Become A Hero

Become A Hero
Keinginan Keluarga Kerajaan


__ADS_3

Di dalam kerajaan delona....


"Hei coba lihat yang di sana! banyak sekali para petualang datang ke sini! apa mereka bala bantuan?" ucap orang warga yang sedang melintas.


"Yang benar saja! bukan nya pertempuran sudah usai sebelumnya!" balas orang warga yang kebetulan berdiri di samping warga tersebut.


Seluruh pasukan kerajaan berbaris mengantar kedatangan tuan putri beserta para petualang yang mengikutinya dalam pengawalan nya.


Banyak warga penduduk yang antusias menonton pengawalan tuan putri ke dalam istana kerajaan.


"Apa ini memang sambutan langsung dari warga ini, atau kita hanya di jadikan tontonan semata untuk mereka!" Geriel menatap mereka  di dalam kereta kuda.


"Diam adalah yang paling efektif untuk sekarang!" balas teman petualang yang berada di samping Geriel.


Beberapa menit kemudian....


"Putri ku, kenapa kau kembali? tapi syukurlah kau selamat saat dalam perjalanan pulang!" ucap raja itu sambil memeluk putri nya yang sedang khawatir.


"Aku khawatir dengan kerajaan ini, sekaligus ayah dan ibu  yang sedang dalam kesusahan saat peperangan tersebut, kenapa kalian menyembunyikannya kepadaku?" balas Lina sambil pergi ke ibunya.


"Maaf menggangu yang mulia raja kita....!" ucap Geriel kepada raja yang sedang reuni keluarga.


"Ya aku tahu!! pengawal, tolong bawakan kotak harta di ruangan harta di sana dan tolong bagikan secara rata kepada para petualang yang sudah membantu putriku ini," ucap raja itu kepada pengawal yang berada di samping nya.


"Siap yang mulia raja!" pengawal itu pergi sambil meminta beberapa teman nya untuk membantu mengangkat kotak harta dari dalam ruangan harta kerajaan.


"Kalian boleh beristirahat di dalam jika kalian mau, aku mau mempersiapkan acara makan terlebih dahulu untuk keluarga ku yang baru sampai sekarang. oh benar juga! di mana tunangan mu sekarang Lina?" tanya raja kepada putrinya.


"Itu...," Lina mengedipkan matanya kepada Kanzaki Rito yang berada di depan matanya.


"Mau bagaimana lagi? sebaiknya ku turuti saja kemauan Lina sekarang!" Kanzaki Rito perlahan datang menghampiri Lina yang sedang di dekat raja.


"Lina, siapa pria itu? kenapa dia datang seolah-olah dia itu sudah tinggal di tempat ini?" raja itu menunjuk Kanzaki Rito yang sedang menghampiri Lina.

__ADS_1


"Dia itu tunangan ku ayah, apa ayah lupa siapa dia? hanya warna rambutnya saja yang berbeda!" Lina menjelaskan secara singkat kepada ayah nya.


"Benarkah! ternyata Shin rupanya, maaf aku tidak tahu siapa kau tadi!" ucap raja sambil menepuk pundak Kanzaki Rito.


"Ayah! sebenarnya dia bukan Shin, nama aslinya Kanzaki Rito, dia menyembunyikan nama aslinya untuk menghindari musuh yang mendapatkan informasi dari dirinya," balas Lina kepada ayahnya yang tidak tahu nama asli nya.


"Tidak apa! ini hanya kesalahpahaman saja!" Kanzaki Rito merendahkan hatinya kepada raja.


"Bukan nya sudah aku bilang, sekarang kau sudah bagian dari keluarga kerajaan, kenapa kau selalu merendah kan diri?" balas raja kepada sikap Kanzaki Rito.


Kanzaki Rito hanya terdiam mengangguk setelah percakapan sang raja selesai, ia di bawa oleh sang raja ke ruang makan yang sudah di siapkan olehnya.


Padahal sebelumnya juga, acara makan sudah pernah di lakukan di tempat terbuka, dan lagi-lagi acara makan, terlebih lagi dengan keluarga kerajaan.


Tentu saja Kanzaki Rito tidak bisa menolak ajakan tersebut dan langsung mengikutinya sesuai keinginan mereka.


Di ruang makan keluarga kerajaan....


Setelah mereka selesai di memakan hidangan yang sudah di sajikan oleh koki ternama di kerajaan.


