Become A Hero

Become A Hero
Liburan Bersama Keluarga


__ADS_3

Setelah Rito bercerita cukup panjang kepada mereka tentang dirinya di saat masih di akademi vellenia.


Tetsuya beserta lainnya, mendengarkan cerita sambil memakan cemilan yang sudah di siapkan oleh nya.


"Begitu nya, memang di waktu dulu banyak orang yang suka membuat onar. Aku saja selalu sedikit menghindar dari masalah itu." ujar Tetsuya.


"Hah, mereka benar-benar memandang rendah dan membanding-bandingkan dengan status sosial mereka yang begitu tinggi, tentu saja karena mereka adalah golongan keturunan bangsawan secara langsung." Ken membalas perkataan Tetsuya.


"Sudah-sudah, tentu aku juga setuju dengan perkataan Tetsuya dan Ken, tetapi itu sudah terjadi dulu. Sebaik nya kita tidak terus membahas masa lalu sekarang," ucap koyuki yang ingin menyudahi perdebatan mereka berdua.


"Huh, kalian masih saja bersikap santai sekarang. Aku terlalu lelah sekarang, terlebih sewaktu-waktu Lina menyuruh ku untuk mengasuh anak, agak sedikit merepotkan!" keluh Rito dengan kondisinya saat ini.


"Ya- mau gimana lagi, itu kan sudah jadi tanggung jawab sebagai orang tua bukan, kamu sekarang sudah menjadi ayah dari anak itu." balas koyuki dari keluh resah Rito.


"Hahaha, sebenarnya aku iri padamu, kamu saja udah dapat wanita sebelum aku menemukan wanita milik ku. Yah, sungguh iri nya," bisik Ken sambil memainkan gerakan aneh milik nya kepada mereka.


Rito merasa sedikit malu pada dirinya, ia tetap diam karena memang itu adalah kenyataan nya saat ini.


Ketukan pintu terdengar dari belakang pintu, Rito yang melihat Lina berdiri di belakang pintu, dengan cepat memikirkan solusi untuk dirinya yang sedang di permalukan oleh teman nya.


Memutuskan untuk menghampiri Lina dengan alasan memiliki urusan dengan nya, tetapi memang Lina sedang memerlukan Rito saat ini.


Lina menarik lengan Rito tepat saat ia membukakan pintu nya, berjalan sedikit cepat pergi ke sebuah ruang kamar tidur milik Lina.


"Ada apa? kenapa kamu terburu-buru?"

__ADS_1


Rito menutup pintu dengan paksa, sehingga Lina merasa terkejut dengan suara tutupan pintu yang lumayan keras terdengar di telinga.


Tatapan Lina semakin tajam ke arah wajah Rito, tiba-tiba suara anak menangis di dalam tempat tidur karena suara hantaman pintu tersebut.


Mereka berdua bergegas menghampiri nya, Lina menyuruh Rito untuk duduk di samping nya sambil menemani nya yang sedang memberi susu pada anak nya.


"Yah, setidak nya di sini sedikit tenang, di bandingkan di sana." gumam Rito.


Rito yang lupa tentang nama anak nya saat ini, tetapi ia sedikit ragu-ragu untuk bertanya kepada Lina saat ini.


Mungkin menunggu sampai dirinya selesai memberi nya air susu pada anak itu.


Waktu terus terlewati sampai ia mengantuk di tempat tersebut, kepala Rito membaringkan nya di tepi tempat tidur.


Lina mencoba membawa Rito untuk di baringkan di atas tempat tidur bersama anak nya yang sedang tertidur.


Mereka pun tidur bersama sampai saat waktu pagi tiba, sedangkan Koyuki beserta yang lain nya pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


Keesokan hari nya...


"Oh sayang, di mana kamu berada," ucap raja yang menyeringai sambil berjalan menuju ke kamar Lina.


Istri raja tertawa pelan sambil menutupi mulutnya dengan kipas lipat di tangan nya.


"Seperti anak kecil saja, hehe."

__ADS_1


Edward Elgris sedikit samar mendengar ucapan di belakang nya, tetapi ia tetap mengabaikan suara tersebut dan tetap berjalan menuju ruangan Lina.


Raja dan istri nya tiba di depan pintu, kemudian sang raja mengetuk pintu secara perlahan sebanyak 3 ketukan.


Lina terbangun dari tidurnya, mendengar suara ketukan pintu di samping nya, ia mendekat dan membuka kan pintu tersebut.


"Ada apa ayah? kenapa kalian berdua di sini pagi-pagi?" tanya Lina.


"Itu... itu-itu!"


Istri yang sedikit kesal dengan ucapan terbata-bata, ia menginjak kaki nya ke kaki Edward dengan hentakan kuat.


Edward sang raja merasa sakit, kemudian mengangkat kaki sebelah ke atas sambil meniup kaki nya yang merasa sakit.


Pembicaraan itu di ambil alih oleh istri sang raja kepada putrinya Lina.


"Lina, apa kamu mau berlibur bersama suami mu itu? sudah lama kamu tidak bersamanya bukan. Ini adalah waktunya untuk bergerak mengerti." ujar ibu Lina.


"Eh, liburan!" ucap Lina terkejut mendengar saran secara langsung dari ibunya.


"Kenapa kamu terkejut? satu jam dari sekarang, kamu harus bersiap mengemas barang-barang mu sekarang, jangan lupa beri tahu padanya. Karena sekarang mumpung masih ada waktu sebelum dia pergi kekaisaran." ujar ibu Lina.


"Baiklah kalau ibu yang meminta." balas Lina.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2