
Kebohongan yang dilakukan perempuan dan laki-laki itu berbeda. Laki-laki berbohong untuk dirinya sedangkan perempuan berbohong untuk orang lain~
Menurutnya Rani bisa memasuki mimpi Raka dan juga bisa memasuki tubuh orang lain. Hanya saja Rani kini sedang bingung yang mana yang lebih efektif. Waktunya untuk itu juga tidak banyak. Dia hanya bisa melakukannya saat tengah malam sampai pukul 03.30 subuh.
"Kau sudah siap?" tanya sosok itu. Dia masih berada di dekat Rani.
"Apa aku harus temui Mitha sekarang? Apa tidak masalah jika aku meminta bantuan darinya? Apa dia masih ada perasaan dengan Raka?" Rani masih terlihat bingung untuk melancarkan rencananya.
"Kenapa kau berbohong pada Raka? Kenapa kau bilang padanya kau tidak mencintainya padahal sebenarnya kau mencintainya? Kenapa kau memintanya menjauh sedangkan sebenarnya kau menikmati kehangatan yang ia berikan? Kenapa kalian memainkan kisah yang begitu rumit? Padahal itu bisa saja berakhir indah dan tidak menyedihkan seperti sekarang ini" Sosok itu banyak bertanya dan itu membuat Rani semakin sulit untuk memutuskan.
"Kenapa kau ingin tahu sekali? Bukankah tadi kau bilang kalau kau tidak mencampuri urusan manusia. Bukankah itu juga termasuk kau tidak perlu tahu?" Rani menjawab dengan kesal.
"Tidak mau beritahu juga tidak apa-apa. Aku heran saja kenapa manusia itu rumit sekali." jawab sosok itu.
"Saat itu, aku ragu dengan perasaanku. Apa benar aku mencintainya sementara di hatiku masih ada orang lain. Aku juga tahu bahwa Mitha menyukainya. Bukankah lebih baik jika aku berkorban demi persahabatan kami?" Rani langsung saja memberikan jawaban.
__ADS_1
Tubuh Rani masih berada di Rumah Sakit. Saat itu juga Ayahnya datang. Ayahnya menangis melihat putrinya terbujur kaku. "Selama ini dia tidak pernah mengkhawatirkan putrinya, sekarang dia datang. Aku harap dia benar-benar menyesal." Roh Rani berbicara melihat Ayahnya yang datang. Disana juga tampak ibu tirinya. "Aku tidak suka perempuan itu, kelihatan baik tapi sebenarnya busuk." Rani memang tidak pernah menyukai Ayahnya yang menikah lagi setelah Bundanya meninggal. Sejak ayahnya menikah lagi, Rani seperti telah dibuang oleh ayahnya. Ibu tirinya selalu saja mengadu dombanya dengan ayahnya. Ia diperlakukan seperti cerita Ratapan Anak Tiri.
~Ibu Tiri hanya cinta kepada Ayahku saja. Selagi Ayah di sampingku, ku dipuja dan dimanja. Tapi bila Ayah pergi, ku disiksa dan dicaci bagai anak tak berarti. Tiada menghirauku lagi~ (Kita nyanyi dulunya :') maaf kalo author salah lirik)~
Oleh karena itulah, Rani memutuskan untuk pergi dari rumah baru ayahnya dan tinggal sendirian di rumah lamanya. Raka masih berada disana. Raka bertemu dengan Ayah Rani dan menyapanya dengan hormat. "Kamu siapa?" tanya sang ayah. "Saya teman kuliah Rani, Om." Jawab Raka dengan sopan.
Roh Rani nyeletuk, "Harusnya kamu bilang kamu adalah pacar dari putri dia. Aku ingin tahu bagaimana reaksinya. Apa ayahku akan peduli?" Raka menyalami ayah Rani, "Terimakasih kamu sudah menemani Rani. Saya banyak bersalah padanya. Sebagai Ayah saya tidak bisa melindunginya. Bahkan sampai di akhir hidupnya saya tidak berperan baik sebagai ayahnya." Terdengar penyesalan dari kalimat yang diucapkan sang ayah.
