Become A Hero

Become A Hero
Benturan besi pedang


__ADS_3

Beberapa menit telah berlalu....


Girrel dan Solga saling beradu perang dengan berbagai kemampuan yang di milikinya, entah serangan biasa, serangan mematikan, serangan yang mengincar titik vital lawan, bahkan serang pamungkas mereka kerahkan.


Terkadang mereka ragu menyerang saat serangan miliknya berhasil di batalkan oleh lawan nya, gerakan mereka kadang berubah perlahan dan memperlihatkan celah kecil pada pertahanan miliknya.


Penonton yang bersorak memberikan dukungan semangat pada kedua peserta tersebut, ada maksud lain dari dukungan tersebut.


Penonton yang mempertaruhkan uang nya pada salah satu peserta membuatnya frustasi saat peserta yang ia pilih sebagai taruhan miliknya hampir di kalahkan, keras semakin keras memberikan dukungan penuh dengan air mata mengalir di wajah nya yang takut uang milik nya hilang saat kekalahan dirinya terjadi.


Girrel mulai menggunakan teknik pedang ganda nya tepat saat serangan pertama di lancarkan oleh Solga Yang hampir mengenai bagian leher milik nya.


Teknik pedang ganda, pusaran angin badai. Girrel mengayunkan kedua pedangnya dari samping kiri secara bersamaan, melakukan tebasan melingkar dengan cepat dan kuat sehingga mendorong tekanan angin hingga memutari arah tebasan nya.


"Sialan, ternyata kau menyembunyikan serangan area rupanya!"


Solga memundurkan langkah kaki nya kebelakang sebanyak 5, ia memasukan pedang miliknya ke dalam sarung sambil memasang kuda-kuda sebelum menghadapai serangan tersebut.


"Coba kau hadapi itu dengan seluruh kekuatan mu."


"Tenagaku sudah habis saat melancarkan serangan teknik pusaran angin badai. Aku belum beristirahat setelah sampai di tempat ini."


Girrel menurunkan kedua pedang nya secara perlahan kebawah.


Sementara itu, di posisi Solga yang hendak melancarkan serangan balik miliknya.


Sky-breaking slash. Dengan cepat tarikan pedang miliknya menebas ke arah depan.


Solga yakin, dengan teknik milik nya cukup untuk membelah angin yang berputar dengan cepat ke arah nya.


"Sudah ku duga ini berhasil."


Serangan pusaran angin badai yang menarik lawan ke dalam inti putaran angin dengan cepat, memotong menjadi dua bagian sehingga konsentrasi dari pusaran angin tidak stabil.


Koyuki dengan sigap membuat perisai mana di kedua sisi arena yang akan terkena dari sisa serangan yang berhasil di potong menjadi dua oleh peserta Solga.


Penonton terkejut. Hembusan angin kencang menerbangkan rambut mereka kebelakang tanpa henti selama beberapa detik.

__ADS_1


Beruntung kecelakaan tidak benar-benar terjadi saat pertandingan berlangsung.


"Sepertinya kau berhasil memotong teknik pedang ku ini. Aku puas!"


"Sungguh di sayangkan, sisa tenaga tadi aku kerahkan untuk serangan sebelum nya."


Girrel mengangkat kedua tangan nya ke atas.


Penonton yang yang puas dengan hasil pertandingan yang sangat memuaskan untuk mereka.


Beberapa penonton yang memasang taruhan dari peserta Girrel menangis dengan keras sambil menutupi wajah dengan kedua tangan nya karena malu terlihat oleh orang lain.


Pertandingan kembali di mulai.


Peserta terakhir memasuki arena pertandingan, tepat setelah beberapa menit setelah pertarungan sebelumnya berakhir.


"Hei, coba lihat di sana. Ternyata ada peserta anak kecil lain yang ikut pertandingan, kali ini aku memasang taruhan untuk anak kecil ini," ucap penonton A yang segera bergegas ke tempat perjudian berlangsung.


