Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian

Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian
Katakan Rani..


__ADS_3

Rani hendak menemui Mitha karena beberapa hari ini, ia lihat Mitha tampak murung. Namun disaat Rani menghampiri, Mitha malah memintanya untuk meninggalkannya karena Mitha butuh waktu untuk menenangkan diri dan bersikap normal kembali. Ia tidak ingin perasaannya yang kacau mempengaruhi hubungan persahabatan mereka.


Saat ini Rani berada di kantin setelah Mitha memintanya pergi. Ia harus mengisi kekosongan dalam perutnya. Tiba-tiba saja Kevin menghampiri dan mengajaknya mengobrol.


"Hai Ran. Aku boleh gabung?" tanya Kevin


"Silahkan." Rani mempersilahkan Kevin duduk


"Kevin, apa yang sedang terjadi dengan Mitha? apa dia ada masalah dengan Raka?" Rani menanyai Kevin


"Oh iya, aku tidak melihat Mitha bersamamu, tidak biasanya. Kalian bertengkar?" Kevin baru menyadari bahwa keberadaan Mitha tidak ada didekat Rani.


"Aku tidak tahu kenapa, Mitha terlihat sangat murung dan ia meminta aku meninggalkannya ... Kami tidak bertengkar, kamu tahu tidak, apa yang sedang terjadi?" Tanya Rani khawatir.

__ADS_1


Kevin mengangkat bahunya tanda tak tahu. "Mungkin saja dia sedang stress." Kevin memberikan komentar


"Stress kenapa? Padahal dia selalu menceritakan masalahnya padaku, lalu kenapa sekarang ia tak membagi masalahnya denganku?" ujar Rani


"Tidak mungkin dia membaginya padamu, kalau dia sudah tahu yang sebenarnya terjadi." jawab Kevin


"Apa yang ia ketahui dan aku tak tahu?" Rani menuntut jawaban.


"Kamu jangan marah, jika aku katakan nanti." Kevin meminta Rani untuk berjanji


"Barangkali Mitha sudah mengetahui semua kebenarannya. Bahwa yang terjadi selama ini dengannya dan Raka hanyalah sebuah kesalahpaham." Kevin mulai menjelaskan


"Apa maksudnya kesalahpahaman? Raka hanya mempermainkan dia?" Rani terdengar tidang senang

__ADS_1


"Bukan begitu. Raka menyukaimu Rani, tak pernah menyukai Mitha sedikitpun. Namun sayangnya Mitha malah beranggapan sebaliknya. Kamu juga menyukai Raka, kan? Tapi karena sahabatmu menyukainya juga, kamu mengalah dan mengubur perasaanmu. Kenapa kamu lakukan itu?" Tegas Kevin


Rani lalu beranjak dari posisi duduknya. "Siapa bilang aku menyukainya, aku tak pernah sekalipun menyukai sahabatmu. Omong kosong itu semua, pantas saja Mitha tak ingin ku dekati ... Ternyata kalian sudah membuat argumen yang tak berdasar. Kalian sudah menyebabkan hubungan kami berantakan"


"Tapi Mitha sudah tahu semua. Ia tahu apa yang selama ini Raka lakukan bersama nya itu hanya terpaksa. Untuk apa kamu kesal Rani? Sikapmu yang seperti ini semakin meyakinkanku, kalau kau benar memiliki perasaan yang sama dengan Raka. Sudahlah jangan berpura-pura. Untuk apa kamu lakukan itu? mengubur perasaanmu yang sesungguhnya hanya demi hubungan persahabatan sialan itu. Aku yakin hanya kau yang mampu melakukan ini, jika disuruh Mitha melakukan seperti yang kau lakukan sekarang, aku yakin belum tentu sudi dia melakukannya. Sudahlah Rani jangan bersikap angkuh dan terus-menerus membohongi hatimu." Kevin menasehati.


"Tolong jaga ucapanmu itu, Kevin. Aku menghargaimu karena kau sudah aku anggap teman. Jangan sekali-kali menyimpulkan sesuatu sesuai kehendakmu." Rani masih menyangkalnya.


"Terserah Rani, perlu kamu tahu, kebenaran takkan hilang jika kamu menutupinya dengan rapat. Seberapa pun usaha mu untuk menyembunyikannya tetap terlihat kalau kalian saling menyukai." Kevin mengangkat kedua tangannya


Namun Rani tetap menyanggah, "Dan satu lagi, suruh temanmu itu berhenti mendekatiku dan mencampuri urusanku. Sudah cukup kalian menghancurkan hubungan persahabatan kami." Rani memberikan peringatan.


Tiba-tiba Mitha muncul dari balik badan Rani "Persahabatan kita takkan hancur Rani. Aku masih sahabatmu. Apa yang dikatakan Kevin benar jangan bohongi perasaanmu, Ran." Mitha ingin Rani jujur dengan perasaannya.

__ADS_1


"Mitha?" Rani tercengang kenapa Mitha tiba-tiba saja muncul entah dari mana.


"Aku tidak ada perasaan apapun dengan Raka, Tha. Bukankah sudah kuberitahu alasannya padamu. Sedikit pun aku tidak menyukainya." Rani masih saja menepis segala yang sudah ada didepannya.


__ADS_2