
Sebuah penginapan di samping kepala desa, mereka segera masuk ke dalam untuk memesan ruang kamar pada resepsionis yang sedang berdiri di belakang meja.
"Cepatlah Shin!, kau itu lambat sekali," koyuki memarahi Shin yang terlalu lambat melangkah kakinya.
"Sudahlah koyuki, bukan kah dia sangat lelah. Coba lihat penampilannya yang seperti itu," Ken menunjukan beberapa bukti pada Shin sambil menunjukannya dengan tangan miliknya.
"Benar juga kata Ken," sekali lagi koyuki memperhatikan secara seksama pada Shin.
"Ada yang bisa aku bantu," dengan senyuman miliknya, dia menyambut mereka semuanya dengan sopan.
"Kita pesan 2 kamar. Apa bisa 2 kamar tersebut bersebelahan?" koyuki bertanya pada resepsionis.
"Maaf! Untuk kamar yang berdekatan tidak ada, tapi ada satu kamar yang bisa menampung sebanyak 6 orang sekaligus, apa kamu mau mengambil kamar yang ku rekomendasikan untuk kalian," resepsionis itu memberikan solusi lain kepada koyuki.
"Berapa harga untuk kamar itu?" Tetsuya bertanya kepada resepsionis.
"Kalian bisa bayar 50 gold untuk kamar tersebut," ucap resepsionis sambil mengambil kunci ruangan kamar.
Pada akhirnya, mereka semua saling menyumbangkan uang sebesar 6 gold, sedangkan Shin memberikan 20 gold kepada mereka.
Karena mereka hanya memiliki uang sebanyak 7 gold setelah meninggalkan akademi, mau tidak mau Shin harus memberikan uang lebihnya untuk melunasi pembayaran sewa kamarnya.
"Terima kasih, ini kunci ruangan kamarnya. Kalian bisa pergi di sebelah sana, naik anak tangga itu dan temukan sesuai nomor yg ada di kunci itu," resepsionis itu menunjukan arah jalan menuju ruangan kamar.
Di ruangan kamar lantai 2....
Hanya ada 6 tempat tidur di dalam ruangan, Shin yang mengalah memberikan tempat tidurnya kepada Yui, sedangkan dirinya tidur di kursi panjang di sebelah tempat tidur.
Shin menggunakan tas bawaan temannya untuk dijadikan bantal tidur sementara, walau tekstur terasa sedikit tidak lembut saat di gunakan pada dirinya.
Menunggu sebelum waktu malam. Mereka pergi ke tempat tentara bayaran yang dekat dengan mereka tinggal.
__ADS_1
Koyuki dan Yui pergi berkeliling di sekitar tempat. Karena dia diberikan tugas untuk membeli beberapa makanan dengan uang yang sudah diberikan dari temannya, sekarang koyuki memiliki uang sebanyak 5 gold di tangannya.
"Kak koyuki, sepertinya di sana enak, apa kita bisa mampir ke sana?" Yui menunjukan jarinya ke penjual roti.
"Boleh, kebetulan kita sedang mencari makanan yang bisa bertahan lama untuk dalam perjalanan," koyuki bergegas menghampiri penjual roti bersama Yui.
Ketika mereka berdua sampai pada si penjual roti, barisan untuk membeli semakin panjang, entah apa yang membuat toko itu laris.
"Permisi pak, apa yang terjadi di sana, kenapa para pembeli sampai rela menunggu giliran mereka untuk membelinya," koyuki bertanya kepada salah satu pembeli yang kebetulan sedang berbaris menunggu gilirannya.
"Oh, kau pasti bukan penduduk di sini. Di sana ada sebuah roti yang sangat enak ketika dalam keadaan masih panas. Katanya kalau roti itu sudah dingin, tekstur dari roti tersebut akan sedikit kaku dan hambar saat di makannya," pembeli itu menjelaskan alasan kenapa toko itu ramai pada koyuki.
"Aku sangat penasaran dengan rasanya, tapi untuk sekarang kita harus mencari makanan lain terlebih. Ayo Yui kita pergi dari sini, terima kasih pak sudah menjawab pertanyaan aku," koyuki pergi meninggalkan toko roti yang sedang ramai.
