Become A Hero

Become A Hero
Pertemuan


__ADS_3

Tidak jauh dari pasar dadakan...


Shin, Ichiro, Ken kembali ket kereta kuda mereka, tidak lupa dengan tuan putri yang selalu menempel di tangan kanan Shin dengan tatapan romantis miliknya.


"Apa barang yang kita jual sudah habis! hei, Shin siapa dia?" koyuki mengarahkan telunjuk jarinya ke arah tuan putri dengan tatapan sinis nya.


"Tentu saja pasangan Shin!" tuan putri semakin erat menggenggam tangannya.


"Ada apa kak koyuki!" Yui yang bangun tidur saat mendengar suara lantang dari koyuki.


"Yui bisa melihatnya sendiri!" koyuki memperlihatkan kondisi saat ini pada Yui.


"Siapa dia?" Yui memperhatikan tuan putri dengan tatapan sinis.


"Hehe, kalau terus di lanjutkan seperti ini bakal merepotkan nanti! pastinya," Shin mencari cara untuk mengurai permasalahan tersebut.


"Aku hampir lupa siapa dia juga!" Ken penasaran dengan identitas sang putri.


"Oh, benar juga. Perkenalkan, namaku 'Miliona elgris' atau bisa memanggilku Lina, salam kenal" Lina memperkenalkan dirinya dengan anggun dan secara tidak sengaja memperlihatkan status kebangsawanannya.


"Nama itu seperti nama bangsawan saja!" Ken mencoba mengingat nama-nama yang mirip bangsawan di akademi sebelumnya.


Hehe....


"Itu mungkin cuma kebetulan saja,. Di dunia ini nama selalu mirip kau tahu seperti itu dan begini!" Lina panik sambil menjelaskan sembari menyembunyikan status bangsawan nya.


"Hmm! sepertinya kau orang elit di kerajaan, apa itu benar?" Ken bertanya balik ke lina dengan sedikit penasarannya.


"Bagaimana kau tahu! hampir semua perkiraannya benar," Lina menutup mulutnya karena sedikit terkejut saat Ken bertanya sebelumnya.


"Biar aku perkenalkan mereka. Aku Ken, di sebelah kiri darimu namanya Shin, sisanya Ichiro, Akira, Tetsuya, dan di  kereta kuda mereka koyuki dan anak itu bernama Yui!" Ken memperkenalkan mereka dengan cara yang rumit kepada Lina.


Untungnya Lina bisa menyimak dari perkataan Ken sebelumnya, secara langsung Lina mulai berjabat tangan langsung ke mereka semua.


Mereka lupa pada tujuan aslinya untuk menanyai kenapa Lina selalu menempel pada Shin saat ini.

__ADS_1


Secara kebetulan Yui yang sedikit kesal dan iri dengan sikap lina saat ini, Yui saja tidak pernah melakukan seperti Lina sebelumnya.


"Ke-kenapa kak Lina selalu dekat dengan kak Shin!" Yui berbicara kepada Lina sambil bersembunyi di balik tubuh koyuki.


"Kalau itu... tentu aku menyukainya saat aku pertama kali melihatnya!" Lina memeluk erat tubuh Shin.


Motivasi Yui tiba-tiba hilang beserta mulut yang terbuka lebar dengan tatapan kosong tanpa harapan sehingga tidak lama kemudian yu pingsan di tempatnya.


Koyuki dan Tetsuya memindahkan Yui ke tempat yang lebih nyaman untuk di baringkan tubuhnya.


"Hei kau! kenapa tiba-tiba langsung mengatakan suka di depannya, astaga!" koyuki sedikit memberikan peringatan kepada Lina.


"Maaf! aku sebenarnya tidak ingin dia terkejut sampai membuatnya pingsan seperti itu!" Lina membungkuk meminta maaf kepada mereka.


"Kau seharunya meminta maaf kepada Yui. Apa boleh buat, kalau sudah terjadi ya sudah terjadi, kau siapa namamu... Lian jangan lupa meminta maaf kepada Yui nanti," koyuki pergi meninggalkan mereka sambil membawa beberapa uang untuk membeli persediaan air bersih.


Ichiro pergi mengikuti koyuki sedangkan Akira hanya mengawasi tempat sekitar tanpa bersuara sedikitpun, dan sisanya menunggu di dalam kereta kuda untuk menunggu kedua orang itu kembali.


Beberapa jam kemudian....


