
Di pagi hari yang cerah....
"Hei kalian, cepat bangun dari tempat tidur kalian. Kesatria yang memesan armor itu datang sambil membawa adiknya sekarang, ternyata dia adalah kesatria elit dari kerajaan Olgras, terlebih lagi dia punya dukungan dengan gereja Amales di sana,"
G merasa sedikit tenang setelah tahu tindakan dirinya yang membuat kesatria itu puas akan hasil buatan G sebelum nya.
"Gereja Amales! apa maksud mu gereja yang sangat kuat, yang sering melakukan pembersihan iblis di sekitar tempatnya dan membuat rakyatnya mempercayai dewa sebagai harapan terakhir mereka!" Lina merasa terkejut mendengar perkataan G.
"Kau memang benar nona. Mereka adalah pasukan yang mengatas nama kan nama kan dewa 'Golomes'. dewa itu selalu tidak menyukai dengan nama nya penghianat, jika kita terikat oleh dewa Golomes dan menghianati nya maka sekali tangan dirinya bergerak, kita sudah di pastikan mati di tangan nya," G menjelaskan latar belakang gereja Amales kepada mereka.
"Sebaiknya kita ikuti saja perkataan paman G untuk sekarang," balas Kanzaki Rito kepada G sambil merapikan tempat tidur nya.
"Kalian cepat lah! kenapa kalian hanya melamun saja!" tegas G kepada mereka yang hanya diam di tempat.
Di luar rumah G....
Beberapa pasukan dengan armor berwarna putih mengelilingi rumah G, terdapat 3 orang yang berdiri di depan pintu termasuk kesatria sebelum nya yang pernah menjadi pelanggan di workshop G.
Beberapa warga yang sedang melakukan aktifitas seperti biasanya, mereka memberikan hormat kepada ketiga orang yang sedang berdiri di depan pintu.
Perlahan warga yang dekat dengan lokasi pasukan tersebut, mereka menjauh secara perlahan sampai tidak terjadi kontak langsung kepada nya.
Kesatria itu mengetuk pintu sebanyak 3 kali sebelum masuk ke dalam rumah G, hanya mereka bertiga yang masuk kedalam dan sisa nya menunggu di luar sesuai perintah dari kesatria tersebut.
G yang berlari dengan cepat membuka kan pintu untuk tamu yang baru saja datang ke tempat nya.
Hanya Kanzaki Rito yang berada di samping paman G saat ini untuk menemaninya duduk bersama tamu yang datang.
Sedangkan adik G membawa teman Kanzaki Rito ke tempat di mana tamu tidak bisa mendatangi nya.
__ADS_1
G melakukan itu untuk mencegah ada nya situasi yang tidak terduga akan terjadi nanti.
"Terima kasih, sebelum nya sudah membuatkan barang sesuai pesanan yang aku pesan, terlebih lagi adik ku ini sangat menyukai buatan anda saat ini," kesatria itu menunjukan adik nya di depan G dan Kanzaki Rito.
"Kau kah G yang terkenal itu, buatan mu sangat luar biasa, aku sudah mencoba dan mengetes secara langsung, hasilnya sangat luar biasa!" adik kesatria itu sangat bersemangat saat berbicara di depan G.
"Sebelum itu mari kita perkenalkan diri terlebih dahulu. aku libes, ini adik ku lives dan di sebelah sana bernama gomon," ucap libes sambil menunjukan mereka berdua kepada G dan kanzaki Rito.
"Aku Gomon, kesatria gereja Amales. Salam kenal G," gomon membungkuk kan kepala nya kebawah.
"Di sebelah ku ini bernama Kanzaki Rito, dia yang mengambil material yang di inginkan oleh libes sebelum nya," ucap G sambil memperkenalkan Kanzaki Rito kepada mereka berdua.
"Itu berarti! ini hadiah untuk mu, terima lah!" tatapan lives yang serius saat memberikan hadiah untuk Kanzaki Rito.
