
Di guild tentara bayaran...
"Hei-hei, coba lihat di sana, ternyata bocah itu berhasil membawa kepala ogre dengan cepat. Pasti mereka sangat kuat sampai tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan kepala ogre," pria tua itu berbicara pada teman di sampingnya.
"Dugaan mu memang tidak salah, mereka akan sangat hebat di masa depan nanti," pria di samping pria tua membalas ucapannya.
"Ini kepala ogre yang di minta paman," Tetsuya memberikan semua kepala ogre kepada pria botak tersebut.
"Coba kulihat! ini memang kepala ogre, tapi kenapa jumlahnya lebih satu?" pria botak bertanya pada mereka.
"Salah satu temanmu berada di luar guild tentara bayaran," Tetsuya membalas ucapan pria botak.
"Hmm, ini 6 lencana tentara bayarannya. kalau kalian mencari mis, ada di sebelah kanan sana, tapi jangan terlalu berharap mendapatkan misi dengan bayaran tinggi," pria botak itu menunjukan tempat papan misinya.
"Terima kasih paman, kami akan ke sana dan melihat apa aja misinya," Ken pergi ke papan misi bersama temannya.
"Apa sudah menemukan misi dengan bayaran tinggi?" Ichiro bertanya pada temannya.
"Di sini semua misinya tentang mencari tanaman obat!" balas Ken kepada Ichiro dengan raut waja kecewanya.
"Misi pencarian anak hilang. Apa kalian mau mengambil ini? terlebih bayarannya sebesar 5 gold," Tetsuya menawarkan misi yang baru saya ia temukan.
"Coba kulihat sini," Ken menghampiri Misi yang di sarankan oleh Tetsuya.
Pada akhirnya mereka penasaran dan melihat secara bersamaan misi apa tersebut. Misi itu menjelaskan bahwa anak keluarga kaya yang memimpin desa itu di nyatakan hilang kemarin, dengan imbalan 5 gold, dan hadiah tersebut bisa bertambah.
"Sepertinya ini bagus, apa kalian setuju untuk mengambil misi ini?" Tetsuya bertanya pada temannya.
____________
Semua temannya tenang tanpa membalas pertanyaan Tetsuya sebelumnya, tapi mereka serempak mengatakan 'tentu' sambil menepuk pundak Tetsuya.
"Kalau begitu," Tetsuya mengambil kertas misi yang berada di papan misi dan memberikannya ke pria botak tersebut.
"Aku ambil misi ini," Tetsuya menghantam kertas misi ke meja pria botak tersebut.
"Semangat sekali kalian, baik-baik kalian bisa pergi mencari anak hilang itu," pria botak itu men cap kertasnya.
Merek meninggalkan guild tentara bayaran dan pergi mencari anak yang hilang tersebut.
Di lain sisi...
__ADS_1
"Kak koyuki, di belakang kita ada seseorang yang mengikuti," Yui memegang erat kerah baju koyuki.
"Benarkah! pegang erat tanganku Yui!" bergegas pergi bersama Yui secepat mungkin meninggalkan seseorang yang di belakang mereka.
"Apa dia masih mengejar kita?" Yui bertanya secara tergesa-gesa pada koyuki.
"Kurasa mereka sudah jauh!" koyuki kehabisan nafas dan beristirahat di celah-celah gank desa.
Ketika mereka berdua sedang mengisi stamina, secara kebetulan seorang anak yang sedang bermain tiba-tiba di culik oleh seseorang, dan membawa mereka ke suatu tempat.
Koyuki yang tidak sengaja melihat pelaku penculikan tersebut, mereka memiliki tanda hitam bulat di beberapa bagian kepala.
Salah satunya tanda hitam bulat itu berada di bagian kanan hidung pelaku penculikan tersebut.
"Sebaiknya kita segera kembali ke teman dan memberitahukan apa yang terjadi," koyuki kembali ke penginapan.
Koyuki dan Yui berlari, di saat persimpangan desa mereka menabrak seseorang dengan keras sampai kedua belah pihak terlempar.
