Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian

Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian
Maafkan Aku


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini Risa tinggal di Rumah Baca dan ia juga ikut membantu anak-anak belajar. Tapi sudah selama itu dia berada di sini ia belum juga melihat Rani. Apa mungkin Rani tidak tinggal disini? Raka pun hanya mampir sebentar, jadi ia juga tak punya kesempatan bertanya pada Raka.


Saat tiba pukul 03.30 pagi. Risa terbangun dari tidurnya. Ia merasa haus dan mengambil minum ke dapur. Saat itu Risa melihat Rani. Rani yang sedang duduk di kursi di bawah pohon pinus di samping rumah baca. Apa yang dilakukan Rani pada jam segini? Kenapa dia baru terlihat sekarang pikir Risa? Lalu Risa mencoba mendekati, ia tak berpikir apa-apa selain hanya ingin berterimakasih pada Rani.


"Kamu kemana saja? Aku tak pernah lagi melihatmu sejak kau membawaku kemari, aku bahkan belum berterima kasih dengan benar padamu." ucap Risa dari balik punggung Rani.


Namun tak ada jawaban dari Rani. Lalu Risa mendekat dan berdiri di samping Rani. Ia melihat wajah Rani begitu pucat dengan raut wajah yang tampak sangat menyedihkan. Tapi Risa tak merasa aneh sedikit pun. Lalu ia memutuskan untuk duduk di samping Rani. Ia melihat goresan pada kursi yang didudukinya. Tertulis nama Raka dan Rani. Berarti gadis yang di hadapannya ini adalah kekasih Raka, pikir Risa. Tapi kenapa mereka kelihatan bersedih? Begitu juga dengan apa yang ia lihat dari raut wajah Raka saat ia bertemu lagi dengan Raka setelah sekian lama.


"Apa kalian saling mencintai?" Tanya Risa sambil mengelus tulisan yang tertulis di kursi tersebut.


Kembali tak ada jawaban dari Rani. Ia hanya menatap kosong lurus kedepan.


"Raka sangat baik. Aku yakin kamu akan jadi perempuan yang paling bahagia saat bersamanya," lirih Risa.


"Maafkan aku," terdengar lemah suara Rani oleh Risa.

__ADS_1


Risa bingung kenapa Rani tiba-tiba minta maaf. Apa kesalahannya?


******


Risa saat ini sudah tiba di depan rumah Raka. Subuh-subuh begini ia mengunjungi rumah Raka. Ia mengetuk pintu dan tak lama Raka membukanya. "Risa.." Raka terkejut melihat siapa yang ada di balik pintu pada subuh-subuh begini masih jam 4 pagi.


Tatapan Risa tampak kosong. Raut wajahnya kelihatan sedih. Kenapa Risa berada di sini? Saat Raka menyebut namanya, ia hanya diam.


Raka memegang telapak tangan Risa. "Apa yang terjadi, apa ada masalah? kenapa kamu tiba disini, pagi-pagi begini? Jika ada yang ingin kamu bicarakan, Kita kan bisa bertemu sore nanti seperti biasa aku kan ke Rumah Baca." Tangan Risa terasa sangat dingin. Seperti ada yang merasukinya.


"Ya, katakan Risa..." Raka menunggu Risa berbicara,


"Maafkan aku." Kemudian Risa tak sadarkan diri. Dia pingsan setelah mengucapkan itu.


Raka langsung saja panik. Ia langsung membawa Risa masuk dan membaringkan Risa di sofa. Ia khawatir dengan Risa dan calon bayi yang dikandungnya. Ia masih tak mengerti kenapa Risa datang pada waktu seperti ini, apa ada yang penting sehingga Risa tak bisa menundanya hingga matahari terbit menampakkan diri? Lalu kenapa dia datang hanya untuk mengucapkan kata maaf?

__ADS_1


Raka berusaha menyadarkan Risa dengan menggosok-gosokan telapak tangannya pada telapak tangan Risa. Tadi tangan Risa sangat dingin. Apa itu sebabnya ia jatuh pingsan? Kemudian ia masih memanggil-manggil nama Risa. Supaya Risa bisa cepat sadarkan diri.


Telapak tangan Risa mulai kembali terasa hangat. Ia akhirnya sadarkan diri. Ia mengernyitkan kening dan perlahan membuka matanya. Kepalanya terasa sangat berat.


"Aku ada dimana?" saat ia menyadari bahwa ia berada di tempat asing baginya.


"Kamu di rumahku, Sa. Apa kamu tidak ingat? kamu baru saja sampai di sini," jawab Raka.


Lalu Risa melihat jam dinding. Hampir menunjukkan pukul 5 pagi. Mana mungkin dia bertamu kerumah orang pada jam segini.


"Aku tidak ingat, kenapa aku bisa sampai disini," Risa mengubah posisinya menjadi duduk dan Raka memberikan segelas air untuknya. Ia meminum air tersebut.


"Coba kamu ingat-ingat lagi, apa yang terjadi sebelum kamu kemari?" Raka meminta Risa mengingat apa yang sudah terjadi.


Risa berusaha untuk mengingat. Kemudian ia menceritakan pada Raka bahwasanya, ia tadi bertemu dengan gadis yang berada di dalam foto yang dipegang Raka saat itu. Gadis itu tampak pucat dan sedih. Dia menghampiri dan bertanya namun gadis itu tak menjawabnya. Sampai ia hanya mengucapkan maaf dan Risa tak ingat lagi.

__ADS_1


Raka tertegun mendengarkan Risa. Ia tak percaya dengan yang diucapkan Risa. Tapi ia melihatnya juga tadi. Tapi bukan Rani yang ia lihat. Risa yang tampak pucat dan sedihlah yang ia lihat. Kemudian Risa jugalah yang mengucapkan maaf.


__ADS_2