"Sudahlah dia sudah mati. Buat apa menangisi orang yang sudah mati." Ibu tiri Rani yang ada didekat ayahnya nyeletuk. Ayah Rani maupun Raka hanya terdiam. Raka terlihat tidak suka dengan apa yang dikatakan ibu tiri itu. Bagaimana bisa semudah itu melupakan orang yang kita cintai. Sementara ayah Rani tampak tak berdaya. "Jika kau tidak suka berada disini, kau bisa pulang. Aku masih ingin bersama dengan putriku." Ayah Rani mengusir Ibu tiri yang licik itu.
"Dasar penyihir" umpat roh Rani yang menyaksikan. Ibu tirinya pun melangkahkan kaki keluar ruangan. "Maafkan perkataan istri saya tadi. Anggap saja kamu tidak pernah mendengarnya." ujar Ayah Rani kepada Raka.
Roh Rani bergulir air mata saat mendengar ayahnya mengucapkan kalimat tersebut. Ia merasa bersalah karena sudah membenci ayahnya. Sebagai putrinya, dia terlalu egois. Harusnya ia bisa membiarkan ayahnya bahagia dengan mendukung keputusannya. Rohnya bersandar pada Ayahnya, "Ayah, Putri ayah ada disini. Jangan menangis, maafkan putri Ayah, Rani juga sangat mencintai Ayah."
Kepergian Rani memukul setiap orang yang menyayanginya. Roh Rani menunggu Mitha datang. Sebagai sahabat, Mitha pasti akan datang melihatnya untuk terakhir kalinya. Namun yang ditunggu tak kunjung datang. Saat tubuh Rani dibawa pergi meninggalkan Rumah Sakit. Roh Rani masih terus mengikuti. Saat itu pula dia berpapasan dengan Mitha di Rumah Sakit. Mitha di Rumah Sakit bukan untuk menemuinya. Mitha juga terlihat sangat sedih dan terpukul. Roh Rani mencoba untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan Mitha. Di dalam ruangan itu tampak seseorang yang juga sedang terbujur kaku. Lalu di samping tubuh itu juga tampak Rohnya. Dia sedang menatap sedih tubuhnya dan perempuan yang ada di sampingnya.
__ADS_1
"Pergi kau perempuan j*l*ng! Kau pembunuh. Kau tak boleh berada disini. Kau lihat kakakku tak mendengarkanku. Dia tak mau membuka matanya. Pergi kau! Jangan lagi pernah muncul di hadapan kami. Kau pembunuh!" Mitha berteriak. Ia sangat marah dengan perempuan yang berada bersamanya. Sementara perempuan itu masih saja menangis.
"Kau tidak dengar? Aku bilang pergi!" Mitha naik pitam dan menarik perempuan itu. Ia mengusir perempuan itu dengan sangat kasar.
Roh Rani semakin penasaran dengan apa yang terjadi. Ia ingin mendekat tapi ia tidak bisa. Lalu Roh pria itu mengikuti perempuan yang diusir oleh Mitha. "Kasihan sekali perempuan itu," ucap Roh Rani.
Mitha juga tengah bersedih. Apakah seharusnya Rani meminta bantuannya untuk mendekati Raka? Apakah Mitha bisa dia andalkan?
"Sekarang bukan waktu yang tepat untuk meminta pada Mitha. Dia juga sedang berduka. Aku harus menunggu waktu yang tepat." Rani tak bisa mendekati Mitha. Masalahnya punya batas waktu yang lama jadi tidak masalah jika menundanya sebentar.
Percobaan pertama ditunda sampai waktu yang tepat tiba. Apa rencana berikutnya silahkan koment yaa!!
*******
**Silahkan vote, like dan koment ya guyss kalau kalian suka 0330(Cinta dalam keabadian)
__ADS_1
Kalau mau kasih saran juga boleh nanti bakal author masukin dalam cerita yeee~
Happy reading**~ 😘😘😘😘