*Hei, lihat-lihat kalau jalan," koyuki mengkritik kepada seseorang yang menabraknya.
"Koyuki! kebetulan sekali, ini lencana tentara bayaran mu. ambil lah," Tetsuya memberikan lencana ke koyuki.
"Ternyata kalian, maaf aku tidak tahu. Oh! benar juga, tadi ada anak kecil yang di culik oleh mereka," koyuki bercerita singkat pada temannya.
"Apa! anak yang di culik kamu bilang. Kemana mereka pergi?" Ken bertanya tegas kepada koyuki.
"Di arah sana, tepatnya di jalan yang pernah aku lewati. Hei! mau ke mana kalian pergi," ucap koyuki kepada temannya yang sedang berlari melewati koyuki.
"Kalian berdua tetap di penginapan, dan jangan keluar sampai kita kembali!" Tetsuya menyuruh mereka berdua kembali ke penginapan.
"Cepatlah pulang. Ayo Yui kita kembali sekarang,"koyuki memegang tangan Yui dan kembali ke penginapan.
"Ya, kita akan masak apa di sana!" Yui bertanya pada koyuki di saat dalam perjalanan pulang.
"Mungkin kita akan membuat sup sederhana saja," balas koyuki pada Yui.
"Hah, sop saja, apa tidak dengan masakan lain?" Yui menolak pilihan masakan koyuki dan menyarankan masakan lain.
"Tenang saja Yui, aku akan membuat sop warisan keluarga, jadi rasanya bakal beda dengan yang lain," koyuki membalas ucapan Yui.
Di sisi lain...
__ADS_1
"Di mana mereka!" Ken berlari sambil melihat arah penculik tersebut.
"Mana aku tahu! coba tanya warga saja di sana," Ichiro memberikan saran pada Ken.
"Sudah tidak ada waktu, kalau kita bertanya satu persatu warga di sini, kemungkinan jejak penculik itu akan hilang," tegas Tetsuya membantah saran Ken.
"Lebih baik fokus mencari," ucap Akira tanpa berfikir panjang menyela pembicaraan mereka.
___________
Di saat yang bersamaan...
para penculik itu membawa korbannya ke sebuah rumah tua di dalam hutan.
Satu persatu korban di bawa masuk dari berbagai tempat desa. Baik itu anak, remaja, bahkan orang tua sekalipun mereka bawa ke dalam.
Para korban hanya bisa berteriak minta tolong di tempat tersebut, tapi sayangnya suara yang dia lontarkan tidak terdengar oleh semua orang.
Mereka pasrah menunggu berhari-hari, tapi tidak ada satupun orang yang menyelamatkannya.
Tidak hanya itu, mereka juga berpacu dalam waktu, karena secara perlahan satu orang setiap 1 hari sekali, membawa dia ke suatu ruangan gelap di depan pintu tersebut.
Ketika orang itu masuk ke dalam, seketika menjadi hening tanpa suara sedikitpun, lantas apa yang membuatnya menjadi menakutkan.
Mereka melihat orang yang di bawa masuk tiba-tiba keluar dari balik pintu seakan-akan tidak terjadi apapun padanya.
Korban meminta tolong pada orang tersebut, tapi dia tidak memberikan respon sedikitpun, dia hanya bergerak mengikuti si penculik keluar dari ruangan mereka di sekap.
Seorang anak kecil baru saja di masukan ke dalam penjara bersama korban lain, anak gadis itu bernama 'Lili' yang dalam keadaan hilang ingatan.
Ketika lili bangun dari tempatnya, ia melihat orang-orang menangis dengan menutupi wajah dengan tangan miliknya.
"Paman, bibi, ini dimana!" lili bertanya pada kedua orang itu.
"Entahlah nak, bibi juga tidak tahu," bibi itu memeluk lili yang sedang kebingungan.
"Sebaiknya kita berharap semoga ada seseorang yang akan menolong kita nanti," paman itu mengelus kepala lili dengan lembut.
"Kalau begitu, aku akan menunggu seseorang datang kemari," lili mempersatukan salah satu tangan bibi dan paman.
Bersambung....
__ADS_1