Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian

Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian
Aku (Tidak) Baik-Baik Saja


__ADS_3

Keadaan Rani sudah mulai membaik. Namun pikirannya saat ini masih terganggu dengan reaksi Mitha yang sepertinya baik-baik saja. Mana mungkin ia baik-baik saja setelah melihat Raka perhatian dengan sahabatnya sendiri. Ia harus segera menemuinya.


Setelah mencari-cari keberadaan Mitha. Akhirnya Rani bertemu dengannya. Ia masih belum beranjak dari posisinya setelah ditinggal bicara oleh Kevin tadi. "Mitha kamu baik-baik saja?" Rani mendekat dan meraih bahu Mitha.


Merasakan ada yang menyentuhnya, Mitha menoleh, "Rani ... Kamu kenapa di sini, bukankah seharusnya kamu beristirahat?"


"Aku baik-baik saja, apa kamu baik-baik saja?" tanya Rani yang melihat wajah Mitha sedang tidak karuan. Kemudian Rani duduk di sebelahnya.


"Aku ... Aku baik-baik saja, Ran." Mitha gugup menutupi kondisinya yang tengah tidak baik setelah mendengar perkataan Kevin tadi.


"Mitha, maaf." Rani menyentuh punggung tangan Mitha. "Untuk apa?" ucap Mitha.


"Atas kesalahpahaman yang sudah terjadi," Rani berterus-terang. "Salahpaham ... Apa maksudmu?" Mitha kembali bertanya.


"Raka dan aku ..." Rani tersendat, "Ada apa dengan kalian?" Mitha meneruskan.


"Tidak ada apa-apa di antara kami, Tha. Aku sudah memintanya untuk tidak mendekatiku, tapi dia selalu saja mengikutiku. Maafkan aku, jika kamu salahpaham atas apa yang sudah terjadi. Aku tahu kamu sangat menyukainya." Rani mencoba untuk menjelaskan.


"Aku tidak akan mungkin salahpaham denganmu, Ran ... Kamu satu-satunya sahabatku." ucap Mitha dan Rani langsung memeluknya, "Terimakasih, Tha."

__ADS_1


"Tapi, Ran ... Apa kamu pernah menyukai Raka bahkan untuk sedikit pun?" Mitha memberanikan diri bertanya.


Pertanyaan yang tiba-tiba saja terlontar dari Mitha membuat Rani teramat kaget. Bagaimana bisa Mitha berpikir kalau dia menyukai Raka padahal ia sudah berusaha untuk tidak memperlihatkannya?


"Aku ... Tidak pernah menyukainya bahkan sedikitpun," Rani dengan cepat memberikan jawaban. Suaranya terdengar gemetar mengucapkannya.


"Apa kamu yakin?" Mitha ingin memastikan. "Aku tahu perasaanmu padanya sangatlah tulus dan besar ... Bagaimana mungkin aku menyukai orang yang sama dengan sahabatku? Itu mustahil, kan" jawaban Rani menenangkan Mitha. Namun ia masih saja terpikirkan dengan yang diucapkan oleh Kevin. Bahwa sebenarnya mereka saling menyukai.


"Ran, aku masih ingin sendirian ... Tidak apa-apa kan kalau kamu meninggalkanku sebentar?" Mitha meminta Rani untuk pergi.


"Kamu yakin tidak apa-apa?" Rani kembali memastikan. Ia khawatir, kenapa Mitha ingin sendirian. Mitha mengangguk. Kemudian Rani pergi meninggalkannya.


Rani, Raka, Kevin dan dirinya. Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Ini sungguh membingungkan bagi Mitha. Semua pertanyaan, semua kebingungan berputar-putar di kepalanya. Ia benar-benar terpuruk setelah mendengar perkataan Kevin. Meskipun ia sudah memeriksanya langsung kepada Rani tetap saja jawaban dari Rani tak memuaskan baginya. Mitha menenggelamkan wajahnya dalam kedua telapak tangannya. Hingga tak berapa lama kemudian, seseorang datang lagi menghampirinya.


Orang itu datang mendekati Mitha. Melepas tangan Mitha yang menutup wajahnya. Menurunkan kedua tangan itu dari wajahnya. "Mitha coba perlihatkan, seberapa buruknya kamu?" Ia memperlihatkan wajah tampannya ke arah Mitha dan hal itu langsung membuat Mitha terkejut.


