Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian

Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian
Kevin pun Sedih....


__ADS_3

Raka takkan mau pergi bersamanya. Akhirnya Kevin memutuskan untuk pergi sendiri. Ia sengaja berkunjung ke tempat ini untuk menyapa sahabatnya yang sudah pergi. Sesampainya di tempat itu, Kevin menatap tulisan yang tertera disana "RANIA SAPUTRI"


Ia menatapinya dalam waktu lama. Tak mampu terucap sepatah kata pun dari bibirnya. Mulutnya terkunci dan matanya terasa panas karena menahan air mata yang hendak jatuh. Ia memutuskan turun ke posisi berjongkok dan memegangi media dimana tulisan itu berada. Angin berhembus lembut.


"Kenapa bisa secepat ini? aku tak percaya ini terjadi padamu, padahal cerita kalian baru saja akan dimulai. Kenapa harus kau yang memendam semuanya? Kenapa harus kau yang berkorban demi perasaan bodoh itu? Kenapa kau harus menyembunyikan itu padanya? Kenapa kau tidak pernah memberinya kesempatan dan selalu saja mendorongnya menjauh?" Bertubi-tubi pertanyaan di timpakan Kevin kepada perempuan yang meninggalkan kekasihnya.


"Kini, Kau pasti bisa lihat dari sana. Betapa menderitanya dia tanpa dirimu. Ia bisa hidup dengan kebencianmu, tapi dia tak bisa hidup tanpa hadirmu, Bagaimana ia akan melanjutkan hidupnya?" Kevin putus asa untuk bertanya


Lalu Kevin mengangkat kepalanya keatas, mengadahkan kepalanya menatap langit. Matanya makin panas. Tak sanggup lagi ia menahan dan melihat sahabatnya tersiksa. Matanya mulai berkaca-kaca. Angin bertiup kencang, menyapu dedaunan kering yang tergeletak. Menerbangkannya hingga menari-nari terbawa angin. Seperti ada sosok yang mendengarkan keluhan Kevin.


Kehangatan angin itu merasuk ke pori-pori Kevin. Merinding rasanya angin itu menyapu kulitnya. Seperti ada seseorang yang hadir ingin menjawab dan menjelaskan pada Kevin apa yang menganggunya selama ini. Jawaban atas kepercayaannya terhadap kisah cinta sahabat nya, Rani dan Raka.

__ADS_1


Perasaan mereka sangat dalam hingga takkan sanggup orang mampu seperti itu.


"Aku yakin kamu tenang disana, tengah memperhatikan kami dan tentu saja kamu akan selalu menunggu Raka dalam kebahagiaan yang hakiki." Kevin hendak meninggalkan tempat itu.


Setelah cukup lama menatap langit, akhirnya air mata itu bergulir. Ia langsung mengusapnya. Tak seharusnya pria sejati menangis. Banyak hal lagi yang ingin ia ungkapkan. Sebab ia tak pernah mengucapkannya. Banyak hal yang ingin ia tuntut kepada orang yang memiliki nama yang tertulis di batu ini. Namun hal itu takkan berarti apa-apa lagi. Pemilik nama ini, pemilik kisah ini meninggalkan kekasihnya yang sengsara didalam cinta. Menyakiti kekasihnya hingga akhir. Menyembunyikan perasaannya hingga akhir.


Kisah cinta ini benar-benar tragis. Benar-benar menghancurkan hati siapa saja yang tahu dan mengerti tentang ini. Namun Raka masih tak bisa menghapusnya. Dia masih saja terus memikirkan dan merindukan kekasih hatinya.


Lalu Ponsel Kevin bergetar. Tampak satu pesan masuk.


Pesan dari Raka yang menginginkan bertemu. Entah apa yang akan Raka lakukan kali ini?

__ADS_1


******


(Di kampus)


Raka mencari-cari keberadaan Kevin. Ia melupakan bahkan tidak membaca pesan yang dikirimkan Kevin padanya tadi pagi. Raka sempat berpapasan dengan Mitha. Namun ia hanya menghiraukan. Sikap Raka pada Mitha memang kadang-kadang aneh. Kadang dia menerima namun tak sering juga ia akan mengacuhkan Mitha.


Apa yang pernah terjadi dengan Mitha ia hapus dalam ingatannya. Kebohongan, kepura-puraan dan permainan hati yang ia lakukan lenyap sudah dalam pikirannya.


Jika orang lain memperhatikan mereka dan mengetahui hubungan yang pernah terjadi dengan mereka, pasti akan menganggap Raka telah kehilangan ingatan atau orang akan berpikir hubungan Raka dan Mitha berakhir karena sebuah pertengkaran yang luar biasa sehingga Raka enggan untuk didekati Mitha. Tapi orang tak begitu tertarik dengan kisah mereka.


Mitha tak apa-apa dengan hal itu. Ia baik-baik saja diperlakukan begitu oleh Raka. Ia paham akan situasi saat ini. Raka sangat terpuruk dan terpukul dengan kenyataan yang menimpanya.

__ADS_1


"Aku tahu, aku memang penghalang diantara kisah kalian. Jika aku tidak ada, aku yakin kalian akan bersama. Aku memang egois dengan perasaanku padamu, hingga aku tak bisa memikirkan perasaan sahabatku, Rani adalah sahabat yang baik bagiku, tapi aku tak bisa menjadi sahabat yang baik baginya." Batin Mitha berkata.


Namun bukan salahnya cinta itu muncul, sebab cinta itu tak bisa disalahkan. Bahkan dalam hubungannya dengan cinta, apapun bisa di halalkan.


__ADS_2