
Mau tak mau Risa tidak bisa menolak permintaan Raka. Siapa Kevin? Kenapa Raka bersikeras untuk bertemu dengan orang itu? Risa seperti pernah mendengar nama itu? Tapi Risa tak begitu yakin pernah dengar dimana.
Kevin sudah sampai di Cafe Raka. Mereka akan bertemu di sini. Raka nanti akan menjemput Risa ke Rumah Baca dan membawa Risa kemari sebab Risa belum tahu dimana lokasi Cafe Raka berada.
Risa tak begitu memperhatikan tampilannya. Ia hanya mengenakan pakaian biasa, toh dia takkan bertemu siapa-siapa. Ia hanya ingin menghargai permintaan Raka.
Sesampainya di Cafe, Risa terkejut melihat pria yang sudah menunggunya. Ia teringat pria ini adalah pria yang mencegatnya tanpa malu di Supermarket beberapa waktu silam. Apakah dia dan Raka berteman? Risa melirik Raka kemudian mengikuti Raka dari belakang.
Kevin tampak sangat antusias setelah kedatangan Raka dan Risa, "Silahkan duduk." Kevin menarik kursi untuk Risa mempersilahkan Risa dengan sopan.
Raka tersenyum getir melihat Kevin. Selain melihat ketulusan Kevin pada Lia, ini untuk yang kedua kalinya ia lihat sahabatnya seperti ini, "Terimakasih," Risa duduk dan menjawab dengan canggung.
Raka berkata akan meninggalkan mereka berdua dan mempersiapkan makanan untuk mereka. Ia sengaja meninggalkan mereka karena ini saat pendekatan intens yang ingin dilakukan Kevin pada Risa. Ia harap Kevin bisa menghibur diri dan kembali bahagia setelah dicampakkan oleh Lia. Semoga Risa bisa mewujudkan itu.
"Bagaimana kabarmu? Ini pertemuan kita yang kedua, aku tidak sangka bisa bertemu lagi denganmu, aku merasa terhormat bisa bertemu kembali dengan perempuan cantik sepertimu." Kevin memulai pembicaraan untuk melepas kecanggungan.
"Kabarku baik," jawab Risa dengan datar tanpa membalas dengan pertanyaan lain. Ia kemudian meneguk air karena kerongkongannya terasa kering. Kondisi ini benar-benar tidak nyaman baginya.
__ADS_1
Raka kemudian datang menghampiri dengan membawa makanan. Kemudian Raka bertanya apakah mereka sudah saling berkenalan?
Melihat ekspresi mereka sepertinya belum. Raka kemudian berinisiatif memperkenalkan Kevin pada Risa. Kemudian Kevin berkata bahwasanya Kevin sudah menyebutkan namanya pada Risa saat mereka bertemu tempo hari di Supermarket. Namun saat itu ketika Risa ditanya namanya Risa tak menjawab. Mendengar penjelasan Kevin, Risa merasa kenapa Kevin seperti pengadu.
Ia tersenyum simpul dan berkata "Risa, namaku Risa." jawabnya supaya Raka tidak kecewa dan menyadari sikap dinginnya pada Kevin.
"Risa teman baikku saat SMA, dan Kevin teman baikku setelah SMA." ucap Raka saling memperkenalkan. Kemudian Ia kembali meninggalkan mereka berdua dan mempersilahkan mereka memakan apa yang ia bawa.
Suasana kembali canggung. Kevin bingung harus membicarakan apa lagi. Sikap Risa yang dingin membuat lidahnya kelu dan kehilangan akal. Mereka hanya saling menyendok makanan. Raka yang memperhatikan dari kejauhan dapat melihat suasana di sana benar-benar canggung. Mungkin karena mereka baru pendekatan. Raka hanya terus memperhatikan.
"Risa..." Kevin tiba-tiba menyebut nama Risa dengan sedikit tersendat. Dia tidak tahu harus memulai pendekatan darimana.
Risa terdiam sejenak. "Jika aku tidak nyaman, apakah kamu tetap akan mengajakku pergi?" bukannya menjawab iya, Risa malah balik melempar pertanyaan yang membuat Kevin memutar otaknya untuk menemukan jawaban yang tepat.
