Become A Hero

Become A Hero
Zisk Dan Misi Mengintai Lawan


__ADS_3

"Hah, memang nya kau bisa membunuh dari atas sini! itu sangat mustahil untuk mu," dengan penuh percaya diri orang itu meremehkan kanzaki Rito.


"Ho, benarkah!" Kanzaki Rito membalas perkataan orang itu.


"Karena aku sangat baik, aku izin kan kau untuk pergi dari sini. Tunggu! ada yang aneh dengan ombak hitam itu," orang itu berpikir keras dengan sesuatu yang janggal dengan kondisi nya saat ini.


"Tugas mu telah selesai, kalian boleh kembali ke dalam bayangan ku sekarang," perintah Kanzaki Rito kepada Flesh-eating insects yang berada di sekitar nya.


Seluruh pasukan Flesh-eating insects itu kembali ke dalam bayangan Kanzaki Rito dari segala arah.


"Ternyata ombak hitam itu adalah monster pemangsa dari benua iblis. Pantas saja monster itu sangat aneh dan bergerak secara membabi buta setiap dirinya bergerak," gumam orang itu dengan sendiri nya.


"Apa kau sudah dengan urusan mu itu, aku sangat bosan menunggu tahu!" ucap Kanzaki Rito yang sedang menunggu menyelesaikan pembicaraan orang tersebut.


"Sombong sekali! akan ku bunuh kau sekarang juga," orang itu turun dengan kecepatan tinggi ke arah Kanzaki Rito yang berada di bawah.


"Kau yang akan mati hari ini! Dark Flame," Kanzaki Rito menyerang secara langsung ke tubuh orang itu dengan api hitam nya tanpa di ketahui olehnya. Dalam sekejap orang itu terbakar tanpa henti hingga terjatuh ke bawah dengan keras mengenai batu yang berada di sekitar nya.


"Merepotkan sekali! sebaiknya aku segera kembali sebelum yang lain mengetahui nya,"


Ia menggunakan Warp miliknya untuk kembali ke tempat semula di mana dirinya berada sebelum nya.


Di lain sisi....


"Gawat! seluruh pasukan yang kita kerahkan telah sepenuh di habisi!" prajurit itu melapor ke atasan nya.


"Apa? tidak mungkin, siapa yang bisa membunuh seluruh pasukan yang di pimpin oleh keturunan hitam. Dia pasti sangat kuat sampai bisa membantai seluruh pasukan yang kita kerahkan,"


Jagar sebagai ketua pemimpin pasukan musuh, tidak menerima apa yang sudah terjadi oleh pasukan nya.


Dengan cepat dirinya memerintahkan beberapa pasukan untuk memantau secara langsung ke lokasi di mana pasukan miliknya di habisi.

__ADS_1


Beberapa teman dan penasehat Medan perang, Belia menyuruh jagar untuk berfikir dengan tenang untuk menyusun startegi baru yang akan di gunakan nanti.


"Menurut informasi yang aku dapat dari pasukan pengintai. Mereka mengatakan bahwa ada semacam gelombang ombak berwarna hitam, dan bergerak secara acak menghabisi seluruh makhluk yang di lewatinya," ucap belia sambil memberi tahu informasi yang di miliknya.


"Ada hal aneh dari pembantaian tersebut, kenapa hanya pasukan kita saja yang di habisi? kenapa tidak dengan pasukan lawan? bukan kah ini sangat aneh tuan belia," balas jagar yang mengetahui keanehan tersebut.


"Itu berarti, ada seseorang yang mengendalikan  gelombang ombak hitam itu dari kejauhan, tapi siapa dia sebenarnya?" belia menebak apa yang di pikirkan olehnya dari keanehan tersebut.


"Entahlah, aku juga masih tidak tahu siapa dia sebenarnya? lebih baik kita minum terlebih dahulu minuman kita yang sudah di sajikan di meja," ucap jagar sambil memberikan secangkir minuman ke belia.


"Ok, terlalu banyak berfikir membuat otak ku sakit!" belia menikmati secangkir minuman tersebut.


Setelah mereka berdua menikmati minuman tersebut selama beberapa menit, salah satu prajurit datang sambil membawakan informasi yang penting untuk di sampaikan olehnya.


