
Kepala chef kembali membawa Souchef ke Restoran. Kepala chef ingin kejadian lalu tak usah diungkit lagi, anggap saja tak pernah terjadi. Semua mengiyakan, dengan Risa yang paling semangat. Kepala chef lalu mengajak semua untuk makan malam bersama. "Seseorang berkata padaku bahwa memaafkan dan memberikan kesempatan pada orang lain takkan membuat harga dirimu rendah, justru itu akan menjadikanmu orang yang mulia. Oleh karena itu, aku ingin kita semua melupakan kejadian kemarin dan menatap masa depan yang cerah. Hari ini kita tutup Restoran dengan cepat dan aku akan mentraktir kalian makan malam." Kepala chef melirik kearah Risa saat mengucapkan kalimat itu. Risalah orang yang mengatakan hal itu kepada Kepala chef dan membujuknya untuk mengembalikan Souchef.
Restoran mengalami kesulitan sejak Souchef diusir keluar. Pelanggan dibuat bosan menunggu karena pesanan yang terlambat dihidangkan. Faraz kesulitan memfillet ikan dan menangani daging karena biasanya Soucheflah yang melakukan itu. Kepala chef yang memberi instruksi sampai kewalahan menangani masalah karena Souchef tidak ada disana sebagai orang nomor dua di dapur yang biasa menangani masalah-masalah seperti itu.
Saat Restoran sepi, akhirnya Kepala chef menelpon temannya untuk mencarikan Souchef baru. Namun temannya ragu, level Souchef biasanya bertarif tinggi sementara Kepala chef terkenal pemilih dan suka mengkritik, membuat orang-orang tak mau bekerja padanya. Kepala chef tak terima dikatai seperti itu oleh temannya, ia menutup telponnya sambil kesal dimana ia harus menemukan Souchef?
Kepala chef duduk menyesali kekesalannya tadi. Ia menyalahkan dirinya sendiri tapi menurutnya Souchef juga membuat kesalahan. Sebagai rekan kerja yang sudah lama bekerja bersama tidak bisakah Souchef menahannya? Dia kan tahu bagaimana sikap Kepala chef. "Apakah aku sudah sangat keterlaluan padanya?"
Pada saat itulah Risa mendengarnya. Risa datang mendekat dan berkata sebaiknya Kepala chef membawa Souchef itu kembali dan memaafkannya. Bukankah dapur juga mengalami kesulitan karena kepergian Souchef. Kepala chef mendengarkan perkataan Risa dan dia sadar bahwa dia memang membutuhkan orang seperti Souchef itu.
__ADS_1
Ternyata yang dikatakan oleh Souchef padanya mengenai dia punya banyak tempat untuk bekerja adalah bohong. Saat Kepala chef menemukannya ia masih belum mendapatkan pekerjaan apapun bahkan dia terlihat sangat payah. Saat itulah Kepala chef mendapatkannya dan membawanya kembali. Souchef minta maaf sambil memeluk Kepala chef dan berjanji akan lebih baik. Kepala chef malah geli dan menjauhkan Souchef yang kemarin bersikap seolah tak akan bertemu lagi dengannya. “Tidak, tidak, aku akan terus bersamamu,” jawab Souchef sambil memeluk lagi.
Begitulah ceritanya, Souchef dapat kembali bekerja di Restoran karena Risa. Saat makan malam semua terlihat ceria dan menikmatinya. Risa sebagai satu-satunya perempuan disana sedikit canggung karena dikelilingi oleh empat orang pria sekaligus. Roh Ari masih berada disana untuk mengawasinya.
Souchef meracau soal ia yang merindukan dan terus memikirkan mereka semua. Tapi Faraz refleks tertawa, itu pasti bohong dan ia berkata kalau Souchef harusnya berterimakasih pada Risa karena berkat Risalah dia kembali ke Restoran ini. Hanya Risa yang memikirkannya dan berkali-kali minta pada Kepala chef untuk membawanya kembali. Souchef tertegun untuk beberapa waktu dan dia akhirnya berterimakasih pada Risa. "Maafkan aku sudah kasar padamu dan tidak memperlakukanmu dengan baik selama ini. Ternyata kau begitu peduli padaku. Terimakasih."
Risa tersenyum dan berterimakasih kembali. Ia berkata, dia sering dimarahi itu berarti dia memang bersalah. Dia tidak apa-apa. Dia akan terus belajar dan tidak akan membuat kesalahan lagi. "Mulai hari ini aku akan memperlakukanmu dengan baik." ucap Souchef. Mereka semua pun bersorak menikmati kebersamaan malam ini.
