Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian

Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian
Kemah Bakti


__ADS_3

Raka pergi setelah menemui Kevin. Ia hendak mencari Mitha. Ia sudah mengirim pesan singkat pada Mitha dan Mitha membalas dengan mengatakan, ia sedang ada kelas di lantai tiga jurusan sastra Inggris. Raka segera menuju tempat Mitha berada. Namun ia tak tahu di ruangan mana Mitha persis berada. Lalu ia memeriksa setiap ruangan perkuliahan dari balik jendela.


Saat mencari ruangan, ia malah menemukan Rani sedang duduk di pojok ruangan kelas. Sepertinya posisi itu merupakan posisi favoritnya. Rani tengah khidmat menyimak penjelasan dari Dosen. Raka memperhatikannya dengan seksama. Masih butuh beberapa menit lagi mereka baru akan keluar.


Akhirnya tak lama menunggu, kelas dibubarkan. Satu per satu mahasiswa yang berada di ruangan keluar. Mitha sedang bicara dengan Rani sebelum ia keluar menemui Raka. Entah apa yang mereka berdua bicarakan. Raka tak peduli dengan Mitha. Matanya masih saja fokus menatap Rani. Selesai bicara dengan Rani, Mitha menghampiri Raka dan menanyakan maksud Raka menemuinya. Namun Raka tak menggubrisnya, matanya masih tertuju ke arah Rani. Ia menghiraukan Mitha yang sudah ada di depan matanya.


"Kenapa kesini?" tanya Mitha. Raka belum memberikan jawaban. Dia masih terlihat melamun. Lalu Mitha melambaikan tangannya di wajah Raka dan membuyarkan pandangan Raka. "Kamu sudah selesai?" ujar Raka tak ingin Mitha curiga setelah kembali fokus pada Mitha.


"Iyaa ... Kamu datang kesini ngapain?" Mitha balik bertanya. "Tidak ada, aku hanya ingin menemuimu." Raka mencari-cari alasan. Sebenarnya dia ingin bertemu Rani bukan Mitha.


"Sekarang sudah bertemu, mau apa lagi?" tanya Mitha lagi. "Aku cuma mau memastikan kalau kamu gak sama siapa-siapa." Sambil nyengir Raka mengalihkan, seolah-olah ingin membuat hati Mitha melayang. Tak mungkin ia berkata yang sebenarnya tentang alasannya mencari Mitha.


Mitha tersenyum, "Ayo kita ke kantin, aku sangat lapar." Mitha mengaitkan tangannya pada siku Raka. Mengajak Raka untuk segera pergi. "Kamu tidak mengajak Rani?" Raka ingin Rani ikut serta. Lalu Mitha menoleh kearah Rani "Sepertinya Rani tidak mau ikut,"


"Tanya dulu." Raka sangat menginginkan Rani bergabung dan ia mendesak Mitha untuk membujuk Rani. Mitha pun kembali menghampiri Rani. "Ran, aku mau ke kantin. Kamu ikut gak, kebetulan juga ada Raka nih?" tanya Mitha.


Mendengar nama Raka disebut, sontak membuat Rani kaget. Ia menoleh ke arah pintu tepat Raka sedang berada. Lalu Raka melambaikan tangannya dan memberikan senyum menyapa. Dalam hatinya yang paling dalam ia ingin sekali ikut. Tapi dia tidak boleh merusak suasana. Ia harus kembali pada tujuannya, menjauhi Raka. Jangan sampai perasaaannya terlihat.


"Gak usah, Tha ... Aku gak lapar, kamu pergi saja bersama Raka." Rani menolak ajakan Mitha. Berat hati Raka pun pergi bersama Mitha.

__ADS_1


Lalu Raka melepaskan tangan Mitha dari sikunya "Malu dilihat orang." Mitha kecewa namun harus bagaimana? Ia hanya bisa mengikuti kemauan Raka.


"Aku dengar jurusanmu akan ngadain kemah?" tanya Raka memulai pembicaraan saat mereka sudah sampai di kantin. "Aku gak tau persis ... Emang kenapa?" Mitha balik bertanya.


"Jurusan lain boleh ikut gak?" Raka menyampaikan kemauannya untuk bergabung. Ia mengira pasti Rani juga ikut. Sehingga ia bisa memiliki kesempatan untuk mendekati Rani.


Setelah mendengar perkataan Kevin mengenai Rani yang kemungkinan ada perasaan padanya, membuat Raka semakin bersemangat untuk mendapatkan Rani. Walaupun kini ia bersama Mitha. Ia akan siap meninggalkannya begitu ia tahu perasaan Rani padanya. Jika itu memang benar.


"Kenapa? Kamu mau gabung?" tanya Mitha. Lalu Raka mengangguk.


******


Keesokan harinya. Mitha menemui Raka dan mengatakan bahwa ia sudah mendaftarkan Raka untuk bergabung dalam kegiatan kemah bakti mereka. Raka memastikan dan bertanya pada Mitha. Apakah Rani juga ikut bergabung, namun Mitha mengatakan tidak. Raka kecewa dan berpikir akan sia-sia jika hanya mereka berdua yang ikut.