"Oh putriku yang sangat cantik! apa kau menyukai perjalanan bersama mereka?" raja itu bertanya kepada Lina.


"Tentu saja ayah, terlebih kita sudah pernah menjelajahi sebuah dungeon dengan tingkat bahaya yang lumayan rendah, terlebih lagi Kanzaki Rito atau lebih tepatnya suami ku ini sangat kuat!" Lina memuji Kanzaki Rito yang memiliki kehebatan di bidang nya.


"Oh! benarkah itu, tapi ada sesuatu yang sangat aneh dalam pertempuran sebelumnya. Apa kalian yang menghabisi seluruh pasukan musuh yang bersembunyi di markas mereka?"


Raja sangat penasaran dengan siapa seseorang yang membantu peperangan tersebut sampai terselesaikan dengan cepat dalam 1 hari.


"Kukira ayah yang melakukan serangan kejutan itu! lalu siapa yang membantu kita?" Lina bertanya balik kepada ayah nya.


"Entahlah putri ku," balas raja kepada putrinya.


"Apa kalian sudah melakukan hal malam itu bersama?" tanya ibu nya soal hubungan Lina dan Kanzaki Rito.

__ADS_1


"Hah! kurasa belum!" Lina meringkuk malu saat di tanya oleh ibunya.


"Lah, padahal aku berharap mendapatkan cucu ku segera, tapi kalau kalian belum  melakukan itu membuat hati ku kecewa!" ibu Lina menutup wajahnya karena sedikit kecewa dengan hubungan mereka berdua.


"Kanzaki Rito! tatap mata ku sekarang!" mata sang raja sekaligus ayah Lina yang serius dengan permasalahan tersebut.


"Baik!" tubuh Kanzaki Rito bergetar ketakutan melihat tatapan yang sangat serius seolah dirinya sedang marah.


"Mulai hari ini! mulai malam ini! kalian berdua akan tidur dalam satu kamar dan di kunci semalam, dan lakukan hal itu secara langsung mengerti, atau aku perlu memberi kalian sedikit bantuan dengan obat kejantanan!" tegas sang ayah kepada mereka berdua.


Lina dan Kanzaki Rito bingung harus berkata apa di depan orang tua nya Lina, mereka berdua harus melakukan keinginan kedua orang tua itu untuk memuaskan rasa keinginan nya.


"Bagus, kalau kalian berdua hanya diam, maka ku anggap kalian berdua setuju. Oh sayang, kita sebentar lagi akan mendapatkan penerus tahta kita sekarang,"  ucap raja sambil menenangkan istrinya yang sedang kecewa.


"Akhirnya, keinginan kita sudah terpenuhi, apa kita harus menyiapkan kamar khusus sekarang?" istri sang raja bersemangat setelah perkataan sang raja.


"Tentu, ayo kita belikan beberapa barang untuk cucu kita sekarang," ucap raja sambil membawa istrinya pergi meninggalkan Lina dan Kanzaki Rito di ruang makan.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang Lina?" Kanzaki Rito panik karena mental hatinya masih belum siap melakukan nya.


"Tenang saja, aku punya rencana nanti malam, sayang hanya perlu mengikuti arahan yang aku berikan nanti mengerti!" saran Lina untuk menenangkan Kanzaki Rito yang sedang panik.


"Kamu yang terbaik Lina!" secara tidak sengaja Kanzaki Rito memeluk Lina.


"Hmm, bisakah kita melepasnya! aku sedikit mau soal ini," wajah Lina memerah dan terdiam saat di peluk oleh Kanzaki Rito.


"Maaf, aku terlalu bersemangat tadi!" Kanzaki Rito melepaskan pelukan nya dari Lina.


"Oke!" balas Lina yang masih sedikit malu.


"Sekarang apa kita boleh keluar dari ruang makan ini? kita harus mendapatkan udara segar sekarang, ini bisa membuatku sakit kepala memikirkan nya," ucap Kanzaki Rito sambil mencari alasan lain.


"Tinggalkan saja, ini nanti akan di bereskan oleh pelayan nanti," balas Lina kepada Kanzaki Rito.

__ADS_1


Mereka berdua meninggalkan ruang makan untuk menghilangkan beban pikiran mereka, entah apa yang akan terjadi di waktu malam tiba.


Bersambung.....


__ADS_2