"Mitha, Apa aku bisa minta bantuan darimu?" Rani sudah memasuki mimpi Mitha. "Apa yang kamu inginkan dariku, Rani? Apa yang bisa aku lakukan?" Mitha terkejut kenapa dia bisa memimpikan Rani. Apakah Rani merindukannya karena ia tidak datang di hari kematiannya. Ia meminta maaf untuk hal itu. Rani menanyakan perasaan Mitha. Apakah Mitha masih mencintai Raka? Jika Mitha masih mencintai Raka maka inilah kesempatannya. Ia akan membantu Mitha membuat Raka jatuh cinta padanya.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak pernah bilang kalau kamu juga menyukai Raka?" Sebelum ia menyetujui permintaan Rani. Mitha menuntut jawaban dari Rani. "Maafkan aku, Tha. Aku bersalah padamu. Aku tidak bisa bersamanya. Aku tidak ditakdirkan untuknya. Aku tidak ingin menyakitimu jika aku bilang aku juga mencintainya."
Mitha masih terlihat kebingungan. "Lalu sekarang? Apa yang kamu lakukan? Apa yang harus aku lakukan untukmu?"
Rani mengingatkan Mitha bukunya. Disana ada sesuatu yang harus ia perlihatkan pada Raka. Sesuatu yang tak pernah ia katakan sebelumnya. Ia memohon Mitha untuk menyampaikannya. Tapi sebelum Rani menyampaikan maksudnya, Mitha malah mengatakan sesuatu padanya, "Kamu lakukan ini karena kamu masih mencintainya, bukan? Kamu tidak bisa pergi karena kamu masih mencintainya, kan? Kenapa harus aku yang membantumu? Kamu tahu, sulit bagiku untuk mendekatinya. Kamu tahu, hatiku teramat sakit untuk melihatnya. Selama aku bersamanya tak pernah ada cinta untukku. Di matanya hanya selalu ada cinta untukmu. Kini setelah kamu pergi, kamu minta aku untuk mengatakan padanya bahwa kamu mencintainya? Bodoh sekali. Jika kamu peduli padanya, saat kamu berada di dekatnya kamu katakan itu padanya. Bukan disaaat kamu telah menyesalinya, kamu baru mau menebus semuanya. Kamu keterlaluan sekali, Rani. Kamu pikir, kamu telah berbuat baik padaku, saat kamu sembunyikan perasaanmu padanya dan bersikap kamu seolah mendukungku untuk mendapatkannya. Kamu sangat jahat Rani. Kamu telah menjadikan aku orang yang paling buruk diantara kalian." Mitha mengeluarkan isi hatinya yang selama ini ia simpan.
Untuk sesaat Rani tertegun. Mitha benar. Dia adalah orang yang paling buruk. Dulu dia mempermainkan perasaan Mitha dan kini dia malah ingin memanfaatkan Mitha untuk kepentingannya. Rani teringat pada sosok itu. Ini memang tidak mudah.
"Aku tidak akan kembali lagi. Aku mohon bantu aku, Tha. Ini semua demi Raka. Dia harus tahu segalanya supaya dia bisa melupakan aku. Setelah dia lupa padaku, maka aku yakin dia akan kembali padamu. Aku mohon untuk sekali ini saja, bantu aku Mitha." Rani terlihat mulai putus asa untuk memohon pada Mitha. "Jika aku ditakdirkan bersamanya maka aku tidak akan meninggalkannya. Itu artinya hanya kamu, Mitha. Hanya kamu yang bisa membantu aku dan dia. Aku tidak bisa menolak takdir. Begitu juga denganmu, kan? You're My Destiny. Kamu ingat buku itu? Aku mohon padamu, perlihatkan itu pada Raka. Setelah itu, aku yakin dia akan menerimamu disisinya. Cinta itu tidak memberikan kesulitan, tapi aku hanya bisa menyakitinya. Aku juga menyakitimu. Maafkan aku, Mitha."
__ADS_1
Rani menghilang dari mimpi Mitha karena Mitha terbangun dari tidurnya. Kepalanya terasa sangat pusing. "Kamu bohong, Rani. Bagaimana aku adalah takdirnya? Hanya kamu takdir Raka." Mitha bergumam dan mengusap kepalanya yang terasa sangat sakit.
Roh Rani masih berada di sekitar Mitha. Ia juga mendengarkan Mitha mengatakan hal itu. Rani terlihat sedih dan menyesal. Dia hanya berharap Mitha dapat membantunya, semoga Mitha mau memberikan buku itu pada Raka. Tapi dia melupakan satu hal, ia melupakan perkataan yang ingin disampaikan Ari untuk Mitha. Dia tidak sempat memberitahukan Mitha permintaan Ari.