
Black fly queen marah dan menyerang Shin dengan menembakkan larva fly miliknya ke arah Shin.
Seketika Shin membuat barikade api hitam yang di buat dari goresan pedang api hitam miliknya.
Ia mulai memadatkan api hitamnya di bagian bilah nya, kemudian melepaskan tebasan kuat ke arah black fly queen.
Di saat tebasan hitam itu melesat dengan cepat ke black fly queen, dia memaksakan mayat yang tersisa untuk di jadikan penghalang.
"Hahaha... Coba saja serang penghalang mayat ini!" dengan sikap sombong dan angkuh black fly queen yang terlalu percaya diri dengan penghalang buatannya.
"Hehe...! sampai jumpa lagi," Shin meninggalkan black fly queen yang sedang menerima tebasan hitam miliknya.
Shin percaya bahwa tebasan hitam miliknya yang memiliki efek membakar musuh sampai tidak tersisa sedikitpun, ia berbalik badan dan pergi dari ruangan bawah tersebut.
"Hahaha... hanya segitu saja, dasar lemah!!" seketika penghalang miliknya terbelah menjadi dua dan mengenai dirinya yang sedang tertawa keras.
"Dasar sombong!!" ucap Shin yang sedang keluar dari ruangan bawah tanah.
Black fly queen berteriak kesakitan tiada henti, mulai dari rasa terbakar dari tubuhnya beserta tubuh yang mulai mengering.
Tempat itu mulai terbakar dengan cepat merambat ke dalam rumah, untungnya Shin berhasil keluar dengan selamat tepat di saat api itu mulai melahap rumah tersebut.
Di lain sisi....
Shin memerintahkan Akira, Ken, Ichiro dan Tetsuya untuk membawa mereka ke tempat yang aman, sedangkan Shin tetap di tempat tersebut menjaga agar para black fly tidak mengejar mereka.
"kakak! apa kakak yang di sana bisa tidak ikut dengan kita?" Lili bertanya kepada Tetsuya yang sedang lari.
"Tenang saja adik kecil, Kakak yang di sana akan segera menyusul kita nanti," Tetsuya membalas pertanyaan Lili sebelumnya.
Mereka semua pergi melewati hutan menuju pusat desa, seketika orang-orang tersebut melihat saudara mereka yang hilang tiba-tiba mendekati mereka yang tampak kelelahan setelah berlari.
"Oh! lili kau di sana rupanya. Apa kalian yang menerima kertas misi dari ku?" kepala desa itu bertanya kepada Tetsuya beserta temannya.
__ADS_1
"Benar, kita yang menerima misi ini paman. Penyebab kenapa semua orang menghilang secara perlahan karena mereka di culik dan di bawa ke sebuah rumah tua di dalam hutan sana. Temanku Shin masih di sana untuk menghalangi mereka yang mengejar kita sampai ke sini," ucap Tetsuya sambil menarik nafas.
"Apa kau bilang! penculik. Hei apa kalian hanya diam saja saat keluarga kita hilang, tentu tidak bukan. Nak kami akan ikut dengan kalian kembali ke sana," beberapa orang desa ikut bersama Tetsuya beserta temannya untuk menyelamatkan Shin.
Untuk para korban yang berhasil di selamatkan, merek di bawa ke dalam sebuah rumah milik kepala desa tersebut yang di jaga oleh istrinya.
"Permisi, apa kamu ayah lili?" lili menarik baju kepala desa itu.
"Oh benar, aku adalah ayahmu," balas kepala desa kepada lili.
"Kalau begitu, bolehkah mereka tinggal bersama kita," lili memperlihatkan paman dan bibi ke pada ayahnya.
"Tentu, kalian kan yang sudah menjaga lili di sana, kalian boleh tinggal bersama kita," balas kepala desa kepada lili beserta paman dan bibi.
"Pak kepala, kita siap pergi kesana dengan persenjataan kita," para orang desa itu membawa berbagai macam alat seperti sekop, batang kayu dan lain-lain.
"Maaf Tetsuya! kaki kiri ku terluka barusan, mungkin aku tidak bisa ikut dengan kalian di sana," Ichiro memperlihatkan kaki kirinya yang terluka pada Tetsuya.
