Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian

Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian
Aku Tulus


__ADS_3

Raka mengkhawatirkan Risa. Kenapa Risa jadi tiba-tiba sensitif? Bukankah ia sudah katakan untuk mengatakan semuanya jangan sampai tertekan. Tapi kenapa Risa terlihat menahan apa yang ingin ia katakan.


"Risa kamu kenapa? Kalau ada yang tertahan lepaskan saja? Aku akan menerimanya." ucap Raka.


Risa menarik nafas dalam, kemudian kembali bicara "Apa tujuanmu mendekatkanku dengan Kevin?" perlahan kotak pandora yang dipendam Risa mulai terbuka.


Raka tercengang dengan pertanyaan Risa. Apa ini sebabnya ia tertekan? Apa ia tidak menyukai Kevin? Raka menjelaskan pada Risa, alasannya mempertemukan Risa dengan Kevin hanya agar Risa dapat menemukan tempat bersandar untuk berbagi kesedihan dan merasakan bahwa ia tak sendirian di dunia ini. Raka takkan mungkin bisa melakukan itu untuknya selamanya. Tapi jika Risa tak menyukainya maka Raka tidak akan lagi memaksa Risa melakukannya. Ia bisa mengatakannya dan menyelesaikannya dengan Kevin.


Kemudian Risa melanjutkan perkataannya "Aku tidak menanyakan perasaanmu tentang aku dan Kevin, aku bertanya bagaimana perasaanmu padaku?" tanpa pikir panjang Risa mengucapkan hal itu, sesuatu yang sudah lama ia pendam. Bahkan jauh sejak SMA dahulu. Ia melihat Raka selalu menyerahkannya pada orang lain. Risa penasaran dengan perasaan Raka. Bahkan sampai sekarang pun Risa masih menyukainya. Lalu apakah Raka pernah memikiki perasaan yang sama padanya? Baik dulu ataupun sekarang?


Raka terdiam cukup lama untuk menjawab pertanyaan Risa. Bagaimana perasaannya pada Risa? Ia tak pernah membayangkan ini sebelumnya. Sepertinya ia harus menjelaskan yang sebenarnya pada Risa. Perasaannya pada Risa hanya perasaan tulus dari seorang teman tak pernah lebih dari itu. Ia meminta Risa jangan berpikir berlebihan. Jika Risa mengharapkan yang lebih dari itu, ia tak bisa memberikannya. Hatinya dan perasaannya hanya dimiliki oleh satu orang. Meskipun orang itu tak lagi ada di dunia ini, tapi hati dan perasaan Raka tak pernah memudar untuk orang itu.


"Risa, aku rasa kamu sudah salahpaham. Aku membantumu karena aku adalah temanmu. Jangan buat aku menjadi lebih dari itu, Sa. Aku minta maaf."


"Aku sudah dengar orang yang kamu maksud sudah tak lagi di sini," Risa tahu orang yang dimaksud Raka adalah Rani. Ia sudah tau kenyataan tentang Rani.


"Meskipun tak lagi di dunia ini, dia masih ada di hatiku." Raka dengan tegas menolak perasaan Risa padanya.

__ADS_1


Percuma membahas ini dengan Raka. Sudah tampak jelas tak ada ruang bagi Risa di hati Raka. Risa tertegun dan tak mampu lagi berkata-kata.


"Aku minta maaf Risa," sekali lagi Raka mengucapkannya dan ia hendak pergi.


Namun sebelum Raka pergi Risa mencegat, "Bisakah kamu mengasihaniku agar kamu bisa tetap bersamaku?" Risa terdengar putus asa.


"Aku tidak akan mengasihanimu, aku akan tetap bersamamu dan membantumu, aku tulus sebagai temanmu, Risa." Raka menjawab dengan tenang. Kemudian dia berpamitan untuk pergi.


****


Hujan langsung turun sesaat setelah Raka pergi. Hujan selalu mengingatkan Raka dengan Rani. Bagaimana tidak, pertemuan dan perpisahan mereka selalu diiringi dengan hujan.


Rani adalah dunianya, tapi belum sempat bahagia ia dipaksa mengucapkan selamat tinggal untuk cintanya.


"Hari ini, seperti orang bodoh aku berdiri disini. Membiarkan tubuh ini basah di bawah hujan, menunggumu yang tak akan datang," ucap Raka dalam hati, badannya sudah basah kuyup oleh hujan.


Ia mengingat setiap kenangan bersama Rani, meskipun hanya sekejap ia diberi bahagia. Saat berjalan sambil berpengangan tangan, saat Rani berada di hadapannya, saat mendengarkan degupan jantung dan hembusan nafas Rani di dekatnya. Ia selalu mensyukurinya. Itu masih terjadi belum lama ini. Namun saat ia harus berbalik ke belakang, berbalik ke masa itu hanya penyesalan yang tersisa. Betapa bodohnya ia saat itu.

__ADS_1


Rani adalah orang pertama yang membuatnya gugup, hanya Rani-lah seorang. Hanya Rani yang terlihat cantik dibanding siapapun, tapi kenapa Rani secepat itu meninggalkannya? Takdir benar-benar kejam.


Raka berteriak. Ia kesal kenapa semua jadi begini. Ditambah lagi Risa datang. Apa maksudnya? Ia tak ingin menambah luka lagi. Ia tak ingin menemukan sosok Rani dalam diri Risa.