Kevin menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal. Bukan pertanyaan ini yang ia harapkan keluar dari mulut Risa. Ia harus jawab apa jika Risa tidak nyaman? Apakah saat ini ia juga tidak nyaman? Kevin benar-benar kebingungan.
Sebelum menjawab Risa, Kevin meneguk air ke kerongkongannya, "Aku tidak akan memaksa jika kamu tidak nyaman bersamaku," jawab Kevin dengan kecewa. Padahal ia sangat berharap bisa bertemu Risa lagi dan menjadi dekat dengan Risa.
__ADS_1
Risa juga meneguk airnya, "Maafkan aku, sepertinya kita tidak akan bertemu lagi." ucapnya dengan tegas
"Kenapa? Apa ada yang salah denganku? Jika iya aku minta maf sudah membuatmu tidak nyaman." dengan cepat Kevin membalas.
Risa menjawab tidak. Tidak ada yang salah dengan Kevin. Hanya saja ia bukan perempuan biasa seperti yang Kevin bayangkan. Ia tidak bisa menjadi yang Kevin harapkan. Ia mengatakan pada Kevin semua hal yang ada pada dirinya. Dia sedang hamil saat ini dan tidak punya waktu untuk dihabiskan dengan hal-hal seperti yang ada di angan Kevin. Kemudian ia berkata lebih baik Kevin tak usah mendekatinya, jika Kevin tetap melanjutkan itu hanya akan membuat Kevin kecewa dan berada dalam masalah karena sudah berhubungan dengan gadis tak jelas seperti dia.
Kevin tak masalah dengan keadaan Risa. Apa yang diucapkan Risa barusan ia sudah dengar dari Raka sebelumnya. Ia sudah bertekad dan memutuskan itu bukanlah masalah, "Aku tidak masalah dengan yang kamu sebutkan, aku hanya ingin mengenalmu lebih dekat," ujar Kevin,
Risa terdiam sejenak dan kemudian ia berdiri, "Tapi bagiku itu masalah," ucap Risa dan hendak beranjak pergi.
Kevin tak tahu lagi harus merespon apa. Pada dasarnya Risa-lah yang tak mau membiarkannya untuk dekat. Dari awal sikap Risa sudah dingin padanya. Ia tak bisa berbuat apa-apa dan hanya membiarkan Risa pergi.
Risa kemudian pergi dan berpamitan pada Raka. Ia mengatakan pada Raka, terimakasih atas makanannya. Kemudian langsung pergi sendirian. Kevin masih termenung dengan sikap Risa. Raka kemudian menghampiri Kevin bertanya apa yang terjadi? sebelum ia memutuskan untuk menyusul Risa atau menghampiri Kevin.
Kevin berkata pada Raka bahwa Risa tak ingin dia dekati. Kemudian Raka menghiburnya dengan mengatakan Kevin harus tetap semangat dan jangan putus asa. Bisa jadi sikap Risa seperti itu disebabkan ia masih trauma dengan apa yang menimpanya. Jika Kevin benar-benar serius dan tulus akan perasaannya ia harus perjuangkan, buat hati Risa luluh dan mau membuka kembali hatinya. Kemudian Raka juga berkata akan membantu Kevin.
Raka memberikan Kevin alamat Rumah Baca. Kevin bisa mengunjungi Risa kesana dan lakukan hal yang bisa membuat Risa senang dan terbuka padanya. Kemudian Jika Kevin tak keberatan dengan kondisi Risa, Raka juga memberikan jadwal periksa kehamilan Risa tiap bulannya pada Kevin. Mungkin Kevin bisa sekali-kali menemani Risa kerumah sakit.
__ADS_1
Bukannya Raka ingin mengingkari janjinya pada Ari untuk menjaga Risa. Tapi apabila ada seseorang yang menyukai Risa dengan tulus itu pasti akan lebih baik. Lagipula Raka masih memikirkan perkataan Mitha waktu itu, Bagaimana dengan Rani jika ia masih terus bersama dengan Risa? Mungkinkah Rani akan sedih? Makanya ia memimpikan hal itu.