Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian

Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian
Apa Maksudnya dengan Salah Paham?


__ADS_3

Haloo guyss... Happy Reading!!!


Sebelum baca udah difavoritekan belum? Biar kalian gak ketinggalan info updatenyaa....


Terusss kalau kalian sayang, kasih VOTE dan LIKE yaa kalau kalian pengen komentar, silahkan isi kolom KOMENTAR juga...


Maaf ya Author sedikit bawel hehehe...


Oke, Silahkan nikmati dan semoga suka~


******


Risa sudah tiba di Restoran. Akhir-akhir ini dia memang selalu datang lebih cepat. Tidak hanya bekerja, Risa juga ingin berlatih memasak di sini supaya keberadaannya bisa mendukung yang lain bukannya mengganggu yang lain. Ia harus bisa bekerja gesit untuk mengimbangi yang lainnya. Meskipun dia satu-satunya perempuan yang sedang hamil di dapur ini. Hal itu takkan menjadi halangan baginya. Kehamilannya harus tetap ia sembunyikan supaya ia bisa bertahan lama di sini karena hanya ini satu-satunya tempatnya bergantung hidup.


Hal pertama dan mendasar yang harus Risa latih adalah cara menggunakan pisau. Ia mencoba mempersiapkan dan memotong berbagai jenis sayuran yang nantinya bisa digunakan untuk menu khusus hari ini.


Namun saat Risa sedang berlatih, Kepala chef tiba-tiba saja datang. Kepala chef memang tinggal di Restoran. Kamarnya ada di lantai atas Restoran. Ia sudah memperhatikan Risa sejak tadi. Ia lalu mendekati dan bertanya apa yang Risa lakukan.


Risa tiba-tiba saja gugup saat Kepala chef mendatanginya. Ia takut akan dimarahi tapi saat Kepala chef mendekat, ia hanya menegur Risa karena memegang pisau dengan salah. Lalu ia mengajarinya cara memegang pisau yang benar dan memotong bahan masakan dengan arah yang benar. Ia mengajari cara memotong sayuran tergantung jenisnya karena setiap sayuran dan bahan-bahan dapur memiliki cara tersendiri untuk menyiapkannya. Ia mengajari Risa caranya memotong terong dengan ukuran yang sama, mengiris bawang dengan benar dan lainnya.


Risa cepat tanggap dengan semua ajaran Kepala chef. Ia memang pintar dan Kepala chef pun kagum dengan kepintarannya. Walaupun awalnya menyenangkan, tapi Risa malah terus dipaksa memotong sayuran-sayuran sampai lelah. Awalnya Risa hanya ingin berlatih tapi ia malah seperti disiksa dengan mengerjakan semua hal.

__ADS_1


Dikarenakan terlalu melelahkan Risa tak sengaja mengiris jarinya dan berteriak kesakitan. Kepala chef langsung mendekat dengan cemas dan ia langsung memasukkan jari Risa ke mulutnya supaya darah yang mengalir cepat berhenti. Risa yang terkejut Kepala chef melakukan itu tiba-tiba langsung mematung.


Tiga detik kemudian Risa menarik jarinya dan menyembunyikannya di balik punggungnya. Kepala chef menjadi kikuk dan ia pun memutuskan untuk pergi dan menyuruh Risa memplester jarinya yang terluka. Sesi latihan memotong sayuran pun usai.


Karyawan yang lain pun sudah mulai berdatangan dan masuk dapur. Mereka pun langsung terheran-heran melihat banyaknya sayuran yang sudah dipotong-potong. Kepala chef yang berada di sana memberitahu mereka bahwa dialah yang memotong semua sayuran.


Saat Kepala chef bertanya hari ini menu khusunya apa? Souchef dengan bangga memberitahu tentang masakan yang dibuatnya dan masakan itulah yang akan menjadi menu khusus hari ini. Tapi setelah Souchef menjelaskan menu itu, Kepala chef malah dengan santainya mengganti menu yang disebutkan dengan menu khusus lain yang akan dibuat dari semua sayuran yang sudah dipotong-potong itu.


Souchef tentu saja langsung kecewa, ia memprotes Kepala chef yang tadi mananyainya tapi tidak menggunakan menunya sebagai menu khusus. Kepala chef tetap bersikeras ia mengatakan mereka harus mendahulukan sayuran yang sudah dipotong-potong, sementara menu yang disebut Souchef tadi bisa mereka gunakan untuk besok.


Setelah selesai briefing. Mereka pun bersiap di posisi masing-masing. Kepala chef menyusul Risa yang berada di belakang. Risa sedikit kecewa karena tadinya Kepala chef menyebutkan bahwa dia yang memotong sayuran bukannya Risa. Sudah jarinya teriris, hasil usahanya pun tidak dihargai.


"Kenapa Chef berbohong dengan mengatakan kalau chef yang memotong sayuran-sayuran itu? Padahal kan aku yang melakukannya." Risa menjawab pertanyaannya.


Kepala chef berkata bahwa dia melakukan itu karena Souchef pasti akan marah pada Risa kalau dia sampai tahu menu khusunya disingkirkan gara-gara Risa. Dia juga memperingatkan untuk tidak memberitahu siapapun kalau dia mengajarinya karena orang-orang bisa saja salah paham. Risa hanya diam dan tak menggubrisnya. Ia bingung dengan Kepala chef, "Apa maksudnya dengan salah paham?" ujar Risa di dalam hatinya.


Restoran pun dibuka setelah mereka selesai melakukan persiapan. Setiap waktunya selalu banyak pelanggan yang berdatangan.


Setelah restoran tutup, para karyawan akhirnya bisa makan malam bersama. Souchef masih kesal karena masakan hari ini sayuran semua dan terus menerus mengkritiki menu hari ini yang semuanya sayuran, bahkan menurutnya mie sayuran pedas yang sekarang sedang mereka makan lebih terasa sayurannya daripada mienya.


Risa tidak setuju dengan kritikan Souchef karena makanan itu yang paling populer dan mendapat respon baik oleh pelanggan yang tadi berdatangan. Semua orang mulai menggosipkan kehebatan dan keprofesionalan Kepala chef. Tapi Souchef yang selalu iri langsung menyela mereka dan mengingatkan bahwa dia jauh lebih profesional karena dialah yang selalu mendampingi Kepala chef, dialah yang selalu mencicipi masakannya dan semua masakan yang dia setujui pasti akan langsung masuk daftar menu.

__ADS_1


"Tidak, makanan yang paling populer adalah makanan-makanan yang tidak kau sukai," ujar Faraz menyanggah pernyataan Souchef.


Mendengar pernyataan Faraz, Souchef langsung emosi tapi Risa bergerak cepat menenangkan emosinya dengan memuji-muji kehebatannya. Lalu saat itu juga datang Kepala chef. Ia memanggil Risa dan mengajaknya pergi.


Setelah mereka pergi, kini gantian para karyawan yang tertinggal menggosipi mereka. "Kalian merasa ada yang aneh tidak dengan mereka?" Souchef yang memulai gosip.


"Kepala chef tampak berbeda, pandangan matanya pada Risa seperti pandangan mata penuh cinta." Faraz diam saja tapi dia tampak memikirkan gosip mereka dengan seksama.


Kepala chef mengajak Risa ke pasar ikan untuk mengajari dan memberitahunya bahwa seorang chef harus memiliki mata yang tajam dalam memilih bahan makanan, memiliki mata tajam sama sekali tidak mudah karena dia harus menyentuh dan merasakan bahan-bahan makanan yang dipilihnya.


Saat mereka tiba di lapak langganannya, Kepala chef langsung menyapa ramah penjualnya. Mereka terlihat sudah saling mengenal dan sangat dekat. Risa yang mengikuti dan saat ini berada di sebelah Kepala chef kaget dan kagum melihat keakraban mereka berdua. Risa memuji Kepala chef bahwa ternyata dia adalah orang yang berbeda jika berada di luar dapur. Dia sangat ramah pada orang lain.


Selesai dari tempat itu, mereka melanjutkan ke tempat berikutnya tapi tiba-tiba saja ada seorang kakek-kakek yang tidak sengaja menabrak Risa. Ia tidak sengaja menumpahkan air es yang dibawanya dan membasahi sepatu Risa. Kepala chef memperhatikannya dan menyuruh Risa duduk dan menunggunya. Ia berkata pergi sebentar.


Setelah kembali, Kepala chef datang membawakan sepasang sepatu boot yang dia pinjam dari pemilik toko sebelumnya untuk mengganti sepatu Risa yang basah. Ia langsung berlutut untuk memakaikan sepatu itu. Risa tercengang saat Kepala chef melakukan itu. Ia sudah meolaknya tapi Kepala chef tetap saja memaksa dan menyuruhnya menurut saja.


Lalu tiba-tiba perut Risa berbunyi, ia dibawa pergi saat belum menyelesaikan makan malamnya tadi. Kepala chef merasa tidak enak dan membawanya pergi makan. Saat mereka memasuki rumah makan. Kepala chef tidak sengaja bertemu temannya. Dia adalah teman sekelas SMP-nya dahulu. Kepala chef tampak tidak senang bertemu dengan teman lamanya itu tapi karena temannya menyapa duluan, dia pura-pura tersenyum dan membalas menyapanya akrab.


Temannya itu berkata bahwa minggu ini akan ada reuni teman sekelas dan dia mengundang Kepala chef untuk ikut serta. Kepala chef tidak mungkin menolaknya karena Risa sedang memperhatikan mereka. Ia lalu berinisiatif untuk mengundang dan mentraktir mereka makan di restorannya, dia bahkan memastikan agar temannya itu mengajak semua teman sekelas mereka.


Pria itu tentu saja langsung menerima undangannya dengan senang hati. Risa diam saja tapi dia memperhatikan keanehan ekspresi yang dipancarkan Kepala chef. Dalam perjalanan pulang, Risa mengatakan kalau dia bisa melihat Kepala chef tidak begitu senang bertemu dengan teman lamanya. Tapi Kepala chef hanya diam tidak mau memberikan jawaban.

__ADS_1


__ADS_2