
"Apa yang di lakukan Kanzaki Rito di sana?" Tetsuya penasaran dengan apa yang di lakukan olehnya.
"Mana aku tahu!" balas koyuki secara tergesa-gesa kepada Tetsuya.
Jumlah anak panah yang terlihat semakin banyak seiringan waktu berjalan. Ichiro yang tidak bisa bergerak karena harus menahan serangan anak panah yang tidak ada hentinya.
Kanzaki Rito berhasil melewati dan menangkis semua anak panah yang hampir mengenai dirinya, dengan cepat ia memainkan pedangnya dengan tepat tanpa ada kesalahan sedikitpun.
Terlihat ada beberapa Lizard yang menggunakan sebuah bowgun di tangan nya, dengan cepat Kanzaki Rito menebas bagian pergelangan tangan lawan dengan pedang miliknya.
Wajah Lizard yang sebelumnya memegang bowgun itu terlihat takut dan melarikan diri sambil memegang tangan yang sudah terpotong beserta darah yang terus mengalir di bagian luka tersebut.
Sayangnya usaha yang di lakukan Lizard itu tidak ada gunanya, ia dengan segera menyusul dan menebas seluruh bagian leher Lizard yang melarikan diri.
"Hebat sekali! sejak kapan kau sekuat ini?" Tetsuya penasaran dengan kemampuan Kanzaki Rito saat ini.
"Entahlah. Mungkin saja ini termasuk kemampuan unik yang aku dapatkan sebelumnya!" Kanzaki Rito mencari alasan yang tepat untuk mengelabui Tetsuya.
"Begitu nya, sayang sekali kemampuan unik yang aku miliki ini bisa di bilang tidak terlalu buruk atau juga tidak terlalu baik," Tetsuya sedikit ragu dengan kemampuan unik yang di dapatkan nya.
"Kemampuan apa yang di miliki Tetsuya saat ini ?" Ichiro penasaran dengan kemampuan miliknya.
"Ini rahasia, tidak mungkin aku membeberkan informasi pribadi ke kalian. Bisa jadi jika di antara kita sedang di kendalikan dan membocorkan informasi penting ke musuh," Tetsuya mempertegas peraturan yang sudah di beri tahu oleh sang dewa kepada mereka.
"Aku lupa dengan yang satu itu. Oh, sebaiknya kita segera mengumpulkan semua barang yang di miliki Lizard tersebut, terlebih lagi tombak dan busur tembak itu bisa di jual dengan harga yang lumayan tinggi," ucap koyuki sambil menyuruh para pria mengambil barang tersebut.
Setelah mereka selesai mengambil semua barang yang di miliki oleh Lizard tersebut, mereka segera melanjutkan raid nya sedikit lebih dalam dari lantai yang mereka lewati.
Di saat lantai ke tiga mereka masuki, ada sedikit perbedaan yang mencolok dari sekawanan Lizard tersebut.
Tubuh Lizard itu sedikit lebih besar dari normal nya, memiliki plat armor di bagian dada beserta senjata pedang besar di tangan nya.
__ADS_1
"Itu kan! knight Lizard. Wah, baru kali ini aku melihatnya secara dekat," dengan senangnya Lina menatap knight Lizard tersebut.
"Apa aku perlu membantu mereka kali ini?" Kanzaki Rito masih mengawasi mereka yang hendak melawan knight Lizard tersebut.
"Ambil posisi masing-masing, kali ini lawan kita sedikit lebih sulit dari lawan sebelum nya," Tetsuya mengambil dan mengatur strategi pertempuran.
"Biar aku serang terlebih dahulu. CHAIN FIRE!"
Koyuki mengunci pergerakan lawan nya menggunakan rantai api pada bagian kaki dan tangan nya.
"Biar aku yang menghabisi nya sekarang juga. Blade Slash!"
Ken menebas tiga kali berturut-turut secara menyilang, kemudian serangan tersebut mengenai bagian plat armor miliknya yang membuat beberapa retakan kecil pada bagian tertentu.
Serangan tersebut tidak berhenti begitu saja, Tetsuya yang melihat adanya sebuah peluang kecil pada pertarungan tersebut, dengan sigap dirinya menodongkan pedangnya seakan-akan siap untuk menusuk lawan nya.