Mitha sudah membujuk Rani. Namun niatnya untuk menjauh dari Raka sangat kuat sehingga tak bisa ditembus. Rani tetap saja menolak ajakan Mitha untuk pergi. "Ran, ayoklah ikut ... Bukannya ini kegiatan yang selalu kamu tunggu-tunggu tiap tahun?" Mitha memohon sambil memelas.


"Gak Tha ... Aku udah gak minat lagi." tolak Rani. "Lah ... Kalau kamu gak ikut, siapa teman aku?" ujar Mitha.


"Kan udah ada Raka, kalian bisa menghabiskan waktu berduaan di sana tanpa aku. Pasti lebih menyenangkan," ucap Rani. "Terus kalau kamu gak ikut, kamu bakal ngapain? Gabut sendirian, mending kamu ikut bareng kami. Aku janji gak bakal jadiin kamu obat nyamuk deh, kalau itu alasan kamu gak mau pergi." Mitha semakin memelas dan memohon. Rani tetap saja menolak. Memang susah meyakinkan dan membujuk Rani. Ia lebih keras kepala dari keliatannya. Mitha menyerah dan segera menemui Raka. Melaporkan bahwa sangat sulit mengajak Rani.

__ADS_1


Lalu Raka punya ide. Sepulang dari kuliah. Ia harus menyempatkan diri untuk berkunjung ke Rumah Baca tanpa sepengetahuan dan seizin Rani. Sesampainya di Rumah Baca, Raka langsung bergaul dan bermain dengan anak-anak di sana. Mereka sudah saling dekat. Sehingga setibanya Rani di sana ia tidak bisa menghalangi dan menghentikan Raka. Anak-anak akan kebingungan jika Rani melarang Raka bergaul bersama mereka dan anak-anak akan sedih jika Rani mengganggu mereka. Akhirnya Rani hanya bisa menunggu dan memperhatikan dari kejauhan.


Lelah bermain dengan anak-anak, akhirnya Raka menghampiri Rani. "Kenapa kamu tidak ingin bergabung dalam kemah bakti yang diadakan jurusanmu?" suara itu terdengar dari balik punggung Rani. "Apa karena aku, kamu merasa terganggu?" lanjutnya.


Rani menoleh dan memeriksa siapa yang bicara. Setelah melihat Raka, ia membuang muka. Menyembunyikan kecanggungannya. "Kenapa kamu masih datang kesini? Bukankah aku sudah memintamu untuk menjauhiku," ujar Rani.


Raka memutuskan untuk duduk di sebelah Rani, "Kamu meminta agar aku menjauhimu dan itu tidak termasuk aku harus menjauhi mereka," jawab Raka menunjuk pada anak-anak di sana. "Jika kamu membenciku, jika kamu ingin aku menjauh, bukan begini caranya. Cukup aku saja, jangan libatkan orang lain," lanjut Raka.


"Apa kamu puas sudah ikut campur dalam hidupku?" ketus Rani. Raka malah tertawa. Apa penyebabnya Raka tertawa? Rani sangat kesal mendengarnya. Ia beranjak pergi dari tempat duduknya.


"Aku akan terus ikut campur sampai akhirnya kamu juga tertarik padaku." Raka dengan berani mengucapkannya.  Perkataan Kevin bahwa Rani terlihat menyukainya telah memberikannya kekuatan sehingga ia berani berkata demikian.


Rani yang sudah mulai melangkah, akhirnya terhenti mendengarkan perkataan yang tiba-tiba saja mengalir dari mulut Raka. Ada desiran aneh di hatinya, banyak kupu-kupu berterbangan terasa dalam perutnya. Berat langkahnya untuk berjalan berikutnya. Ia ingin mendengarkan lanjutan dari kalimat Raka. "Kamu sengaja menjauh, menghindariku karena kamu juga mulai menyukaiku. Kamu ingin menyembunyikan itu, kan?" Raka melanjutkan kalimatnya. Rani tak bisa lagi berkata-kata. Langkahnya semakin tersendat. Raka mengetahui yang ia coba lakukan. Apakah terlalu jelas bagi Raka melihatnya berusaha menjauh?


"Aku tidak menyukaimu, jangan terlalu besar kepala dan kau pun sudah tahu, aku sangat terganggu denganmu. Tidak bisakah kau tidak muncul di hadapanku?" Terpaksa Rani mengucapkannya dan menoleh pada Raka.


Lalu Raka berdiri dan menghampiri Rani. "Buktikan ucapanmu jika memang begitu ... Kamu tidak ingin bergabung pada perkemahan itu karena aku dan kamu sebenarnya menyukaiku. Kamu sengaja menghindariku, kan?" Raka menantang Rani.


"Aku akan pergi ke perkemahan itu dan kamu bisa lihat kalau aku tidak pernah sedikit pun menyukaimu ... Apa kamu akan puas?" Rani menyangkalnya sambil mendorong lemah Raka agar tidak terlalu mendekat. Hati Rani begitu sesak. Tak seharusnya kalimat itu mengalir begitu saja. Lalu ia pergi meninggalkan Raka. Ketika Rani berlalu pergi, Raka bersorak senang. Ia berhasil memancingnya untuk mengikuti perkemahan tersebut.

__ADS_1


****


Silahkan berikan cinta kalian dengan LIKE, VOTE, KOMENTAR, FAVORITE dan RATE... 💙💙


__ADS_2