
Satu hari sebelum pertarungan di mulai...
Di penginapan bangsawan kelas tinggi, putra kekaisaran itu duduk di kursi yang lembut sambil membaca buku sihir miliknya.
Dia berlatih berbagai macam sihir yang berguna untuk dirinya di dalam pertarungan nanti.
Putra kekaisaran di juluki sebagai anak berbakat dengan penguasaan 2 element yaitu api dan es.
Dengan bakat bawaan miliknya menjadi sombong, arogan, bahkan merendahkan para penyihir yang di bawah tingkatnya.
"Apa kau sudah menemukan informasi mengenai pria itu?" putra kekaisaran itu bertanya serius kepada pengawal pribadinya.
"Sudah. Baru-baru ini dia adalah orang yang baru saja datang ke kerajaan delona beberapa hari sebelumnya. Tingkat dan kemampuan miliknya masih misterius dan dirinya selalu membawa 2 pedang di punggungnya, kemungkinan salah satu pedang tersebut adalah pedang suci milik pahlawan terdahulu," pengawal pribadi itu memberikan informasi yang di ketahui olehnya kepada putra kekaisaran.
"Hehe... kemungkinan besar dia adalah seorang ahli pedang! dengan ini adalah kemenangan mudah bagiku nanti," putra kekaisaran itu tertawa melihat hasil yang sudah pastikan menang menurut perkiraannya sendiri.
"Menurutku memang seperti yang tuan pikirkan," pengawal pribadi membalas perkataan putra kekaisaran.
Hahaha....
"Akan ku buat kau menyesal karena sudah berani mengambil wanitaku darimu!"
Keesokan harinya - di arena delona....
Seluruh rakyat kerajaan delona ikut menonton dalam acara duel antara Shin melawan putra kekaisaran.
Mereka berantusias berebut tempat duduk yang paling ideal bagi mereka, adapun yang memanfaatkan acara ini untuk berbisnis menjual makanan ringan kepada para penonton.
Suara terompet dibunyikan secara bergantian, kemudian di susul dengan 2 pesaing yang menaiki arena duel dari kedua sisi lain.
Shin yang berada di sisi kiri bersama temannya beserta sang raja yang duduk di atas kursi miliknya, sedangkan putra kekaisaran hanya di temani kesatria dan pengawal pribadinya.
__ADS_1
"Oi, akan ku habisi kau sekarang juga, kalau kau ingin menyerah sekarang mungkin akan ku maafkan, bila dirimu bersujud di hadapanku sekarang," dengan sikap sombong putra kekaisaran yang percaya dengan kemenangan mudahnya.
"Hah! memangnya aku peduli dengan tawaranmu, maju saja biar kita selesaikan ini dengan duel," Shin sudah bersiap duel dengan mengeluarkan 1 pedang miliknya.
Hahaha....
"Apa kau bercanda, dengan pedang itu kau bisa mengalahkan ku. itu tidak mungkin, sebaiknya kau keluarkan pedang suci yang baru saja kau dapatkan," putra kekaisaran menghina, dan mencaci maki Shin yang hanya menggunakan pedang biasa di tangannya.
"Benar juga, Ken tolong ambilkan pedang yang sudah di tutupi oleh kain tersebut, itu sudah cukup untuk mengalahkannya," Shin sedang melakukan pemanasan tubuh sambil menunggu pedang yang di ambilkan oleh Ken.
Di saat Ken menyerahkan pedang yang di selimuti oleh kain, secara tidak sengaja kain tersebut terbuka dan memperlihatkan bentuk sejatinya.
Secara mengejutkan, para penonton dan putra kekaisaran tertawa keras melihat tindakan konyol Shin yang membawa barang sampah di tangannya.
Lantas cacian maki dari putra kekaisaran semakin menjadi-jadi, dia terus merendahkan Shin tanpa henti.
Shin hanya diam dari ejekan sang putra kekaisaran dan membalasnya dengan senyuman datar miliknya.
Salah satu kesatria tertinggi sebagai juri pertandingan sesegera memulai pertarungan tersebut, dirinya mengangkat pedang keatas kemudian menghantam bagian ujung pedang ke arah lantai arena, dan pertandingan pun di mulai.
Putra kekaisaran mengambil langkah pertama menyerang Shin dengan menggunakan sihir rantai es untuk mengunci pergerakan Shin sebelum ia melancarkan serangannya.