Mereka berdua kembali berkeliling untuk mencari makanan yang cocok dalam perjalanan mereka nanti.
Di sisi lain...
"Ada yang bisa aku bantu," pria botak itu sedang membersihkan gelas minumnya.
"Kami di sini ingin mendaftar sebagai tentara bayaran, apa ada syarat tertentu untuk mendaftar?" Ken bertanya langsung kepada pria botak tersebut.
"Tentu, jika kalian bisa membawa kepala ogre ke sini, baru kalian bisa mendaftar menjadi tentara bayaran," ucap pria botak ke pada mereka.
Sementara itu, para tentara bayaran yang sedang singgah di tempat tersebut tertawa keras mendengar ucapan Ken beserta temanya. Pasalnya, mereka beranggapan bahwa seorang anak bisa membawa kepala ogre tersebut.
"Hahaha, apa kau dengar barusan, katanya mereka akan membawa kepala ogre ke sini. Hei nak, aku mendukungmu, cepat bawalah kepala itu ke sini dan mari bergabung ke dalam pesta nanti ok," pria tua itu tertawa sambil mendukung tujuan mereka.
"Semangat lah bocah, kita semua di sini mendukung kalian menjadi tentara bayaran. Kalau kalian butuh bantuan, bisa datang di tempat ini langsung, jadi tidak perlu sungkan bertanya," pria lain berbicara kepada mereka yang hendak pergi berburu ogre.
Di sisi lain ' hutan lox'...
__ADS_1
Shin berlatih kemampuan pedang miliknya kepada lawan ogre yang berada di depannya.
Shin berlari dengan cepat mendekati ogre, ia berlatih hanya mengandalkan tubuh fisiknya saja saat menghadapi ogre dengan teknik pedang yang sudah di latih sebelumnya.
Ogre yang tampak menyerang dengan menghantamkan gada dari tangan kanannya kebawah dengan kuat, seketika Shin berhasil menghindar dan memutar balik kan tubuh beserta arah tebasan ke bagian bawah kepala.
Kepala dan bagian tubuh ogre terpisah saat terkena tebasan Shin, darah yang awalnya tidak keluar saat 2 bagian terpisah secara perlahan mulai mengeluarkan darah dengan cepat.
Tidak lama kemudian... Ken, Tetsuya, Ichiro dan Akira secara tidak sengaja bertemu Shin saat mencari ogre.
"Hei, coba lihat di sana. Bukankah itu mayat ogre," Ichiro menunjukan jarinya ke arah mayat ogre yang sudah di bunuh oleh Shin.
"Benar, tapi siapa yang membunuh semua ogre itu," Ken penasaran dengan orang yang membasmi sekawanan ogre.
Ketika Shin yang sudah menikmati istirahat dan mendatangi mayat ogre miliknya, mereka secara tidak sengaja bertatap muka satu sama lain.
"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Shin kepada mereka semua.
"Kita mengumpulkan kepala ogre untuk mendaftar menjadi tentara bayaran di desa," Akira menjawab pertanyaan Shin dengan nada datarnya.
"Oh, ternyata kalian mencari kepala ogre. Kebetulan tadi aku membunuh setidaknya 6 ogre tersebut. Bagaimana kalau masing-masing kalian satu kepala, dan membawanya langsung ke tempat tersebut," Shin menawarkan mayat ogre tersebut pada temannya.
"Kalau begitu aku akan mengambil satu kepala," Akira, Ken, Ichiro dan Tetsuya mengambil 1 bagian kepala ogre.
Shin membawa sisa kepalanya, untuk di berikan kepada koyuki yang sedang menjaga Yui. Mereka semua kembali ke tempat guild tentara bayaran untuk mendaftar sebagai anggota tentara bayaran.
Sebuah lintah hitam itu masuk ke salah satu kepala ogre yang mereka bawa, entah itu jenis monster atau hewan. Mereka semua tidak tahu bahwa bencana yang dia bawa nanti.
Lintah tersebut masuk ke bagian terdalam di kepala ogre, mereka tidak menyadari adanya keanehan di saat mereka membawanya.
Bersambung....
__ADS_1