Yui bangun dari pingsan, ia sesegera memeluk Shin dengan erat sambil mengeluarkan air matanya.


Lina hanya diam memperhatikan Shin yang sedang menenangkan Yui saat ini, lina menunggu waktu dirinya untuk meminta maaf kepada yui.


"Itu hanya sebuah kebohongan saja, aku saja belum pernah bertemu dengannya sebelumnya," Shin mengelus kepala Yui yang sedang menangis.


"Benar kah! yang di katakan kak Shin benar, tidak ada kata kebohongan saat mengucap ya," Yui sedikit memastikan kebenarannya.


Yui yang mempunyai kemampuan untuk mendeteksi kebohongan kepada seseorang yang berbicara, hanya saja Lina sedikit mengatakan kebohongan tentang menjadi istrinya, tetapi miliki rasa suka kepada Shin saat pertama kali bertemu.


"Itu benar, jadi Yui harus tenang sekarang oke!" Shin masih mengelus kepala Yui dengan tangannya.


Lina memberanikan dirinya untuk mendekat dan mulai meminta maaf dengan tulus kepada Yui.


"Maaf Yui! aku terlalu memaksa keinginanku ini hanya untuk kepentinganku semata," ucap line yang sedikit menyesal.

__ADS_1


"Ok, kalau kak Lina sudah meminta maaf dengan sepenuh hati. aku Yui akan memaafkanmu sekarang," ucap Yui kepada Lina.


"Kalau urusannya sudah selesai, sebaiknya kita segera melanjutkan perjalanan kita. kebetulan koyuki dan Ichiro sudah kembali sekarang," Ken menepuk kedua tangannya untuk mencairkan suasana.


"Wah! apa kamu sudah meminta maaf pada Yui?" koyuki bertanya pada Lina sambil membereskan barang yang di belinya.


"Sudah!" Lina tersipu malu sambil menyembunyikan wajahnya.


"Apa kamu mau ikut dengan kami?" koyuki menawarkan dirinya untuk ikut dalam perjalanan mereka.


"Apa boleh? terus kalian mau pergi kemana?" Lina melontarkan 2 pertanyaan sekaligus kepada mereka.


"Tentu, kenapa tidak!" ucap koyuki yang sedang naik ke dalam kereta kudanya.


Mereka semua termasuk Lina melanjutkan perjalanan menuju ke kerajaan terdekat dari  tempat yang mereka singgahi sementara waktu.


Tidak memerlukan waktu lama mereka sudah sampai di jalan setapak yang mengarah ke kerajaan.


Banyak orang pejalan kaki beserta kereta kuda yang melewati jalan setapak itu dari dua arah yang berbeda.


Ada yang lewat untuk memasuki ke kerajaan, dan ada juga yang keluar pergi meninggalkan kerajaan melewati jalan tersebut.


"Tidak kusangka aku pergi selama beberapa hari kemudian kembali lagi ke kerajaan delona. Apa ayahku sang raja memaafkanmu dengan sikap egoisku ini, tentu saja aku terpaksa karena ingin mencari calon pasangan untuk membatalkan pernikahan politik hari itu juga!" Lina menatap ke arah kerajaan yang sedang mereka datangi.


"Apa tujuan kita selanjutnya di sana?" koyuki berbicara kepada semua temannya.


"Karena kita sudah memiliki uang yang cukup untuk kebutuhan makan dan tempat tinggal sementara selama 1 bulan di sana, kenapa kita tidak berkeliling di berbagai tempat selama 1 hari," Tetsuya memberikan usulan kepada temannya.


"Boleh juga, kita membutuhkan istirahat sejenak selama perjalanan sebelumnya," Ken setuju dengan usulan Tetsuya.


"Yui ingin berkeliling di sana!" Yui bersemangat dengan usulan Tetsuya.


"Sebelum itu, kita harus mencari tempat penginapan terlebih dahulu, tapi adakah tempat yang murah dengan pelayanan kamar yang berkualitas," Tetsuya mempertimbangkan kembali tempat penginapan yang mereka ingin tinggal sementara waktu.


"Kalau kalian ingin mencari tempat penginapan dengan pelayanan berkualitas dan murah, mungkin aku tahu dimana tempatnya!" Lina menawarkan tempat yang ia rekomendasikan kepada mereka.

__ADS_1


"Bagus! kalau begitu, aku serahkan bagian itu padamu nanti," Tetsuya setuju dengan saran Lina.


Bersambung....


__ADS_2