"Silahkan saja, aku sudah kehabisan uang untuk bertaruh gara-gara pria besar itu. Huh sungguh sialnya aku hari ini karena salah memilih peserta!" balas penonton B sambil menghela nafas Sekali karena kecewa.


Zena Elgris yang menaiki panggung arena pertarungan dengan tenang tanpa membawa sengaja apapun di tangan nya.


"Apa yang paman gumam kan? apa paman merasa tidak enak badan?" Zena Elgris bertanya-tanya kepada peserta terakhir tersebut sambil menunjukan wajah polos nya.


Pria itu hanya terdiam dengan meneteskan keringat miliknya ke atas lantai arena.


Zena Elgris sedikit memajukan langkah kaki nya satu kali ke depan.


Hitungan mundur memulai pertandingan.


3... 2... 1... mulai!


"Sial, masa bodoh dengan apa yang akan terjadi nanti. Lebih baik aku segera menyerangnya dengan cepat sebelum gadis itu melakukan pergerakan aneh," gumam pria yang memegang sarung tangan besi sebagai senjata nya.


Pria itu berlari dengan sangat cepat karena tidak memiliki beban yang berat pada tubuh nya. Dirinya hanya mengandalkan kedua kepalan tangan miliknya.


Penonton bersorak dengan keras!

__ADS_1


"Hah, kenapa ini sangat menyebalkan!" Zena elgris menghela nafas Sekali lagi.


"Hehe, beruntung nya aku, gadis itu rupanya di paksa untuk ikut ke dalam pertarungan... apa yang terjadi dengan pijakan ini?"


Pria itu terkejut dan mulai kehilangan keseimbangan nya saat berlari dengan kecepatan tinggi hingga terjatuh dengan keras ke atas arena.


# # #


Zena Elgris mengucapkan mantra sihir dengan suara kecil tanpa terdengar oleh mereka.


Slip. Membuat pijakan lawan menjadi licin sehingga membuat dirinya kehilangan keseimbangan.


Di lanjutkan dengan sihir wind burst setelah menggunakan slip.


Sihir Wind burst, sebuah sihir pengendalian angin tingkat tinggi dengan memadatkan angin menjadi ke satu titik melingkari tempat tersebut sebelum melepaskan nya ke arah lawan.


Mereka yang terkena serangan ini akan terdorong dengan kuat beserta luka yang di timbulkan dari gesekan angin yang berputar sangat cepat.


Pria yang sebelum nya hendak menyerang Zena Elgris dengan berlari cepat, tapi pada akhirnya dirinya terjatuh dan terkena serangan wind burst hingga terpental jauh keluar arena.


Pertandingan sesi pertama selesai tanpa ada masalah sedikit pun.


Dari 100 peserta, tersisa 50 peserta yang akan melanjutkan pertandingan di sesi kedua, yang di mulai dalam 3 jam lagi setelah sesi pertama selesai.


Raja Edward Elgris, Kanzaki Rito, dan beberapa pengawal raja pergi ke ruangan pribadi untuk menikmati secangkir minuman sambil menunggu acara pertandingan sesi kedua di mulai kembali.


Halena Elgris, Zena Elgris dan peserta lain yang lolos dari sesi pertama tetap di ruang tunggu, sedangkan peserta yang kalah pergi meninggalkan arena pertandingan.


Di saat para peserta sedang mengumpulkan kekuatan mereka usai pertandingan.


Secara kebetulan Solga yang sedang jalan-jalan mengitari ruangan tanpa tujuan bertemu Halena Elgris dan Zena Elgris yang asik berbincang di tempat duduk di sebelah sudut tempat tersebut.


Solga yang penasaran dengan 2 gadis kecil yang memiliki kemampuan di atas rata-rata dari segelintir orang yang berbakat di usia muda mereka.


Sayang nya jawaban yang di berikan oleh mereka berdua tidak memuaskan rasa penasaran Solga, dirinya yakin tentang mereka berdua yang sedang menyembunyikan sesuatu pada nya.


Tanpa sepatah kata, Solga meninggalkan mereka berdua sambil sedikit menundukkan wajah miliknya untuk menghindari tatapan para peserta yang sedang memperhatikan nya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2