
Haloo guyss... Happy Reading!!!
Sebelum baca udah difavoritekan belum? Biar kalian gak ketinggalan info updatenyaa....
Terusss kalau kalian sayang, kasih VOTE dan LIKE yaa kalau kalian pengen komentar, silahkan isi kolom KOMENTAR juga...
Maaf ya Author sedikit bawel hehehe...
Oke, Silahkan nikmati dan semoga suka~
*****
Risa memberitahu Raka apa yang telah terjadi padanya, betapa menyedihkan dirinya saat ini. Lalu Raka merasa kasihan padanya dan mengizinkannya untuk tinggal di Rumah Baca. Raka teringat bahwa ia berhutang budi pada Risa.
Raka masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan Risa tentang ia yang melihat dan bertemu dengan Rani. Raka juga tidak berdaya dan tidak ingin memberitahunya bahwa perempuan yang ia cintai itu telah tiada. Rani hanya tiada di dunia bukan di hatinya. Sampai kapan pun Rani takkan terganti.
Roh Rani kembali menemukan dan melihat Raka datang lagi ke peristirahatan terakhirnya. Hati Rani sakit melihatnya. Dia memang sudah ikhlas dengan keadaan Rani yang telah tiada tapi ia juga harusnya menemukan kebahagiaan setelah ia menerima keadaan ini. "Raka, lupakan aku dan temukan bahagiamu. Genggamlah tangan orang yang bersamamu saat ini. Aku ingin melihatmu bahagia dan jangan bersedih lagi supaya aku bisa pergi." Rani memandangnya lirih diikuti oleh hembusan semilir angin menyapu dedaunan kering yang tergeletak di tanah.
__ADS_1
Ia tidak boleh lagi membuang waktu yang tersisa. Hanya Risa satu-satunya yang bisa membuat Raka bahagia. Rani harus bisa mewujudkan hal itu. Ia sudah bertekad akan menemui Risa dan meminjam tubuhnya.
Rani sudah di Rumah Baca. Suasana tampak hening karena saat ini tengah malam. Berat langkah Rani mendekat ke bangku yang berada di bawah pohon. Di sana terdapat saksi bisu cintanya denga Raka, sang malaikat dan di sana pula ia menyuruh Raka yang kini di hatinya pergi menjauh dan membencinya.
Ia duduk di bangku tersebut dan mengelus goresan di atasnya. Tiba-tiba yang tidak diinginkan datang mendekatinya. "Apa yang sedang kau lakukan?" tanya sosok itu pada Rani. Ia sudah memperhatikan Rani sejak mengelus goresan di kursi. Rani menatapnya malas dan menjawab, "Jika kau datang bukan untuk membantu sebaiknya gak usah datang. Datang saja saat waktunya tiba, saat kau membawaku menuju keabadian."
Sosok itu tidak menghiraukan perkataan Rani dan duduk di sampingnya. "Bolehkah aku mengatakan kalau aku sedang mengkhawatirkan seseorang?" ucapnya. Rani terkejut dan menatapnya kasihan. "Apa yang kau katakan?"
"Aku merasa bersalah pada seseorang dan kini aku mengkhawatirkannya." Sosok itu menatap goresan yang ditutupi Rani. "Andai aku bisa katakan padanya bahwa aku mencintainya sama seperti yang ia rasakan." Sosok itu memandang Rani sendu.
Tapi belum selesai ia bicara dan menanti respon Rani, tiba-tiba Risa datang menghampiri. Ia menyapa dan berbicara dengan roh Rani. Ia masih belum menyadari bahwa yang ia lihat saat ini tidaklah nyata. Semula Rani terkejut, ia tidak melakukannya secara sengaja, lalu kenapa Risa datang melihat dan berbicara dengannya?
Sosok itu tidak memberikan alasan atas pertanyaan Rani. Ia hanya mengangkat bahu pertanda ia juga tidak tahu dan menjelaskan jika ini terjadi bukan karena keinginan Rani, maka waktunya tidak akan dikurangi.
Risa mengucapkan terimakasih karena Rani sudah membantunya dan memberinya tempat berteduh. Rani mengangguk dan tersenyum. Ia memberikan isyarat bahwa itu bukan masalah. "Aku juga bisa bertemu Raka kembali. Terimakasih," lanjut Risa. Tampak wajahnya berseri-seri setelah lima tahun yang lalu ia kehilangannya.
Rani menangkap maksudnya dan melihat bahwa Risa ternyata memang benar menyukai Raka. Ia lalu kembali tersenyum. Pilihannya untuk memanfaatkan Risa tak akan salah. "Aku akan membuat Raka menggenggam tanganmu," pikir Rani.