Kembali ia melihat sosok Rani di ujung jalan. Di bawah hujan ini Rani datang menghampirinya. Ia mengusap mukanya apakah ini benar?


Sosok Rani ia lihat mulai mendekat, memegang kedua tangan Raka dan mengusap air mata dan pipi Raka dengan satu tangannya. Ia tersenyum simpul. Tatapannya sedih bercampur bahagia. Ia meminta Raka tenang dan hanya dengarkan apa yang ia ucapkan,


"Aku tidak bisa tahan melihatmu jadi begini. Hatiku hancur di saat kau sedih hanya dengan memikirkanku, aku tahu ini kejam. Aku tahu kau selalu merindukanku di setiap hembusan nafasmu. Hal yang selalu ingin aku katakan, Aku mencintaimu. Aku mencintaimu jika aku hanya bisa melihatmu begitu aku menutup mata. Aku mencintaimu meskipun aku harus membayar rasa cinta itu sebesar ini. Aku juga tak menginginkan akhir seperti ini bahkan di saat kita belum memulai awalnya. Surga, telah mengambil semua milikku, aku harus meninggalkan dunia ini tanpa penyesalan. Kita saling mencintai kan? tetapi kita tak mungkin bisa bersama saat ini, kita tidak bisa saling berhubungan. Jangan hilangkan tawa dari wajahmu. Aku selalu memperhatikanmu dari jauh. Jangan sakit. Aku sangat khawatir jika kamu sakit. Berbahagialah.Temukan bahagiamu. Saat aku tak disini. Aku dengan tulus memintanya. Aku akan menunggumu. Kita pasti akan bertemu lagi suatu hari nanti, Kita akan rajut cinta ini. Jangan menangis sendirian mengingat bahwa aku tidak ada disini. Kamu tahu, Aku selalu bersamamu. Kamu dan aku harus bertahan sampai hari itu, hari dimana kita akan bertemu. Hari itu pasti akan datang, tapi butuh waktu yang lama. Aku tak ingin kamu kesepian dan tersiksa terlalu lama, temui bahagiamu. Sebesar kamu bahagia saat bersamaku. Aku tulus."


Secara tidak langsung apa yang diucapkan Rani adalah meminta Raka untuk melupakannya. Meskipun ia tak bisa mengatakan dengan langsung bahwa Raka harus mengikhlaskan kepergiannya. Ia harus pergi dengan tenang tanpa harus ada beban yang dipendam lagi. Carilah pengganti dirinya. Meskipun keberadaan Rani takkan terganti di hatinya. Tapi Raka tak boleh menyiksa diri dengan menutup hatinya. Ia harus memberi ruang untuk kebahagiaannya. Tak hanya dengan selalu memikirkan Rani. Temukan kebahagiaannya bersama orang lain.


Raka menjadi goyah dengan apa yang diucapkan Rani. Benarkah ini yang diinginkan kekasihnya?


"Benarkah kamu Rani-ku? Rani yang aku cintai untuk pertama dan terakhir kali? Kenapa kamu pucat sekali? Jangan khawatirkan aku, aku tidak apa-apa. Jadi jangan katakan itu lagi." Raka masih tak percaya dengan delusi yang ia lihat tapi ia percaya sosok yang di hadapannya ini benar adalah Rani. Sosok Rani yang ingin bertemu dan bicara dengannya.


Rani menggeleng bukan itu yang ingin dia dengar, Raka harus mendengarnya kali ini. Ini adalah terakhir kalinya ia menemui Raka. Takkan ada lagi kesempatan lain. Namun Raka sepertinya tak mau melakukan itu, ia tak ingin menggantikan Rani dihatinya.

__ADS_1


"Sekali lagi, malam ini, di tengah hujan ini, aku akan menangis. Memikirkan masa lalu kita yang indah. Cintaku terkasih, meskipun ini hanyalah mimpi. Bertemu denganmu seperti ini tidaklah nyata. Tapi aku tak ingin mimpi ini menghilang." Raka langsung saja mencium Rani. Ia tak ingin melepaskan kenangan ini.


Rani melepaskan ciuman itu dan kembali berkata, "Jika kamu ingin aku bahagia, maka jangan buat aku khawatir. Aku tak bisa tenang di sana jika kamu masih merindukanku. Dengarkan Aku, jika kamu mencintaiku. Turuti keinginanku, temukan bahagiamu di sini selagi aku di sana. Kita benar-benar sudah berakhir, Raka. Selamat tinggal Raka, Aku mencintaimu. Aku tulus Raka, berikan sedikit ruang di hatimu untuk orang yang bersamamu saat ini. Aku tidak masalah dengan itu. Asalkan kamu bahagia. Jadi jangan pikirkan aku lagi. Aku akan bahagia di sana, jika kamu bisa bahagia di sini, kamu ingin melihat aku bahagia kan? Maka kamu harus bahagia terlebih dahulu. Aku mencintaimu." Rani kembali mencium Raka setelah ia mengucapkan kalimat itu. Kemudian sosoknya menghilang untuk selamanya. Hujan ikut berhenti mengikuti kepergiannya meninggalkan Raka dalam ilusi yang sangat berarti.


__ADS_2