"Owh, kau sungguh beruntung Kanzaki Rito, cepat buka aku penasaran dengan isi di dalam kotak itu sekarang!" G merasa penasaran dengan hadiah yang di dapatkan oleh Kanzaki Rito.
"Astaga!" Kanzaki Rito yang membuka isi hadiah yang di berikan oleh lives sebelum nya, ia mendapatkan sebuah Ring of dragon eys.
Terlebih kemampuan tersebut sangat menguntungkan jika berhadapan dengan lawan yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan pikiran lawan.
"Apa kau menyukainya? ring of dragon eys itu ada 2, yang kau pegang itu mata kanan dari naga nya," lives menunjukan jarinya ke cincin yang di pegang oleh Kanzaki Rito.
"Ini sangat berguna sekali, terima kasih kembali," ucap Kanzaki Rito sambil menggenggam cincin tersebut dengan tangan nya.
"Ini masalah sebenarnya, bisakah G membuatkan 50 armor untuk pasukan ku, tenggat waktu nya 3 Minggu dari sekarang," tegas libes kepada G.
"Itu sungguh permintaan yang sulit dengan batas waktu 3 Minggu. akan ku coba buat sebisa mungkin, maaf saja jika jumlah barang yang di minta tidak sesuai," ucap G yang sedikit ragu akan permintaan yang di berikan oleh libes.
"Tidak masalah, akan ku bayar sesuai jumlah yang sudah di buat oleh mu nanti. Kalau begitu aku undur diri," ucap libes yang menggeser kursinya ke belakang.
__ADS_1
Mereka meninggalkan ruangan dengan sopan layaknya orang bermartabat, tetapi itu berbeda dengan adiknya yang selalu bersemangat apapun yang dia sukai.
Pasukan yang menunggu mulai pergi meninggalkan rumah G secara perlahan. G yang memiliki pesanan yang banyak dari libes dalam jangka waktu 3 Minggu dari sekarang.
"Karena tamu sudah pergi, sebaiknya aku panggil adik ku untuk membantu pembuatan armor pesanan pelanggan," G pergi menaiki anak tangga untuk datang menghampiri adiknya yang sedang bersembunyi.
"Apa sudah selesai kakak? terlihat dari wajahnya berarti orang itu sudah pergi," ucap adik G yang menebak raut wajah nya.
"Bisa kamu bantu aku sekarang selama e Minggu, kita punya pelanggan besar sekarang, tetapi pesanan itu sedikit mustahil di selesaikan dalam kurung waktu segitu," balas G kepada adiknya.
"Apa lagi yang di tunggu? waktu kita tidak boleh terbuang sia-sia sekarang," adik G bergegas pergi ke workshop G.
"Bagus, semangat mu aku terima," G menyusul adiknya dengan cepat pergi ke workshop miliknya.
"Sepertinya mereka akan sibuk sementara waktu," ucap Kanzaki Rito yang baru datang ke tempat mereka bersembunyi.
"Apa yang sedang terjadi di bawah sana?" koyuki penasaran dari pembicaraan G dan adik nya.
"Ada seorang kesatria sebelumnya yang pernah datang untuk meminta buatkan armor. Ken dan tetsuya sudah pernah melihatnya bukan," Kanzaki Rito menjelaskan apa yang terjadi di bawah.
"Oh orang itu rupanya," ucap tetsuya.
"Dia rupanya," ucap Ken.
"Lina kemarilah, ada ada cincin untuk mu. pakailah sekarang di tangan kanan mu dan jangan melepasnya," Kanzaki Rito menunjukan cincin tersebut di hadapan mereka.
"Heh, kau tahu juga arti romantis rupanya!" koyuki menyindir Kanzaki Rito.
"Tidak ini memiliki efek khusus untuk kebal terhadap serangan mental, kalian jangan salah paham," Kanzaki Rito membenarkan apa yang terjadi sekarang.
__ADS_1
"Terima kasih sayang! akan aku jaga cincin ini dengan baik," wajah Lina memerah setelah memakai cincin pemberian Kanzaki Rito.
Bersambung.....