"Aku sudah mengetahui siapa di balik kejadian sebelum nya, tapi tidak tahu siapa dia? dan dari mana asal nya," prajurit itu menjelaskan kepada mereka berdua.


"Lanjutkan!" mereka berdua menyimak semua pembicaraan dari prajurit tersebut selama beberapa menit berlalu.


"Zisk! Zisk!" Jagar berteriak-teriak memanggil Zisk.


"Seperti biasa, anak mu itu sedikit lambat kalau sedang di panggil," ucap belia sambil menikmati secangkir minuman nya.


"Zisk! Kemarilah dasar bodoh!" jagar berteriak lebih keras dari sebelum nya.


"Ya, tunggu sebentar!" Zisk datang dengan santai dari pintu depan sambil membersihkan matanya.


"Sudah aku bilang dari dulu," kritik jagar kepada anak nya yang terlihat sedikit malas.


"Memang nya ada apa?" balas Zisk kepada ayah nya.


"Dasar bodoh, jangan terlalu banyak tidur di waktu kerja bodoh! apa kau lupa dengan tujuan mu untuk menjadi pasukan inti raja iblis nanti ha?" kritik keras kepada anak nya yang tidak peduli apa yang sedang terjadi.

__ADS_1


Zisk menutup telinga miliknya untuk tidak mendengarkan perkataan ayah nya yang selalu dengan nada tinggi.


"Ok-ok. Cepat apa yang aku harus lakukan sekarang?"  Zisk merasa ingin pergi dari tempat tersebut secepat nya.


"Selidiki apa yang sedang terjadi di sana secara langsung. Aku ingin memastikan nya secara langsung dari perkataan anak ku," jagar kembali melanjutkan minum nya dengan santai.


"Siap, segera aku laksanakan segera. Jangan lupa nanti beri aku hadiah jika misi ini berhasil!" Zisk meninggalkan mereka berdua di tempat tersebut.


Di luar ruangan rapat strategi....


"Kemana yang harus aku datangi terlebih dahulu!" Zisk pergi ke tempat tujuan secara acak memilih tempat nya.


"Oh Zisk! apa kau mendapatkan misi? enak sekali yah dirimu bisa mendapatkan perhatian dari kedua orang tersebut, termasuk ayah ku sendiri. aku sangat iri tahu!' teman Zisk menyapanya.


"Maka bekerja keraslah Youl, mungkin di masa depan nanti usaha itu akan membuahkan hasil di kemudian hari," Zisk meninggalkan Youl, dan pergi meninggalkan tepat tersebut.


Zisk menggunakan sihir terbang miliknya untuk mengurangi jarak tempuh yang di lalui olehnya. dirinya melihat penampakan tempat yang sangat terlihat sangat berantakan dan hancur rusak seperti terkena serangan sihir dalam skala besar.


Dirinya melihat sesuatu yang terlihat seperti mayat manusia, tapi dalam kondisi hitam di seluruh bagian tubuhnya. Zisk memastikan apa itu sebenarnya dan mendekati nya secara perlahan tanpa di ketahui oleh pihak musuh.


"Apa ini serangan sihir api dalam skala besar, mungkin saja jika tempat ini benar-benar rusak parah. Terlebih lagi, mayat ini terlihat seperti dari keturunan hitam yang di kirim oleh ayah ku sebelum nya,"


Zisk mencoba memegang mayat tersebut dengan kedua tangan nya, secara langsung mayat tersebut hancur menjadi debu setelah menyentuh nya langsung.


"Serangan nya benar-benar kuat! apa aku mampu menghadapi orang tersebut dengan kedua tanganku ini!" menggenggam sisa debu mayat yang berada di tangan nya.


Di saat Zisk hendak meninggalkan tempat tersebut dan melanjutkan ke pencarian lain. Dirinya merasakan sisa-sisa mana milik musuh yang pergi meninggalkan tempat tersebut.


Perlahan mendekati sumber mana yang tersisa untuk mencari letak posisi lawan, dengan sedikit petunjuk yang tersisa Zisk akhirnya bisa mencari seseorang yang mengendalikan gelombang ombak hitam.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2