Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian

Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian
Ketahuan!


__ADS_3

Sore itu langit mendung tapi belum tentu hujan. Dekat pun belum tentu jadian (garing yah).


Raka selalu di sana, di posisi yang sama dan pada waktu yang sama. Menunggu bus di halte seperti biasanya. Sekalian berharap bertemu Rani. Tapi yang ia tunggu tak kunjung datang, padahal sudah dua bus yang ia lewatkan. Hingga saat Kevin datang menawarkan tumpangan. "Yuk bareng gw aja, Bro," ajak Kevin yang bersama moge (motor gede)nya. "Ga usah ... gw lagi nunggu dia." Raka menolak tumpangan Kevin, "Yasudah." Kevin menutup kembali kaca helmnya dan melaju ke arah jalanan meninggalkan Raka.


Raka menunggu dengan gelisah sambil menghentak-hentakkan kakinya ke tanah. "Apa dia tidak muncul hari ini?" batin Raka. Ia melihat arlojinya, pukul 03.29 pm terlihat di sana. Ia menoleh ke arah Rani biasa muncul. Sontak dia terpana, sosok yang ia nantikan akhirnya terlihat dari kejauhan. Rambutnya yang terurai, tertiup lembut oleh angin yang mengacak-acak poninya. Blouse biru muda dengan jeans putih yang membalut tubuh rampingnya sangat padu-padan. Ditambah dengan syal motif polkadot yang dibiarkan menggantung di leher, membuatnya makin terlihat manis meski dari kejauhan.


"Dia datang." Raka berusaha menyembunyikan kebahagiaannya.


"Hai—" Raka melambaikan tangannya. Seperti biasa, Rani hanya acuh dan kembali mengeluarkan earphonenya. Raka tahu, itu ia lakukan agar Raka tak mengajaknya bicara seperti orang yang sudah dekat. Padahal mereka sulit untuk dekat.


Raka melihat kembali arlojinya, sudah pukul 03.30 pm. Benar sekali, bus yang dinaiki Rani akan segera datang dan berhenti, lalu Rani akan langsung saja menaikinya tanpa basa-basi.


Raka tetap tinggal dan membiarkan Rani pergi saat busnya datang. Rani merasa ada yang aneh, tumben Raka tidak berlagak seperti biasanya. Namun bukan Raka namanya, jika rasa penasarannya tak tuntas dibayarkan. Bus lain juga berhenti di hadapannya, tapi itu bukan bus yang menuju ke rumahnya. Itu adalah bus dengan rute yang sama dinaiki oleh Rani sebelumnya. Ia hendak mengikuti Rani. Ia yakin Rani pasti menuju Rumah Baca kemarin. Lalu tiga puluh menit di perjalanan, bus yang dinaiki berhenti pada halte di dekat Rumah Baca itu berada.

__ADS_1


Raka berhati-hati dengan bersembunyi di balik pohon di tepi jalan. Hal tersebut ia lakukan agar Rani tak menyadari kalau ia sedang mengikuti. Sosok Rani yang berbeda saat di kampus terlihat dari kejauhan. Raka mengagumi senyum yang diberikannya pada anak-anak itu. Muncul perasaan iri di batin Raka karena Rani tak pernah memberikan senyum seperti itu padanya. "Beruntung sekali mereka bisa melihat senyum Rani setiap hari," batin Raka.


Ia semakin penasaran dan mulai semakin mendekat. Apa saja kegiatan mereka di rumah kecil itu, membuatnya semakin penasaran. Ia pindah ke balik pohon yang lebih dekat dengan rumah itu untuk memeriksa. Terlihat dan terdengar olehnya, anak-anak itu masih menagih buku cerita yang mereka minta Rani bawakan pada waktu sebelumnya.


"Kak Rani mana bukunya?" ujar salah satu anak mewakili. Rani pun mengeluarkan buku cerita dari dalam totebagnya, "Ini ...." Rani menyerahkannya sambil tersenyum lebar hingga terlihat kedua lesung pipinya.


Tapi anak itu menolak, "Kami sudah punya buku ini dan sudah tiga kali membacanya." Anak-anak itu masih kelihatan kecewa. Buku yang dibawa Rani berbeda dengan permintaan mereka melainkan buku itu sudah pernah mereka baca sebelumnya.


"Jadi udah gak mau jadi sahabat PingPing lagi?" Rani mencubit pipi bakpao anak itu saat melihat judul buku cerita itu adalah Sahabat Pinguin. Buku yang menceritakan tentang petualangan pinguin kecil bernama PingPing di sebuah gunung es.


Raka yang sedang bersembunyi di balik pohon tentu juga mendengar dengan sangat baik permintaan anak-anak tersebut. Terniat dalam hatinya, ia akan datang lagi dan membawa buku itu. Kakak Raka adalah seorang guru SD, pasti dia punya buku itu. Raka pun rasanya pernah mendengar cerita tentang Putri Duyung. Sehingga dia bisa menceritakan ceritanya pada mereka. Sekalian jika dia bisa dekat dengan anak-anak itu, maka mungkin saja Rani mau memberinya kesempatan.


Namun Raka tak menyadari bahwa pohon tempatnya bersembunyi saat ini dihuni oleh ratusan semut Rangrang dan Raka langsung digigit oleh beberapa semut, sebab Raka sudah mengganggu habitat mereka dengan nemplok seperti cicak di balik pohon.

__ADS_1


Sontak Raka kesakitan dan keluar dari balik pohon, menepuk-nepuk punggungnya dan mengusap rambutnya yang sudah dikerubungi semut Rangrang. Saat sedang kerepotan mengurus dirinya dengan semut-semut itu. Raka tanpa sadar melupakan tujuannya bersembunyi. Tentu saja dia ketahuan saat keluar dari balik pohon.


"Kak itu siapa?" tanya anak itu pada Rani sambil menunjuk ke arah Raka.


Raka yang sibuk mengurus badannya yang dikerubungi semut Rangrang tak punya waktu untuk kabur. Akhirnya ia nekat untuk mendekat. Apa pun yang terjadi nanti, dia pasrah. Dalam benaknya hanya terpikir, takkan mungkin Rani memarahinya di depan anak-anak yang polos itu. Setidaknya ia aman saat ini.


"Hai adik-adik—" Raka melambaikan tangannya untuk menyapa. Melihat sosok yang asing dan baru, anak-anak itu langsung mendekat ke arah Raka dan menyalaminya. Seperti itulah yang sudah mereka pelajari, bahwa kepada yang lebih tua harus sopan dan menghargai. "Mas siapa?" ujar salah satu anak penasaran, kenapa Raka tiba-tiba muncul dari balik pohon?


Lalu Raka berjongkok menyeimbangkan tinggi badan anak yang bertanya, "Mas Raka temannya kak Rani," jawab Raka dengan lembut. Anak-anak itu menoleh ke arah Rani dan Rani terpaksa tersenyum dan mengangguk mengiyakan ucapan Raka. "Jadi nama mas adalah Raka?" ujar salah satu yang lain.


"Sama dong kayak—" belum selesai anak itu bicara, Rani menghentikannya dengan sengaja. "Adik-adik, yuk ajak mas Raka ke dalam buat lihat-lihat seperti apa rumah kita." Rani memotong dan seperti menyembunyikan sesuatu. Tapi Raka tak menyadari perubahan sikap Rani. Anak-anak yang mendengar perintah dari Rani langsung menariknya ke dalam.


****

__ADS_1


Berikan cinta kalian dengan rate, like, komen, vote dan favorite. Terimakasih.


__ADS_2