Kill Stab!
Sebuah benturan dari kedua besi itu terdengar yaring sementara, sebelum sampai pada bagian tubuh Lizard tersebut mengenai dada miliknya.
Teriakan dari knight Lizard yang kesakitan pada bagian dada nya membuat dirinya semakin marah dan menghantam Tetsuya dengan keras.
Untung saja peran pertahanan di pegang oleh Ichiro dan berlari dengan cepat sebelum hantaman pedang besar milik knight Lizard itu mengenai Tetsuya.
Iron Shield, Iron Skin!
Tetsuya mengaktifkan kedua kemampuan miliknya untuk menahan serangan besar yang di lancarkan oleh knight Lizard yang sudah hampir sekarat.
Perisai dan tubuh Ichiro berubah menjadi besi kokoh, tapi itu juga membuat dirinya tidak bisa bergerak dengan bebas saat menggunakan kedua kemampuan tersebut.
Yui yang ingin membantu melawa. knight Lizard tersebut sedikit ragu, karena dirinya takut akan mengenai mereka yang sedang bertarung di bagian terdepan tepat sangat dekat dengan lawan nya.
__ADS_1
Hantaman tersebut berhasil mengenai tubuh dan perisai milik Ichiro itu sendiri, walau terdengar suara yang sangat nyaring sampai membuat teman yang berada di dekat nya merasakan sakit pada gendang telinga mereka. Dengan cepat mereka menutup telinga nya dengan tangan nya sendiri.
"Tepat waktu, kali ini kamu berhutang nyawa satu kali. Tolong belikan sebuah minuman enak sebagai balas budinya nanti," Ichiro mendorong sekuat tenaga pada perisai miliknya sampai tubuh knight Lizard tersebut terlempar pada tempatnya.
Pada akhirnya, serangan terakhir di lakukan oleh Akira tepat saat tubuh knight Lizard itu terjatuh.
Tiba-tiba mereka semua naik level, kecuali Yui, Lina, dan Kanzaki Rito.
Mereka senang, karena bisa meningkatkan kemampuan yang di miliki olehnya yang sebelumnya sempat terhenti di tengah jalan.
"Ada Great sword milik knight Lizard di depan sana! apa di antara kalian ingin menggunakan nya, atau ingin menjualnya saja, tentu bayaran yang kita dapat setelah menjual pedang tersebut sedikit lebih besar ketimbang tombak," ucap Lina yang menjelaskan harga jual barang tersebut.
"Sepertinya aku sedikit tertarik dengan pedang itu, tapi untuk sekarang tubuh ku masih belum cukup kuat untuk mengayunkan pedang tersebut. Kalau boleh, aku akan menyimpannya untuk sementara waktu, apa kalian tidak keberatan?" Ken bersiap mengambil great sword yang tergeletak di tanah.
"Ambil saja," Ichiro mundur dan menghampiri mereka yang berada di belakang.
"Simpan saja untuk senjata cadangan nanti, sebaiknya kita segera kembali sebelum hari malam tiba," Tetsuya perlahan meninggalkan area lantai 3.
""Kalau begitu, dengan senang hati aku ambil pedang nya sekarang!" dengan cepat Ken memasukan barang tersebut ke dalam inventory miliknya.
Mereka perlahan-lahan meninggalkan setiap lantai dari dungeon tersebut sebelum sampai di pintu keluar nya.
Entah kenapa petualang yang biasanya datang untuk Raid kali ini sangat sepi dan hening tanpa tanpa ada orang yang berlalu lalang melewati tempat tersebut.
Mereka dengan cepat berlari setelah menyadari ada nya sebuah keanehan yang sedang terjadi di tempat ini, seketika para petualang beserta pedagang sedang berkumpul di satu tempat dengan berbagai suara terdengar secara acak di satu tempat.
"Kenapa tiba-tiba ramai sekali, apa yang sedang terjadi sekarang?" Ken terkejut melihat situasi tersebut.
Seketika Geriel datang menghampiri Ken beserta temannya yang tampak kebingungan melihat apa yang sedang terjadi.
Bersambung....
__ADS_1