
Di istana kerajaan delona....
Seluruh bangsawan berbaris memenuhi kedua sisi samping di dalam istana raja, dua kesatria yang memegang pedang di sisinya, menjaga pintu masuk istana raja dengan tatapan serius di segala arah.
Shin beserta temannya termasuk Lina datang menghampiri dua kesatria tersebut sambil memberikan sebuah surat yang di berikan langsung oleh sang raja setelah dia meninggalkan acara tersebut.
Mereka semua di izinkan masuk kedalam istana, suara terompet sambutan terdengar di saat bersamaan mereka datang.
Barisan kedua sisi yang di isi oleh bangsawan tinggi mulai memberikan hormat mereka kepada Shin yang hendak mendekati sang raja yang sedang duduk.
"Salam yang mulia," Shin membungkuk beserta temannya kepada sang raja.
Wajah sang raja yang masih pusat soal anak putrinya tiba-tiba menghilang dalam beberapa hari yang lalu.
Dirinya selalu merenungkan tindakan dulu untuk menjodohkan putrinya dengan putra mahkota dari kekaisaran.
"Oh! kau rupanya sang pahlawan!" sang raja lesu tidak semangat tetapi dirinya tetap melakukan tugas sebagai raja kerajaan delona.
"Benar yang mulia," Shin menjawab perkataan dari sang raja dengan sopan.
"Hei kau yang memakai penutup kepala! cepat buka dan hormati yang mulia raja," salah satu pengawal raja sedikit curiga dengan Lina yang menyembunyikan wajahnya.
"Tidak apa! mungkin dia memiliki alasan tersendiri untuk melakukannya," yang mulia raja itu membiarkan tuntutan dari pengawal pribadinya.
Perlahan Lina membuka penutup kepalanya, sang raja tiba-tiba terkejut bahwa seseorang yang menggunakan penutup kepala selama ini adalah putrinya sendiri, bahkan di acara sebelumnya sang raja tidak menyadarinya.
"Yang mulia,, aku putri raja 'Meliona Elgris' sudah menemukan pria yang cocok denganku!" Lina dengan lantang memberikan pengakuan kepada sang raja.
"Apa maksudmu! siapa pria yang sudah berani mencintai putriku?" sang raja membantah dan bertanya langsung kepada Lina.
Suasana di istana semakin memanas, para bangsawan tinggi mulai berbisik-bisik di segala arah.
Secara sigap Lina mengambil tindakan cepat untuk mengurai situasi yang sedang panas saat ini, dirinya langsung menarik lengan Shin dan memamerkannya kepada sang raja.
"*Hei, apa yang kau lakukan dengan situasi yang tidak baik saat ini!" Shin berbisik kepada Lina.
__ADS_1
"Tidak apa, tenang saja dan ikuti sesuai arahan yang kuberikan nanti," Lina membalas bisikan dari Shin*.
shin yang terpaksa mengikuti permainan Lina dengan sang raja saat ini, ia hanya perlu mengikuti rencana Lina dengan cermat.
Sang raja menatap dengan tatapan tajam ke ara Shin secara terus menerus, setelah sang raja mulai mencerna situasi dengan baik, dirinya mulai berbicara kepada putrinya secara langsung.
"Kalau memang kau menyukainya, kenapa kita tidak mengadakan acara pernikahan sekarang juga," sang raja memberikan respon yang tidak terduga kepada mereka semua yang berada di istana saat ini.
Koyuki, Akira Tetsuya terkejut dengan perkataan sang raja sedangkan Ken, Ichiro, dan Yui membantah ke hadapan Shin dengan suara lantangnya.
Terlebih lagi rencana yang sudah di atur oleh Lina saat ini melebihi perkiraan dirinya, tapi tetap saja keinginan untuk memiliki Shin akhirnya terkabulkan dengan cara yang tidak terduga.
"Kenapa kalian terkejut, besok kalian akan melakukan acara pernikahan di istana kerajaan, tentu saja acara tersebut di gelar dengan sangat mewah pastinya," sang raja tertawa rendah saat mengucapkannya.
"Tapi...!" shin mulai menolak saran yang di berikan sang raja.
"Oh tentu saja, jika kau menolak untuk menikah dengan putriku, maka kau akan langsung di eksekusi!" tiba-tiba raut wajah sang raja semakin serius.
"Tunggu dulu! kamu tuan putri di kerajaan ini!" Ken baru saja mengetahui bahwa Lina adalah anak dari sang raja tersebut.
Secara spontan dirinya menolak untuk menyerahkannya Shin kepada Lina.
"Kak Shin apa serius untuk menikahi kak Lina sekarang?" Yui bertanya langsung kepada Shin dengan wajah meneteskan air matanya.
Shin yang bingung untuk membalas apa perkataan Yui saat itu, pada akhirnya Shin berbicara langsung sepenuh hati kepada Yui.
"Yui sudah aku anggap seperti adik sekarang. Apa Yui mau menerima Shin sebagai kakakmu?" Shin dengan senyumannya membalas perkataan Yui sebelumnya sambil mengelus kepalanya.
"Sial! seandainya Yui sudah dewasa, mungkin kak Shin sudah aku ambil dari dulu," isi hati Yui tiba-tiba keluar dengan sendirinya.
Hehe....
"Gawat juga nanti kalau itu benar-benar terjadi!" Shin menggaruk wajahnya dengan jari telunjuknya.
"Hei Shin! selamat sudah mendapatkan tuan putri raja sekarang. awas saja kalau kau tidak menjaganya dengan baik," ken menangis saat mengucapkan selamat kepada Shin.
__ADS_1
"Kenapa situasinya semakin memburuk!" Shin yang tetap pasrah dan akhirnya menerima tawaran langsung dari sang raja.
"Bagus, aku suka dengan pria sejati yang siap menerima tanggung jawabnya sendiri. Untuk teman Shin, aku berikan kalian gelar pengawal pribadi untuk menjaga Shin dan putriku, jika kalian menolak ataupun gagal dalam misi tersebut, maka kalian akan langsung di eksekusi!" sang raja dengan intimidasi nya kepada mereka.
Tetsuya beserta temannya berkeringat dingin setelah mendengar kata eksekusi di telinga mereka.
Mau tidak mau Tetsuya beserta temannya menerima gelar tersebut dan langsung melayani Shin dan tuan putri saat ini juga.
Kemudian sang raja memanggil pengawal pribadinya yang sedang membawa sekotak emas dengan jumlah 500 gold di dalamnya.
"Uang ini akan kuberikan kepada menantu putriku, tapi aku belum tahu siapa namamu?" sang raja bertanya dengan ramah.
"Shin yang mulia!" secara reflex Shin menjawabnya.
"Shin, kuberikan 1 tugas untukmu sekarang, tolong bahagiakan putriku yang manja itu," aura intimidasi berubah menjadi aura yang nyaman seakan sang raja menerima restu dengan lapang dada.
Shin yang baru menyadari sifat asli sang raja yang tegas sebenarnya adalah sesosok ayah yang menyayangi putrinya.
"Baik yang mulia," ucap Shin dengan tegas.
"Bagus, sekarang kalian boleh keluar dari ruangan ini, termasuk Shin dan putriku. Kalian berdua bebas melakukan selama kalian inginkan dalam satu hari ini," dengan ramahnya sang raja mengatakannya.
"Baik ayah!" Lina mendengar isi hati sang ayah secara langsung.
Shin beserta yang lainnya pergi meninggalkan istana dengan membawa 500 gold dari kotak tersebut.
Setelah mereka berhasil meninggalkan istana, secara langsung Tetsuya beserta temannya langsung mengeluarkan berbagai pertanyaan dari Shin ataupun Lina.
Kebanyakan pertanyaan tersebut terlontarkan untuk Lina, Shin perlahan menghindar dari kontak langsung temannya dan menjauh secara perlahan tanpa di sadari mereka.
Secara tidak terduga, pot tanaman biar dari atas bangunan tersebut jatuh dan menimbulkan suara keras sampai terdengar oleh mereka.
Shin yang di kira berhasil kabur ternyata di gagalkan oleh satu buah pot tanaman hias yang jatuh dari atas bangunan, mereka pun mengejar Shin sampai menuju ke penginapan mereka tinggal.
Bersambung....
__ADS_1