
Beberapa hari setelah kejadian kematian Kanzaki Rito...
Seorang petugas kebersihan membersihkan ruangan toilet pria seorang diri, ia sangatlah masih muda, berambut putih, dan rajin bekerja.
Setiap hari di waktu pagi, ia selalu memulai membersihkan lorong akademi, kemudian di susul dengan berbagai ruangan di akademi.
Hari sudah siang, para siswa masuk secara terburu-buru, sepatu mereka yang basah mengotori lantai di lorong tersebut.
Petugas kebersihan itu hanya diam dan melihat semua hasil kerja keras dirinya tersia-siakan, ia menunggu waktu di saat seluruh siswa itu masuk dalam pelajarannya.
Sesegera ia membersihkan dengan pel yang sudah sedikit di basahi dengan air, menggeser pel itu kedepan secara menyeluruh sampai lantai lorong itu benar-benar bersih.
Akhirnya pekerjaan dirinya selesai, ia beristirahat di ruang gudang peralatan, memakan sepotong roti yang sudah di beli dari toko penjual makanan di akademi, walau harga benar-benar menguras isi saku miliknya.
Beberapa siswa nakal berkeliaran di sepanjang lorong. Petugas kebersihan itu sedang memakan roti dengan penuh perasaan setiap bagian-bagian roti miliknya.
Secara sengaja siswa nakal itu mengambil dan membuang roti itu ke keranjang sampah, mereka tertawa lepas usai membuang roti tersebut. Petugas kebersihan itu hanya diam dan mengambil sisa makanan tersebut untuk d makan kembali.
Waktu pembelajaran ilmu sihir telah selesai, mereka bergegas keluar bersama siswa lain. Petugas kebersihan itu pergi meninggalkan tempat kerjanya dan menuju ke sungai untuk bersandar di bawah pohon.
Lagi-lagi seorang wanita itu datang menghampiri petugas kebersihan yang sedang tertidur. dia menaruh tangannya di bagian dada petugas kebersihan, seakan-akan mau membangunkan dirinya.
Petugas kebersihan itu hanya diam setelah ia merasakan sentuhan dari wanita tersebut. Berpura-pura tidur walau ia sedikit merasa tidak nyaman pada tubuhnya.
Ia menyadari bahwa salah satu keahliannya, tiba-tiba menghilang dalam dirinya, tapi itu tidak membuat ia bereaksi sedikitpun dan melanjutkan berpura-pura tidurnya.
"Mudah sekali hehe...!" wanita itu senang dengan aksinya yang terlalu mudah untuk di dapatkan.
Wanita itu meninggalkan petugas kebersihan yang sedang tertidur di bawah pohon. Ia mengabaikan dan tetap diam tanpa memberikan sedikit respon.
"Hah...! wanita itu lagi, dan selalu saja ada hal yang hilang dalam diriku," Kanzaki Rito kecewa dengan sikap wanita itu.
Di sisi lain di tempat perpustakaan akademi kerajaan vellenia...
Tidak ada satupun siswa dari akademi itu datang atau berkunjung di perpustakaan tersebut, mereka hanya fokus pada hal yang sudah pasti.
__ADS_1
Banyaknya buku yang tersusun rapih dalam rak di setiap sudut tempat, bahkan sampai memiliki lantai 2 beserta tempat yang sangat luas.
Petugas kebersihan itu membutuhkan waktu lama untuk membersihkan seluruh tempat yang sangat luas.
Ketika ia secara tidak sengaja membersihkan buku di bagian atas lemari, sebuah buku sejarah yang berisikan 4 senjata suci yang di gunakan pada era sebelumnya.
Karena tida ada orang di dalam perpustakaan, ia menyimpan buku itu ke dalam penyimpanan bayangan miliknya.
Masih tersisa lantai 2 yang belum di bersihkan, dengan cepat membersihkan bagian-bagian lemari dengan memanfaatkan shadow control miliknya.
pekerjaan selesai tepat waktu secara bersamaan, seorang siswa berkaca-mata datang mengunjungi perpustakaan tersebut.
Petugas kebersihan itu pergi meninggalkan ruangan perpustakaan, secara tidak sengaja berkontak langsung dengan siswa tersebut, tapi mereka hanya diam berjalan tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Satu bulan kemudian...
Sebuah kejadian dalam ramalan sebentar lagi terjadi, sisa teman kelas Kanzaki Rito yang masih hidup memulai perjalanan mereka ke berbagai tempat.
Mereka membagi menjadi 4 kelompok. Di mulai dari sisi Utara, barat, selatan dan timur, mereka mulai melangkahkan kakinya dengan bekal ilmu yang mereka dapat selama 1 bulan di akademi.
Entah ke mana keberadaan Kanzaki Rito saat ini, ia menghilang tepat di saat setelah tubuh palsunya di makamkan.
Masing-masing kelompok menaiki kereta kuda yang sudah di siapkan oleh kerajaan dan akademi itu sendiri, tak luput dengan juru kemudi yang membawa kereta kuda tersebut.
"Kelompok kita sebenarnya tidak membutuhkan juru kemudi, secara kebetulan salah-satu temanku pernah mengendarai kuda sebelumnya. Kami memutuskan untuk membawa kereta kuda ini sendiri," kelompok Hayato yang mengarah ke selatan membawa kereta kuda tersebut.
"Maaf sudah merepotkan mu! ini uang konpensasinya, sekarang kau bisa pergi sekarang," Kasim veder memberikan uang tersebut kepada juru kemudi di kereta kuda.
"Terima kasih tuan, aku undur diri sekarang," juru kemudi itu pergi meninggalkan tempat tersebut sambil membawa uang konpensasinya.
"Apa kau sudah membawa laporan yang kuminta?" Kasim veder menodongkan tangan kanannya ke arah asisten tersebut.
"Ini laporan yang sudah kumpulkan tentang informasi penting siswa itu," asisten itu menyerahkan laporan miliknya kepada Kasim veder.
Isi laporan tersebut di antara lain jumlah orang yang terpanggil dari dunia lain berjumlah 30 orang. 9 mati di dalam dungeon tingkat rendah dan di susul dengan siswa bernama 'kanzaki Rito' yang terbunuh di saat masa penangkapan dirinya.
__ADS_1
Hanya tersisa 20 orang dari jumlah aslinya. Mereka membagi kelompok mereka menjadi 4 bagian sesuai arah tujuan mereka.
"Apakah masih belum menemukan kejanggalan atas tuduhan palsu itu?" Kasim veder bertanya langsung kepada asistennya.
"Kurasa untuk saat ini masih belum cukup informasi yang di dapatkan," asisten itu membalas pertanyaan Kasim veder.
___________
""Apa kau mau minum teh bersamaku?" Kasim veder mengajak asisten dirinya.
"Tentu! kenapa tidak," asisten itu menerima ajakan Kasim veder.
Mereka semua pun menjalankan perjalanan masing-masing sesuai tujuan mereka. Kasim gender dan asistennya pergi ke dalam ruangan pribadinya, dia melihat melihat petugas kebersihan yang sering membersihkan tempat makan dirinya.
Karena dirinya berpikir bahwa petugas kebersihan itu sedang cuti ataupun beristirahat, dia mencoba mengabaikan dan tetap melanjutkan minum tehnya bersama asistennya.
Di lain sisi di arah Utara....
Mereka secara tidak sengaja bertemu seorang petualang yang sedang lewat di jalan tersebut, orang itu bertubuh sedang persis seperti mereka, memiliki rambut putih, pupil berwarna putih beserta pedang yang berada di pundaknya.
"Permisi! bolehkah aku menumpang di kereta kalian. Kebetulan kereta kuda ini mengarah jalan yang sedang aku tuju," orang itu melontarkan permintaannya pada mereka.
"Tentu!" wanita itu mengizinkan orang itu menumpang.
Kereta kuda itu kembali berjalan sesuai arah tujuannya.
"Boleh aku tahu siapa namamu?" wanita bertanya pada orang itu.
Karena seisi tempat itu penasaran nama dan status kehidupan miliknya. orang itu memberi tahukan namanya pada kelompok itu.
"Panggil saja aku....!!" tiba-tiba kereta itu berguncang dengan keras sampai kelompok itu tidak mendengar ucapannya.
"Apa!! aku tidak dengar!!" wanita itu dengan tegas meminta orang itu mengucapkannya lagi.
"Nanti saja, sekarang aku ingin tidur siang. Ok!" orang itu menahan mereka dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Bersambung....