
Keesokan harinya...
Mereka semua beserta Kanzaki Rito berkumpul di satu ruangan besar, tidak hanya mereka saja yang hadir, para murid dari kalangan bangsawan dan beberapa rakyat kerajaan yang memiliki potensi juga ikut dalam sesi tahun ajaran baru.
Mereka menempati kursi yang sudah di sediakan ke berbagai tempat, Kanzaki Rito yang tidak ingin terlalu mencolok memilih tempat kursi paling belakang.
Kanzaki Rito bermalas-malasan di tempat duduk miliknya, berbagai macam respon muncul melihat tindakan dirinya.
Beberapa menit kemudian, seorang murid tiba-tiba berlari menuju tempat duduk miliknya beserta kemunculan 2 seorang guru akademi vellenia yang baru saja tiba.
"Ok semuanya, selamat datang di tahun ajaran baru di akademi kerajaan vellenia, aku Roxy alsen sebagai guru pelatihan sihir, dan di sebelah sana bernama Daigo alsen, dia sebagai guru ilmu pedang kalian," Roxy memperkenalkan dirinya beserta saudaranya dengan sikap ramah.
"Untuk hari ini kita akan melakukan pembagian jurusan kalian, silahkan pergi ke arah kiri bila ingin belajar sihir, di sebelah kanan adalah ilmu pedang, dan yang ingin belajar keduanya maka kalian tetap di tempat duduk kalian," tegas Daigo alsen pada mereka semua.
Situasi berisik dengan ucapan keras di mana-mana, suara kegaduhan itu terdengar sampai di telinga guru mereka.
Kanzaki Rito hanya diam dengan menempelkan wajahnya di meja, ia tidur tidak memikirkan apapun yang di inginkan ya.
"Hehe, dasar malas, lebih baik kau tidak usah datang di akademi ini bodoh," hayato menginjakkan kakinya di kepala Kanzaki Rito yang sedang tertidur.
Ia tetap mengabaikan tindasan dari teman kelas nakalnya dan membiarkan dirinya menggonggong seperti anjing.
"Cuh, dasar pecundang," Hayato meninggalkan Kanzaki Rito.
Beberapa menit kemudian, semua siswa sudah memilih sesuai keinginan mereka, mereka pergi ke aula yang luas untuk memulai sesi pelatihan sesuai arahan guru pengajarnya.
Hayato sekarang berada di ilmu pedang bersama guru Daigo alsen beserta siswa yang mengikuti ilmu pedang.
Untuk sementara waktu, Kanzaki Rito pergi ke pelajaran ilmu pedang dengan pedang kayu biasa miliknya, yang asli ia simpan di dalam penyimpanan bayangan yang sudah di buat dengan skill God Creafting miliknya.
Tiba di lapangan luas di samping akademi kerajaan vellenia, masing-masing siswa memegang 1 pedang kayu untuk di gunakan.
Siswa itu berbaris rapih memenuhi seisi tempat di lapangan, mereka semua mendengarkan arahan-arahan dari Daigo alsen.
Sesi latihan sudah di mulai, tetapi Kanzaki Rito baru saja sampai di tempat itu dengan menguapkan mulutnya, seketika semua siswa itu melirik dengan tatapan rendahnya pada Kanzaki Rito.
"Oi, kau lagi, sudah kubilang tidak usah datang ke sini, dasar malas," Hayato mengejek Kanzaki Rito dengan tawa hinanya.
Beberapa siswi membisikan ke teman-teman atas sikap tidak sopan Kanzaki Rito yang datang terlambat.
Daigo alsen sedikit memaklumi tindakan Kanzaki Rito yang terlambat, mungkin dia berfikir bahwa Kanzaki Rito memiliki urusan yang tidak bisa di tunda.
__ADS_1
Awal tenang menjadi gaduh di saat Kanzaki Rito datang terlambat, Daigo alsen bertindak tegas dengan menghantam pedang kayunya ke bawah dengan keras sambil berteriak 'cukup mari kita lanjutkan latihannya' dengan sikap tenangnya.
Pelatihan dasar ilmu pedang pun dilakukan serempak dalam kurung waktu 1 jam penuh, mereka mulai kelelahan satu per satu siswa tersebut.
Kanzaki Rito berpura-pura terlihat kelelahan untuk menghindari kecurigaan pada mereka semua.
Kehidupan lama di pulau misterius tersebut membuat Kanzaki Rito tidak bisa bersantai dengan tenang tanpa gangguan sedikitpun, ia hanya ingin menjalankan kehidupan ini dengan damai.
