
Haloo guyss... Happy Reading!!!
Sebelum baca udah difavoritekan belum? Biar kalian gak ketinggalan info updatenyaa....
Terusss kalau kalian sayang, kasih VOTE dan LIKE yaa kalau kalian pengen komentar, silahkan isi kolom KOMENTAR juga...
Maaf ya Author sedikit bawel hehehe...
Oke, Silahkan nikmati dan semoga suka~
******
Rani sudah memutuskan untuk menemukan sosok Ari. Hanya itu satu-satunya cara agar ia bisa melepaskan Raka dan menuju keabadian. Ia pergi ke rumah Mitha karena di sana ia bertemu sebelumnya.
Saat Rani sampai di rumah Mitha, benar. Ia menemukan roh Ari sedang berada di sana. Rani mendekat dan meminta maaf sebelumnya. Ia meminta maaf karena sebelumnya ia tidak sempat mengatakan kalimat yang dititipkan Ari untuk Mitha.
"Apa kau ingat padaku?" Rani mencoba mendekat dan memulai pembicaraan. Ari semula bingung tapi setelah ia menatap lama barulah ia menyadari bahwa itu gadis yang menemuinya tempo lalu.
__ADS_1
"Kenapa kau datang lagi kemari? Bukankah seharusnya masalahmu sudah selesai?" tanya Ari. Tapi Rani menjawab masalahnya belum selesai dan itulah sebabnya ia datang lagi kemari.
Sebelum Rani menyampaikan maksudnya, ia mencoba dekat terlebih dahulu dengan Ari. Siapa tahu mereka bisa bersahabat karena kini mereka berada di dunia yang sama. Lagipula Rani juga akan semakin stress jika hanya terus-menerus berkomunikasi dengan sosok yang menyebalkan itu baginya. Ia juga butuh orang lain yang bisa diajak berkomunikasi.
Rani memberitahu Ari bahwa sisa waktunya hanya kurang dari enam bulan lagi. Sebelum itu berakhir ia harus berhasil dengan tujuannya. Ari tidak terlalu tertarik dengan cerita Rani karena ia masih menatap sendu rumahnya.
"Apa masalahmu?" tanya Rani memahami situasinya.
Ari mulai membuka diri pada Rani dan menceritakan kegelisahannya. Ia hanya ingin Mitha tidak membenci orang yang tidak bersalah dan orang itu adalah kekasihnya. Ari ingin Mitha mengetahui betapa berharganya orang itu sama seperti berharganya Mitha baginya. Ari menjelaskan dia menyayangi kedua orang itu dan tidak bisa memilih atau meninggalkan salah satunya.
Lalu Rani bertanya penyebab kematiannya. Ari menceritakannya, saat itu awal bulan april. Sehari atau dua hari setelah April Mob. Ia tidak bisa mengingat tanggal pastinya tapi ia sangat ingat waktu itu tengah hujan gerimis dan dia sedang bertengkar dengan Risa.
Flashback
Cincin itu hampir jatuh, tapi Ari berhasil meraihnya. Ketika mengangkat muka, ia kaget bukan main, ada seorang gadis di depannya. Gadis itu tiba-tiba saja melaju di depan mobilnya. Dia tidak sengaja menabrak gadis itu. Padahal ia tidak mengemudi dengan kencang.
Pertengkaran masih terus berlanjut. Risa meminta Ari menghentikan mobilnya. Tapi karena saat itu hujan dan kaca mobil berkabut, Ari berusaha banting stir. Tapi alangkah terkejutnya ia melihat truk di depan mereka. Ia berhasil menghindari truk itu tapi tak mampu menghindar dari pohon besar yang jadi pembatas jalan. Ia sudah berusaha menghindar, tapi terlambat. Tabrakan terjadi sangat keras. Ia menyerahkan dirinya melindungi Risa dan anaknya yang belum lahir. Ia berhasil melindungi mereka tapi kepalanya membentur dashboard dengan keras.
__ADS_1
Cincin itu juga jatuh di bawah kaki Risa. Sementara Risa sudah pingsan karena syok. Ari tengah dalam keadaan setengah sadar, ia teringat masa indahnya bersama Risa. Saat jalan bersama di taman, saat ia memberi bunga mawar pink pada Risa. Ia juga mengingat tafsiran tarot bahwa mereka adalah pasangan yang ditakdirkan. Ari berusaha meraih cincin itu tapi tidak bisa, ia sudah kehilangan banyak darah dan akhirnya tak sadarkan diri. Mereka segera dibawa ke Rumah Sakit.
