah menjadi roh jahat. Ia memutuskan untuk keluar saja dari tubuh Risa dan berhenti memanfaatkannya. Dia tidak ingin semakin lama ia berada di tubuh Risa akan membuatnya semakin serakah dan melupakan kembali menuju keabadian.


Rani meminjam tubuh Risa saat ia tidur dan menulis surat untuknya.

__ADS_1


‘Risa, terimakasih untuk semuanya. Maafkan aku karena pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal padamu. Tapi, aku tidak bisa lagi tinggal di tubuhmu. Aku takut perasaanku akan terus berkembang dan aku ingin terus ada di sampingnya dan aku takut aku tidak bisa memenuhi janjiku padamu. Bahkan tanpaku, segalanya akan berhasil antara kau dan dia. Dengan tulus aku ingin kalian bahagia. Hal terakhir yang ingin kukatakan padamu adalah, kau harus melakukan yang terbaik untuk mencintai saat kau masih hidup. Tidak hanya pada orang lain, tapi dirimu juga.’


Risa terbangun dan melihat surat itu di samping bantalnya. Ia mencari-cari Rani kemanapun tapi tak menemukannya. Ia butuh penjelasan kenapa Rani tiba-tiba saja pergi. "Aku sudah menyukainya selama ini dan betapa sulitnya untuk mendapatkan hatinya? Kini dia sudah bersamaku. Aku hanya akan memikirkan diriku sendiri. Hanya kali ini. Aku akan menjaganya. Aku akan melakukan apapun untuk tetap memiliki hatinya." Meskipun Rani tak lagi merasukinya, Risa yakin ia bisa mendapatkan Raka kembali dan membuatnya berada di sisinya.


Saat ini waktunya Risa pemeriksaan kehamilannya. Biasanya Raka yang datang menemaninya tapi kali ini malah Kevin yang menjemputnya. Ia sudah sangat canggung dengan Kevin tapi bagaimana ia menolak jika Kevin bersikeras dan mengatakan bahwa Raka-lah yang menyuruhnya.


Sejak mimpi terakhirnya, Raka menjaga jarak sejenak dengan Risa. Ia masih terngiang dengan apa yang Rani ucapkan dalam mimpinya. Ia tidak bisa mencintai Risa. Bahkan diminta sekalipun ia rasanya tak sanggup melakukan itu. Memang benar, akhir-akhir ini dia menjadi dekat dan nyaman bersama Risa. Tapi tak ada perasaan sedikit pun di dalamnya bahkan apa yang ia rasakan bersama Risa malah terasa seperti dia sedang bersama Rani.


Raka menanyakan perasaan Risa terhadap Kevin. Tak Risa tak menggubrisnya, dia berkata bahwa dia tidak boleh tertekan dengan pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Lalu Risa menanyakan balik perasaan Raka. Risa ingin tahu apakah ia sudah berhasil masuk ke hatinya. Tapi jawaban Raka malah mengecewakannya, "Risa, aku rasa kamu sudah salah paham. Aku membantumu karena aku adalah temanmu. Jangan buat aku menjadi lebih dari itu, Sa. Aku minta maaf."


"Bahkan jika orang yang kau maksud ada di dalam tubuhku, apa kau tidak menyukainya?" tanya Risa.


Raka semakin kebingungan. Risa akhirnya berkata, ia sangat menyukai Raka. Ia ingin Raka selalu ada di sisinya, meski ia harus melakukan itu. Raka tidak tahu maksudnya, Ia lalu pergi meninggalkan Risa yang terus terisak sambil menyatakan perasaannya.


Saat itulah hujan turun sangat deras. Rani mengetahui bahwa Risa sudah memberitahu Raka segalanya. Tapi Raka selalu saja salah paham dan tak mengerti maksudnya. Sekali lagi Rani menampakkan dirinya di hadapan Raka dan memberitahunya. Dia harus pergi dan Raka harus menerima Risa di sisinya.


Raka menahan roh Rani yang ia lihat jelas. Ia tetap tak ingin Rani pergi. "Tapi aku orang yang sudah mati. Saat kematianku, aku menunda untuk pergi menuju keabadian dan memilih tinggal untuk mengatakan kalau aku mencintaimu, hanya untuk mengatakan itu. Aku hanya tidak ingin kau salah paham dengan perasaanku. Tapi ... sekarang tidak sama lagi. Hal-hal yang ingin ku katakan padamu sudah berubah. Aku mencintaimu sampai saat itu. Mulai sekarang, aku tidak akan mencintaimu karena aku tidak ingin meninggalkanmu dengan rasa sakit, aku ingin kau melupakanku dan berbahagia. Aku sudah menunggu untuk mengatakan ini." Rani menjelaskannya.