Di saat ini, ia tidak ingin terlalu menonjol pada siswa lain tentang kemampuannya, karena hanya ingin tenang dan bersantai sebanyak mungkin.
Untuk kondisi sekarang mungkin masih di tahap awal sebelum kejadian besar terjadi, biasanya seorang pahlawan di panggil di dunia lain, mereka harus berlatih terlebih dahulu sebelum melawan kejadian besar menurut ingatan Kanzaki Rito yang pernah membaca novel fantasy.
Entah ini cuma kebetulan atau tidak, Daigo alsen tiba-tiba membuat sebuah pertandingan satu lawan satu pada semua siswa.
Percobaan pertama dia pilih secara acak, secara kebetulan Kanzaki Rito dan Hayato yang menjadi uji coba pertama untuk melakukan pertandingan pertama.
Hayato yang tampak senang dengan raut wajah yang menyeramkan itu membuat beberapa siswa perempuan takut dengannya.
"Hahaha.... aku akan membuatmu sangat malu di hadapan semua orang di sini, karena kau hanyalah tokoh sampingan di dunia ini," Hayato mengucapkan kata-kata hinanya pada Kanzaki Rito.
"Nih orang bisanya cuma hina apa, mungkin sedikit hiburan bisa membuatnya jera," Kanzaki Rito merasa mengantuk mendengar ucapan yang tiada henti pada Hayato.
"Apa kalian sudah siap, dalam hitungan ketiga latihan pertama dimulai, 1... 2... 3... mulai!!" Daigo alsen menurunkan tangannya dengan cepat seketika hitungan mundur habis.
"Mau bermain curang rupanya," Kanzaki Rito menangkis serangan dadakan dari Hayato.
Serangan tusukan yang mengincar bagian rusuk Kanzaki Rito berhasil ia tangkis, dia terkejut bukan main saat melihat tingkat reflex dari tubuhnya.
Serangan demi serangan tusukan, dan berbagai macam arah serangan berhasil di hindar maupun di tangkis oleh Kanzaki Rito.
"Kenapa serangan ku selalu gagal, sial ini aneh sekali," Hayato menekan giginya kuat-kuat dengan raut wajah kesalnya.
Kesal beserta marah yang tidak ada habisnya dari Hayato karena semua gerakan serangan miliknya selalu gagal.
Kanzaki Rito sedikit serius di serangan berikutnya, ketika serangan Hayato yang tiba-tiba berubah arah serangannya, ia sesegera menghantam pergelangan tangannya dengan keras.
Plak!....
Pedang kayu itu terjatuh dari genggaman tangan Hayato, tangan dirinya memar dan bengkak berwarna biru, dia kesakitan sambil memegang tangannya dengan posisi membungkuk ke bawah.
"Hei... apa aku tidak salah...?"
__ADS_1
"Bukankah dia orang dengan statistik terendah,"
Gosip mulai menyebar dengan cepat tanpa bisa di tahan.
"Teknik pedang itu seakan-akan dirinya sudah berpengalaman, sungguh hebat anak ini," Diago alson terkagum dengan keahlian Kanzaki Rito.
Ia meninggalkan tempat tersebut dengan pedang kayunya, sedangkan Hayato yang kesakitan dengan rasa malu.
"Awas aja kau sialan, suatu saat aku akan membunuhmu," tekad hayato semakin kuat dan liar untuk membalas dendam atas rasa malunya.
Salah satu penonton yang bukan siswa akademi kerajaan vellenia, dia tersenyum lebar dengan suara tawa jahatnya.
Pria misterius yang memakai jubah penutup kepalanya meninggalkan tempat tanpa di ketahui oleh siapapun.
Dia hanya tertarik dengan sifat liar Hayato di tempat tersebut, menunggu moment di mana pertemuan mereka tiba pada saatnya.
Sebuah kejadian besar sebentar lagi akan terjadi, tapi kapan, dan dimana itu terjadi. Kanzaki Rito hanya ingin mencari tempat untuk dirinya berlatih skill dan kemampuan barunya itu.
Bersambung....
Informasi status window Kanzaki Rito saat ini...
Nama: Kanzaki Rito.
Ras: Chaos Human.
Class: Chaos Hero
Statistik:
STRENGTH: B / DEXTERITY: B / VITALITY: D / MANA: C / MAGIC: C / REFLEX: A /ENDURANCE: C
Afinity element: - Kegelapan/bayangan
Ice Resistensi: level 10
Poison resistensi: level 10
Skill: Shadow movement, Summon chaos dragon, God Creafting, Blood poison, Summon Flesh-eating insects, Immortal.
Sihir: Mana ball, Black fire.
__ADS_1
Blessing: Chaos dragon ability.
Cursed: