
Tepat di saat Shin kembali dari dunia ilusi yang di ciptakan oleh mimik.
Serangan kejutan dari arah depan berhasil di hindari dengan aman tanpa terluka sedikitpun, tapi itu hanya berlaku pada dirinya sendiri.
Koyuki, Yui, Lina, dan Tetsuya, mereka semua masih berada di dunia ilusi. Shin berusaha mencoba melindungi mereka dari serangan mimik yang membabi buta di segala arah manapun dia menyerang.
Shin mencoba membangunkan mereka dengan berbagai cara di lakukan, tapi tetap saja usaha yang di lakukan olehnya hanya sia-sia.
Ketika mimik hendak menyerang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, Shin secara terkejut terjatuh dan menghantam bibir Lina yang sedang terdiam.
Secara mengejutkan, ciuman pertama yang dilakukan secara tidak sengaja membangunkan Lina dari dunia ilusi tersebut.
Hehe....!
"Konyol sekali, kenapa dari semua cara yang aku lakukan, entah kenapa cara aneh ini berhasil," bergumam dengan rasa kecewa yang di alami Shin atas usaha dirinya.
"Apa yang kau bicara?" Lina penasaran dengan perkataan Shin secara asal sebelumnya.
"Tidak ada, hanya saja aku sedikit kecewa tadi! sebaiknya kamu menutup mata sekarang," tegas Shin untuk segera bergegas membebaskan mereka semua.
"Kenapa?" Lina penasaran dari permintaan Shin.
"Nanti akan ku bicarakan setelah urusan ini selesai. Cepatlah!" Shin sedikit panik saat kecepatan serangan yang di lakukan oleh monster mimik.
"Ok-ok!" Lina menutup mata dan menunduk ke arah bawah.
Dark flame...!!
Shin berlari sambil mendorong monster mimik tersebut menggunakan pedang miliknya, ia dengan sekuat tenaga melemparnya sejauh mungkin.
Mempersiapkan serangan susulan yang akan di berikan oleh pedang miliknya. Ia mulai menyalurkan bilah pedangnya dengan api hitam miliknya sampai ke ujung bilah.
Dark slash....!!
Gelombang tebasan berwarna hitam itu mengarah dengan cepat ke arah monster mimik tersebut, sampai terdorong lebih jauh dan menghantam pohon di belakangnya.
Monster mimik itu masih hidup setelah terkena serangan dari dark slash milik Shin. Ia dengan cepat mengakhiri pertarungan pertarungan tersebut dengan memusatkan dan memadatkan ke satu titik api dalam bentuk lembing.
Semakin padat, semakin kuat serangan yang di hasilkan dengan ledakan saat terkena oleh lawannya.
__ADS_1
"Terima ini!!"
Javelin of darkness...!!
Melempar dengan sekuat tenaga sampai menghancurkan area lintasan tersebut hingga menghancurkan monster mimik tersebut tanpa tersisa sedikitpun.
"Akhirnya selesai juga. Huh!" Shin menghela nafas dengan lega setelah berhasil mengalahkan monster mimik tersebut.
"Apa sudah selesai!" perlahan Lina membuka matanya.
"Hah, jangan sekarang dulu, tolong tetap tutup matamu dulu!" Shin panik bahwa urusannya belum selesai untuk membebaskan mereka yang terjebak di dunia ilusi.
"Apa yang terjadi? bukannya tadi aku sedang berlibur?" ucap koyuki yang sedang bingung dengan dirinya sendiri.
"Ibu! di mana ibu sekarang?" Yui menangis usai terbebas dari dunia ilusi.
"Kalian terlalu memaksa anakmu ini bekerja terlalu keras!" Tetsuya tersenyum lebar usai terbebas dari dunia ilusi.
"Entah kenapa, masalah yang sulit ditangani sudah terselesaikan dengan aman! syukurlah aku tidak jadi melakukan hal tersebut!" dengan bahagia Shin berhasil terlepas dari jeratan aksi bodoh yang akan di lakukan sebelumnya.
Di saat bersamaan!!
"Kamu, bukankah Kanzaki yang waktu itu!" koyuki terkejut dengan identitas asli Shin yang selama ini ia sembunyikan.