Sesampainya di Rumah Sakit, Ari kehabisan banyak darah. Sebelum ia pergi untuk selamanya. Ia sempat meninggalkan pesan untuk Risa tapi tidak bisa memberitahu Mitha untuk menerima Risa sebagai kakak iparnya dan harus menjaga keponakannya. Itulah sebabnya Mitha sampai saat ini masih membenci Risa dan menyalahkan Risa atas kecelakaan yang menimpa Ari. Flashback Berakhir
Rani bergulirkan air mata mendengar cerita Ari. Kondisi yang diceritakan Ari sama seperti saat ia juga kecelakaan. Rani minta maaf karena gadis yang tiba-tiba datang saat kecelakaan itu terjadi adalah dirinya. "Aku tidak ingin mati. Tapi karena kesalahanku yang tidak melihat situasi, aku berlari tanpa arah. Itu sebabnya kita semua jadi seperti ini. Maafkan aku."
Semula Ari terkejut dengan pengakuan Rani tapi setelah itu ia berkata itu bukan kesalahannya saja. Jika saat itu ia tidak bertengkar di mobil, maka semua tidak akan seperti ini. Harusnya ia dengarkan saja Risa.
Keduanya kini saling berhadapan. "Kau Rani, iya kan?" Rani mengangguk. Ari tahu Rani adalah sahabat Mitha dan ia juga mengetahui apa yang terjadi antara mereka bertiga. Mitha, Rani dan Raka.
Ari bertanya, "Apa kau ingin masuk ke mimpi Mitha lagi?" Rani menjawab bukan itu maksudnya datang kemari. Ia datang untuk bertemu Ari langsung, "Kau bilang waktu itu ada perempuan yang dekat dengan Raka, aku ingin bertemu dengan perempuan itu." Rani tidak bisa menjelaskan semuanya. Lalu ia menawarkan pada Ari jika dia memberitahunya maka ia akan masuk lagi ke mimpi Mitha dan memberitahu semua yang ingin Ari katakan pada Mitha. Walaupun nanti waktunya akan dikurang tiga hari, dia tidak masalah dengan itu.
Ari mengetahui waktu Rani tak banyak lagi untuk tinggal. Ia pun setuju dengan tawaran yang diberikan Rani. Ini juga menguntungkan baginya. Jika Rani bisa memberitahu Mitha, dia juga akan bisa meninggalkan Risa dengan tenang. "Aku akan memberitahu dan membantumu bertemu dengan Risa tapi kau juga sebaliknya, tolong bantu aku."
Lalu Rani berkata bahwa dia juga ingin meminjam tubuh dan mimpi Risa. "Apa kau tidak keberatan jika aku menggunakan Risa untuk menemui Raka? Aku akan membuatnya bertemu dengan Raka." Risa satu-satunya perempuan yang bisa mewujudkan keinginannya.
Sepersekian detik Ari terdiam. Ia mulai paham maksud Rani. "Kau keberatan? Aku tidak akan melakukannya jika kau keberatan." Rani menanyai karena ia melihat raut wajah Ari berubah. "Tidak apa-apa, lakukan saja seperti yang kau inginkan. Demi Risa dan Mitha aku tidak keberatan." Setelah berpikir cukup panjang Ari mengizinkannya.
__ADS_1
Ari berkata pada Rani agar besok menemuinya lagi dan dia akan memberitahu Rani dimana Risa berada. Ari berpikir mungkin jika Risa bisa bertemu dengan Raka, wajahnya akan kembali berseri seperti lima tahun yang lalu. Ari sebenarnya tahu bahwa Risa pernah menyukainya. Tapi dengan perasaan Raka dia sedikit ragu karena Raka tidak terlalu memperlihatkan ketertarikannya pada Risa. Dia bahkan yang menyarankan Risa untuk menerima pernyataan cinta Ari. Apa mungkin Raka menyerahkan Risa padanya dan menyembunyikan perasaannya karena dia takut merusak persahabatan mereka?