Raka menangis, "Tidak. Jangan katakan itu, Rani. Aku akan pergi denganmu."


"Kita tidak bisa bersama. Meskipun kau pergi dan memilih kematian agar bisa bersamaku, kita tetap saja terpisah karena memang seperti itulah kematian." Rani mengusap air mata yang membasahi pipi Raka.

__ADS_1


"Aku tidak bisa menahannya tanpa dirimu, ini terlalu berat bagiku. Aku bisa bertahan dengan kebencianmu tapi aku tidak bisa bertahan tanpa dirimu," ucap Raka.


"Kau harus menahannya untukku. Aku ingin kau bahagia di kehidupanmu. Tidak bisa denganku, kau harus bahagia bersamanya saat ini. Jika kau tidak bahagia, hatiku juga tidak akan tenang dan aku tidak akan bisa beristirahat dengan tenang. Aku dilahirkan sebagai gadis yang pemarah, egois, yang tidak bisa menerima cinta, yang tidak bisa mencintai dan hidup tidak bahagia. Aku harus pergi, Raka."


"Kau tahu betapa berharganya kau bagiku. Aku tidak meninggalkanmu. Bagiku, kau adalah orang paling penting. Orang yang luar biasa. Jadi, untuk orang lain, kau akan menjadi orang paling berharga. Berjanjilah padaku kalau kau akan bahagia demi aku. Biarkan aku pergi tanpa penyesalan. Raka, ingat! berbahagialah demi aku karena bertemu denganmu, aku merasa berterima kasih dan sangat bahagia. Aku menyesal, karena selalu menerima darimu dan tidak pernah membalasmu kembali." Rani ikut menangis.


Mereka menangis terisak-isak di bawah derasnya hujan. Raka menangis dan mencium Rani. Setelah merasakannya, Rani melepaskan Raka dan jalan mundur, lalu ia berbalik sambil menangis. Ia tidak berhenti menangis. Lalu ia berjalan semakin jauh dan menghilang.


******


Setelah berpikir semalaman, Risa memutuskan membereskan semua barangnya. Ia juga menuliskan surat untuk Raka. Bahkan hanya sekedar untuk mengasihani, Raka sepertinya tak tertarik padanya. Menjelang pagi, ia meninggalkan Rumah Baca dengan tasnya dan boneka kelinci yang pernah Raka berikan untuk calon bayinya. Meskipun ia tak tahu harus kemana melangkah tapi tidak seharusnya ia tetap tinggal di sini. Tidak ada alasan yang membuatnya harus bertahan di sini.


Raka diberitahu bahwa Risa telah pergi dari Rumah Baca. Ia juga langsung memberitahu Kevin. Sesampainya di Rumah Baca mereka membaca surat yang ditinggalkan Risa. Raka ikut sedih membaca isi suratnya. Bagaimana ia bisa mengabulkan keinginan Rani semalam jika kini orang yang dimaksud Rani juga telah pergi.


"Lu gak tahu, Ka! matanya selalu menatap lu. Gw tahu apa yang terjadi, tapi kalau lu membiarkannya pergi seperti ini gw bakal kecewa sama lu. Jangan buat kesalahan untuk kedua kalinya.” Kevin tahu ia melewati batas, tapi ia hanya ingin dua orang yang ia sayang bahagia. Meskipun ia harus mengorbankan perasaannya.


Tapi Raka masih terdiam. "Lu ingin tahu? Lu benar-benar gak tahu apa yang sedang gw bicarakan? Kenapa lu melakukan itu pada Risa? Kenapa lu menyakiti gadis lemah itu? Jangan biarkan dia pergi tanpa tahu yang sebenarnya."


Raka ingat kata-kata Rani padanya. "Kumpulkan keberanianmu dan hiduplah. Berbahagialah demi aku." Dia harus hidup bahagia dan melanjutkan hidupnya. Tapi, Risa pergi begitu saja tanpa mendapatkan balasannya. Ia merasa bersalah.


Selagi mereka kebingungan di mana Risa. Saat itu pula Mitha datang. Mitha bertanya di mana keberadaan Risa. Ia sudah memaafkan Risa dan menginginkan Risa tinggal bersamanya. Ia akan menerima Risa dan calon keponakannya seperti amanat Ari padanya. Kebencian tidak akan membuat bahagia.

__ADS_1


__ADS_2