Ia sadar dengan siapa ia bicara. "Raka?" Langsung ia menarik tangannya dan mengusap matanya. Ia tidak ingin terlihat buruk di hadapan Raka. Hampir saja air mata jatuh bergulir membasahi pipinya yang chubby.


"Sudah aku perhatikan ... Tidak ada yang buruk," Raka memberinya senyum menenangkan.

__ADS_1


"Maafkan aku, Aku terdengar kasar barusan" Mitha memohon maaf. "Tidak masalah, Tha ... Sesekali kamu memang harus meluapkannya." ucap Raka menghiburnya.


"Sedang apa kamu disini?" tanya Mitha. "Aku dari tadi mencarimu, tapi tidak ketemu ... Terus Kevin bilang kamu ada di sini, yasudah aku samperin. Apa kamu baik-baik saja?" jawab Raka.


Ia menemui Mitha karena disuruh oleh Kevin. Ia mengatakan padanya kalau Mitha sedang butuh hiburan. Berkat ucapan Kevin, dia seperti ditampar oleh kenyataan. "Apa Kevin mengatakan sesuatu?" Mitha bertanya penasaran.


"Tidak ada. Apa yang seharusnya Kevin katakan?" ujar Raka membuat Mitha lega. Untung Kevin tidak memberitahukan yang sebenarnya. Mitha menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan. Ia kira Kevin sudah memberitahu Raka kalau dirinya sebenarnya sudah tahu kalau Raka memiliki perasaan dengan sahabatnya.


Kemudian Raka mengejutkannya, "Sebenarnya Kevin bilang sesuatu—" Raka memasang wajah murung. Mitha merasa cemas tapi ia berusaha menutupi ketakutannya, "Apa?"


"Dia bilang aku tidak cocok menjadi pacarmu karena aku tidak berguna sebagai pacarmu ... Katanya aku lebih sering mengabaikanmu dan sering membiarkanmu sendiri seharusnya aku lebih perhatian, kita kan sepasang kekasih yang sedang kasmaran. Tapi yang ada kita malah terlihat saling menjaga perasaan satu sama lain. Dia bilang aku sudah menyakitimu sebagai seseorang yang seharusnya memperhatikanmu. Apa kamu merasa aku sudah keterlaluan padamu?" kalimat yang sebenarnya adalah dari hatinya sendiri bukan dari Kevin.


"Apa?" Mitha terkejut karena yang diucapkan Raka berada di luar dugaannya. Ternyata Kevin tak memberitahu Raka yang sebenarnya.


"Jika kamu tidak nyaman denganku, jika kamu bisa menemukan yang lebih baik dariku, sebaiknya kamu tinggalkan aku saja. Aku sepertinya memang sudah sangat keterlaluan padamu." lanjut Raka berharap Mitha bisa melepaskannya.


"Aku tidak bisa melepaskanmu jika itu alasanmu, aku tidak masalah seperti apa kamu memperlakukanku ... Aku masih nyaman denganmu ... Aku takkan memutuskan hubungan ini jika bukan kamu yang melakukannya. Biarlah orang lain berkata apa. Hubungan itu kan kita yang menjalaninya. Kita tidak perlu mengumbar dan memperlihatkan pada mereka seperti apa hubungan kita. Itu yang malah akan membuatnya semakin tidak bagus karena kita akan selalu jadi pembicaraan orang-orang. Apa kamu merasa tidak nyaman dengan itu? Apa kamu ingin mengakhirinya?" Kini Mitha yang balik bertanya.


Raka dilema. Bagaimana ia akan memutuskan Mitha. Ini diluar dugaannya. Ia ingin Mitha yang melepaskannya. Tapi kenapa Mitha malah menyerahkan keputusan itu padanya? Hubungan mereka akan semakin sulit untuk terus dijalankan. Harusnya ia beritahu saja langsung kebenarannya. Semakin lama ia bertahan itu malah semakin membuatnya susah untuk melepaskan.

__ADS_1


*****


Berikan cinta kalian dengan LIKE, KOMENTAR, VOTE dan FAVORIT jika kalian tidak mau ketinggalan updatenya.


__ADS_2