Setelah berhasil mengunci pergerakan Shin dirinya sesegera melancarkan serangan sihir hell fire dengan efek membakar area sekitar dengan tingkat kepanasan tinggi, Shin yang sedang terjebak dengan sihir rantai es sebelumnya.
"Sekarang matilah dengan tenang!" putra kekaisaran itu tertawa keras bahagia.
Shin hanya terdiam melihat sebuah sihir ice javelin dengan tingkat kepadatan tinggi, sebuah bentuk lembing tipis bagaikan jarum yang sangat tajam dengan efek mengabaikan pertahanan lawan, baik itu amor terkeras sekalipun.
Walau dirinya memang kebal terhadap sihir es ataupun api yang di lancarkan oleh putra kekaisaran tersebut, tapi dengan sihir ice javelin itu mungkin bisa membuat Shin dalam kondisi yang sangat berbahaya.
Ia sesegera melepas jeratan sihir es milik putra kekaisaran untuk menghindari jalur tembakan ice javelin, tak berlangsung lama sihir tersebut itu langsung di arahkan ke Shin.
__ADS_1
Tepat saat ice javelin meluncur ke arahnya, Shin berhasil melepas jeratan sihir es dan langsung menghindar dengan menggunakan kecepatan bayangan miliknya.
Para penonton berdetak dengan cepat setelah Shin berhasil lari dari serangan ice javelin, mereka bersorak dengan penuh kegembiraan melihat pertarungan yang sangat menarik menurut mereka.
"Apa kau lihat lawan dari putra kekaisaran itu, aku kira dirinya tidak akan bisa bertahan lebih lama dari sihir dirinya," penonton A itu mengungkapkan perasaan takjub dari Shin.
"Terlebih lagi putra kekaisaran itu adalah seorang penyihir tanpa rapalan beserta dual casting miliknya, dan beruntung pria tersebut selamat dari serangan darinya," penonton B menambahkan penjelasannya kepada penonton A.
Putra kekaisaran itu kaget melihat sihir miliknya gagal mengenai lawan nya, dia melampiaskan kekesalan dengan menghantamkan kakinya ke lantai arena beberapa kali.
Melihat celah kecil dari lawannya, Shin langsung berlari menggunakan kecepatan bayangan miliknya sampai di posisi ia sampai di sudut pandang yang lawan tidak bisa di lihat yaitu bagian bawah mata dirinya.
Shin membungkuk dengan posisi siap menebas dari bawah kiri menuju 180⁰ ke arah atas.
Hantaman pedang kayu itu mengenai dagu dari putra kekaisaran sampai membunyikan suara retakan tulang miliknya, dia terkejut sampai terlempar dengan keras menghantam dinding pembatas arena.
Untung saja,, luka yang di terima tidak sampai mengancam putra kekaisaran tersebut, jika saja Shin sedikit mengubah arah lintasan serangan miliknya ke arah leher, mungkin saja itu adalah akhir dari dirinya.
Pertandingan pun selesai dengan kemenangan mutlak Shin, para penonton yang mengira bahwa putra kekaisaran lah yang akan menang.
Sang raja tertawa melihat kemenangan mutlak Shin dan kekalahan putra kekaisaran yang di permalukan olehnya, tapi itu juga membuat kontak dengan kekaisaran semakin jauh dari yang ia pikirkan.
Shin yang bingung dengan kemenangannya yang mudah dan melihat kondisi pedang kayu miliknya, pada akhirnya pedang kayu itu sudah dalam keadaan rusak parah, melihat retakan satu garis di tengah bilah tersebut.
Pengawal pribadi putra kekaisaran bertanya langsung kepada lawan tuannya untuk memberi tahukan namanya.
Shin langsung memberi tahukan nama miliknya sambil meninggalkan arena, sedangkan mereka pergi meninggalkan kerajaan delona dan kembali kekaisaran bersama putra kekaisaran.
"Sebaiknya kita kembali ke rumah saja, di sini terlalu ramai," Shin mengembalikan pedang tersebut ketempat semula.
Tetsuya beserta temannya mengikuti Shin kembali ke istana kerajaan beserta kesatria yang menjaga area sekitar Shin saat pergi meninggalkan area.
__ADS_1
Bersambung....