"Tidak apa, Ichiro bisa tetap di sini sambil menjaga mereka," ucap Tetsuya sambil menepuk pundak Ichiro.
Mereka bergegas dengan cepat dengan batas kecepatan orang desa, perjalanan untuk menyelamatkan Shin sedikit memakan waktu lebih lama pada biasanya.
"Tunggu sebentar nak, kita kelelahan sekarang, bisakah kita beristirahat 5 menit saja,"
"Ya betul, kita kehabisan stamina berlari dari desa ke dalam hutan yang lebih dalam,"
"Ok, dalam 5 menit ke depan kita harus segera sampai ke sana," dengan tegas Tetsuya berbicara kepada orang desa yang ikut.
"Entah apa yang terjadi pada Shin di sana, mungkin dia sedang kesulitan menahan mereka yang sedang mengejar kita sebelumnya," ucap Ken sambil duduk di batang pohon tua.
Mereka semua duduk, berbaring di tanah, ataupun menyandarkan pundaknya di pohon sambil meregangkan dan mengumpulkan tenaga serta menstabilkan nafas mereka.
Setelah 5 menit mereka beristirahat....
__ADS_1
Tiba-tiba asap hitam pekat terlihat di dalam hutan, mereka bergegas mendekati asal sap tersebut.
"Cepatlah, ada sesuatu yang terjadi di sana!" dengan cepat meninggalkan orang desa tersebut bersama 2 temannya.
"Kalian duluan saja. kita yang di belakang akan segera menyusul secepat mungkin," ucap orang desa itu kepada Tetsuya yang sedang meninggalkan mereka.
Akira, Ken fan Tetsuya membutuhkan waktu 5 menit untuk sampai di tempat tersebut.
"Apa yang terjadi! kemana Shin berada saat ini," Tetsuya mengawasi rumah yang sedang terbakar itu dengan seksama.
Rumah itu mulai di lahap oleh api, dan tidak lama kemudian rumah itu tiba-tiba hancur berserakan di mana-mana.
Hanya tersisa kepulan asap dan sisa bangunan rumah yang sedang terbakar. Akira, Ken dan tetsuya menyerah dan menurunkan lutut mereka kebawah.
Sesosok hitam yang keluar dari asap itu keluar dan menghampiri mereka bertiga yang sedang terdiam tanpa sepatah katapun.
"Tetsuya, Ken, Akira, maaf aku sedikit terlambat untuk menyusul kalian ke sana," Shin berjalan dari arah rumah yang sedang terbakar.
"Apa kau baik-baik saja? apa yang sedang terjadi sama mereka?" Tetsuya bertanya-tanya pada Shin di balik rumah yang terbakar tersebut.
"Sebenarnya...!" pembicaraan Shin tiba-tiba terpotong ketika orang desa yang ikut membantu tiba-tiba sudah sampai di tempat kejadian.
"Dimana penjahatnya!" orang desa itu menodongkan senjatanya ke mana-mana.
"Tenang paman, penjahat itu sudah tidak ada, lihat saja rumah yang di sana sudah terbakar habis oleh api," Ken menjelaskan kepada mereka beserta menunjukan bukti yang ada di tempat tersebut.
"Bisa Shin lanjutkan yang tadi!" Tetsuya mengalihkan pembicaraannya pada Shin.
"Kalian semua tenang dan jangan panik. Apa kalian tahu black fly?" Shin bertanya kepada semua orang yang berada di sini.
Semua orang desa tidak tahu apa yang di bicarakan oleh Shin, beberapa temanya sedikit mengetahui apa itu Black fly, dan mencoba menjelaskannya kepada semua orang desa tersebut.
"Biar aku jelaskan. Black fly adalah sejenis makhluk ataupun monster yang hidup di benua iblis, mereka adalah makhluk parasit yang masuk kedalam tubuh inangnya. tubuh yang sudah menjadi inang Black fly akan di anggap sudah mati karena dalam satu jam tubuh inang tersebut mati setelah melewati batas jam tersebut," Tetsuya menjelaskan secara rinci kepada semua orang yang berada di tempat.
__ADS_1
Bersambung....