"Tidak mungkin! apa kamu hantu? di waktu masih di akademi, Kanzaki yang tewas terbunuh tepat kita melihatnya bukan!" Tetsuya mulai berpikir dengan keras.
Lina yang tidak bisa mencerna perdebatan mereka berdua, seketika dirinya langsung menanyakan kepada Shin tepat di depannya.
"Bisakah kau jelaskan dengan benar di depanku!" raut wajah Lina seakan ingin memukulnya Shin saat ini juga.
Yui berlari menghadang Lina yang sedang memojokkan Shin tetap di depannya, seketika Yui mulai mengambil alih situasi tersebut, tapi Shin menolak bantuan yang di berikan Yui dan mulai menjelaskan kepada mereka secara terang-terangan.
5 Menit kemudian....
"Begitulah, tapi aku tidak bisa menjelaskan secara menyeluruh kepada kalian semua,"
Shin mulai saat ini tidak akan menggunakan penyamarannya kepada mereka kecuali di situasi darurat.
"Jadi selama ini Yui sudah tahu bahwa kau sedang menyamar! ya sudahlah, apa boleh buat. Kau tahu tadi aku sangat terkejut bahwa orang yang sudah mati bisa hidup kembali," ucap koyuki yang menghela nafas karena lelah dengan kejutan yang ada.
__ADS_1
Ketika situasi sudah mencair, secara tidak terduga bahwa perasaan mereka bahwa tempat tersebut sangat sepi, seakan teman mereka tidak ada.
Bahwa mereka menyadari bahwa Ken dan Ichiro yang pergi ke tenda untuk tidur tiba-tiba terasa hening tanpa dengkuran hebat Ichiro.
Di saat Tetsuya menarik lain sebagai pintu tenda, mereka berdua tidak ada di dalam tenda. Entah kemana mereka berdua berada.
Secara mengejutkan Lina menemukan mereka. yang sedang tertidur di bawah tanah yang sudah di gali cukup lebar untuk mereka bertiga.
Kondisi Akira saat itu penuh dengan luka dan memar di pergelangan kaki miliknya, beruntung nyawanya masih bisa tertolong dengan cepat setelah menemukannya yang tergeletak bersama Ken dan Ichiro.
Setengah jam berlalu setelah mengobati Akira yang sedang terluka.
"Maaf, ini salahku yang membuat cerita lelucon tentang hantu sebelumnya," ucap Ken yang menyesal pada ucapan leluconnya.
"Ya mau gimana lagi, karena kejadian itu sudah berhasil di atasi walau memiliki masalah untuk melawan monster tersebut," ucap Tetsuya yang sedang duduk bersama mereka.
"Boleh kau bertanya kepada kalian?" Ken penasaran dengan seseorang yang berada di depannya.
"Tentu,"
"Kalau begitu, siapa dia?" Ken menatap tajam ke arah Kanzaki Rito tanpa henti.
"Oh itu! gimana ya menjelaskannya. Dia itu teman sekelas kita, masa kau lupa dengan wajah orang yang sering tidur di kelas!" Tetsuya menjelaskan siapa dirinya kepada Ken.
"Hah! tunggu sebentar, biar aku ingat-ingat dulu," ucap Ken sambil mencoba mengingat sesuatu pada otaknya.
"Mulai lagi nih anak. Dia selalu tidak ingat teman kelasnya, karena teman tersebut tidak menarik perhatian miliknya," ucap Tetsuya sambil menunggu dirinya ingat soal tentang Kanzaki Rito pada pikirannya.
"Oh itu kau rupanya, tapi bukankah kau ini sudah mati beberapa bulan lalu!" ucap Ken yang masih bingung dengan situasi saat ini.
"Itu ceritanya panjang. biar Tetsuya saja yang menjelaskan, aku mau tidur dulu," Kanzaki Rito pergi meninggalkan mereka yang sedang duduk berbincang.
"Yui juga mulai mengantuk! kak Lina temani aku tidur boleh," Yui menarik telapak tangan Lina.
"Boleh, siapa yang tidak mau menerima ajakan adik kecil yang manis ini," ucap Lina sambil mengelus rambut Yui.
Suana semakin sepi, dan mereka memutuskan untuk melanjutkan perbincangan tersebut di esok hari yang akan datang.
Bersambung....
__ADS_1