__ADS_1
Lalu sosok itu berkata, ia dapat mendengar apa yang Rani pikirkan, "Apa kau yakin?" Rani mengangguk dengan yakin dan berkata ia akan mencobanya sekarang. Ia akan masuk ke tubuh Risa sekarang dan membawanya menemui Raka. Sebelumnya sosok itu memperingatkan, "Kau tidak boleh menyentuhnya dan memberitahunya bahwa kaulah yang ada dalam tubuhnya. Hanya lakukan seperti yang harusnya kau lakukan. Wujudkan kebahagiaannya jika memang perempuan ini menjadi pilihanmu." Lalu Rani mengangguk, ia paham dengan aturannya dan tidak akan membuat masalah lagi. Ia tidak akan membuat sosok itu dihukum lagi oleh seniornya.
Rani menatap Risa dan sebelum ia masuk ke dalam tubuhnya, ia mengucapkan kata maaf terlebih dahulu karena saat Rani berada di dalam tubuh Risa, dialah yang mengendalikan Risa sepenuhnya dan Risa tidak akan bisa mengingat apa yang sudah dilakukan tubuhnya selagi Rani meminjamnya.
Roh Rani bersama tubuh Risa berjalan menuju kediaman Raka. Waktunya tak banyak, sebentar lagi menunjukkan pukul 03.30 pagi. Lewat dari jam itu maka dia takkan bisa berkata dan melakukan apa-apa. Ia segera mengetuk pintu saat sudah sampai di depan rumah dan tak lama kemudian Raka muncul dari balik pintu.
"Risa?" ucap Raka terkejut melihat tubuh Risa yang muncul saat ia membukakan pintu.
Melihat Raka, roh Rani sempat tak berdaya. Sudah lama sejak saat ia memperlihatkan diri dan membuang-buang waktunya untuk menghibur Raka bahwa sebenarnya ia masih berada di dekat Raka. Kini bukan saatnya lagi untuk membuang waktu karena waktunya tak banyak lagi bersisa. Tapi saat kembali melihat wajah Raka, ia tertegun. Lidahnya tetap saja kelu padahal Raka sudah mengetahui semua tentang perasaannya.
"Risa? Ada apa?" Raka kembali menanyakan. Ia melihat Risa yang ada di hadapannya bukan Rani. Ia melihat Risa yang sangat pucat dengan tatapan yang kosong. "Risa kamu baik-baik saja?" Raka memeriksa kondisinya dengan menggenggam tangan Risa. Tapi tubuh Risa tetap tidak memberikan jawaban. Raka menyentuhnya dan itu membuat roh Rani teringat akan kehangatan yang pernah ia rasakan. Ia benar-benar menyukainya.
Lalu Rani baru tersadar saat ini ia berada dalam tubuh Risa. Apa yang dilihat Raka saat ini bukanlah dirinya tapi Risa. Ia harus kembali pada kesadaran dan tujuannya melakukan ini. Rani berusaha mengangkat tangan Risa dan meletakkannya di pipi Raka. Semula Raka terkejut dengan apa yang dilakukan Risa, tapi setelah itu ia lebih terkejut lagi karena Risa pingsan setelah mengucapkan, "Maafkan aku."
Roh Rani terpaksa terlepas dari tubuh Risa karena waktunya memakai tubuh Risa telah habis. Sekarang jam menunjukkan pukul 03.31 pagi. Tubuh Risa lemas terjatuh setelah Roh Rani keluar. Ia pingsan tak sadarkan diri di pelukan Raka.
Raka terlihat panik dan segera membawa Risa masuk. Ia berusaha menyadarkan Risa. Ia masih tak mengerti kenapa Risa datang pada waktu sepagi ini, apa ada yang penting sehingga Risa tak bisa menundanya hingga matahari terbit menampakkan diri?
__ADS_1
"Kenapa dia datang untuk mengucapkan kata maaf? Apa yang terjadi Risa?" Raka berusaha menyadarkan Risa dengan menggosok-gosokan telapak tangannya pada telapak tangan Risa. Tadi tangan Risa sangat dingin. Apa itu sebabnya ia jatuh pingsan? Kemudian ia masih memanggil-manggil nama Risa. Supaya ia bisa cepat sadarkan diri.
Roh Rani masih berada di sana. Ia melihat betapa Raka sangat peduli dengan perempuan yang bersamanya saat ini. Perasaannya mungkin kecewa saat melihat Raka perhatian dengan perempuan lain. Tapi ini demi kebaikan bersama. Mereka berdua harus saling ikhlas dan melepas. Supaya kebahagiaan dapat diraih.