
Di jarak yang sangat jauh, Apostle 'Zetrik Obelon' yang mengawasi pertarungan kanzaki Rito dengan raja iblis yang sedang memusatkan semua kemampuan yang di miliki nya, ke masing-masing pedang yang di pegang nya.
Tinggal menghitung waktu mundur sebelum benturan besar itu terjadi, penghalang besar yang sudah di buatkan oleh Apostle 'Zetrik Obelon' untuk membatasi kerusakan setelah benturan besar itu terjadi.
Apostle yang di larang untuk ikut campur dalam masalah kecil pada dunia tersebut atas kehendak dewa nya, kecuali masalah yang bisa menghancurkan dunia ataupun kehilangan keseimbangan antara kebaikan dan kejahatan.
Di sisi lain....
"Terima ini. Black sky slash...!" Kanzaki Rito mendorong pedang suci imitasi miliknya dengan kuat setelah penekanan ketiga unsur dari pedang tersebut.
"Haha....! Shadow Blade, darkness of slash," raja iblis sudah memperkuat serangan milik nya dan menyusul serangan yang akan datang.
Kedua tebasan kuat mulai serangan mereka sehingga menimbulkan suara bising setelah benturan tersebut.
Kanzaki Rito dan raja iblis terpental jauh di masing-masing tempat saat terkena ledakan besar dari dua tebasan sebelum nya.
Akibat dari ledakan dari benturan dua serangan dari sisi berlawanan, hampir seluruh tempat area tersebut rusak parah tanpa tersisa sedikitpun bagian atas tanah nya.
Untung saja area yang sudah di batasi oleh Apostle sebelumnya berhasil menahan serangan besar yang datang.
"Uhukk, serangan tadi benar-benar merusak seluruh bagian tubuh ku. Ya, tetap saja berkat kemampuan immortal yang ku miliki saat ini tidak akan membuatku kesulitan untuk menyembuhkan tubuh ku ini," Kanzaki Rito mencoba bangun dari tempat ia terjatuh.
Perlahan luka di beberapa tempat mulai menyembuhkan dengan sendirinya, membutuhkan waktu selama beberapa menit agar penyembuhan nya benar-benar maksimal.
__ADS_1
Ia perlahan mendekat ke tempat raja iblis terjatuh saat terkena serangan sebelum nya. Tubuh raja iblis yang penuh luka dengan kerusakan yang lebih tinggi dari dirinya saat ini, terlebih lagi raja iblis saat ini tidak memiliki kemampuan regenerasi.
"Luar biasa, meski sudah ku tahan dengan body Shield tetap saja tidak bisa menahan serangan sebelum nya, luka bakar tanpa henti ini terus terasa sakit setiap detik nya. Sulit bagiku untuk menyembuhkan tubuh ku yang terlalu banyak terkena luka dari serangan dari nya," raja iblis memuntahkan darah dari mulutnya, tubuh yang sulit bergerak, kedua tangan yang melindungi wajah nya sampai tidak bisa menggerakkan nya dengan bebas.
"Sekarang aku yang menang di pertarungan ini, jadi aku akan segera kembali ke....!" Kanzaki Rito tiba-tiba kehilangan keseimbangan tubuh nya saat mendekat ke raja iblis.
"Sepertinya kau sudah terlalu banyak mengeluarkan kemampuan itu secara sekaligus, sungguh tamak rupanya kau haha!" ucap raja iblis yang masih terlentang di atas tempat dia terjatuh.
Kanzaki Rito yang kelelahan setelah menggunakan menggunakan teknik tersebut yang hampir menghabiskan seluruh mana miliknya, terlebih lagi efek regenerasi pada tubuhnya yang semakin membuatnya kehilangan seluruh kekuatan yang tersisa untuk bisa berdiri saat itu juga.
Raja iblis yang masih hidup dengan kondisi yang sangat parah pada bagian tubuhnya hanya bisa pasrah menunggu waktu dirinya mati di tempat tersebut.
Seluruh dataran di pertarungan hancur berantakan, beberapa tanah terbakar, retak, bahkan berlubang sangat luas di sekitar area mereka berada.
Apostle 'Zetrik Obelon' yang merasa puas dengan pertarungan singkat tapi menegangkan tersebut membuat diri nya senang seketika, tanpa di guna sosok entitas lain muncul di balik retakan di belakang raja iblis.
Merasa kanzaki Rito dalam bahaya jika hanya menyentuh nya, ia dengan sigap melindungi tubuh Kanzaki Rito dengan pelindung ilahinya agar tidak dapat menyentuh nya, sayang nya kemampuan tersebut sedikit berkurang pada kemampuan aslinya, karena jarak antara target terlalu jauh.
Untung saja entitas tersebut membatalkan niat untuk membunuh Kanzaki Rito dan kembali memasuki retakan tersebut sambil membawa tubuh raja iblis tersebut.
Sungguh beruntung raja iblis masih bisa bertahan hidup saat ini juga berkat entitas itu, entah kemana arah tujuan retakan tersebut berada, bahkan Apostle 'Zetrik Obelon' tidak dapat melihat isi di dalam retakan dengan penglihatan milik nya.
"Kalian berdua sungguh beruntung, sampai membuat diriku ini turun tangan hanya untuk menyelamatkan mu saat ini juga, sayangnya aku tidak bisa ikut campur karena perjanjian yang sudah aku buat dengan dewa," Apostle 'Zetrik Obelon' bangun dari tempat duduk nya dan mempersiapkan untuk menjemput Kanzaki Rito yang sedang berbaring di tempat yang jauh.
__ADS_1
Beberapa hari kemudian....
"Kenapa dia masih belum bangun sejak kemarin? bukan kah dia hanya berbaring dan tidur di kasur itu!" Ken sedikit khawatir dengan kondisi Kanzaki Rito yang masih tertidur cukup lama.
"Hei, bukan nya Ken dan Tetsuya bersama dia, apa yang sedang terjadi di saat kita tidak ada?" tanya Lina kepada mereka berdua soal kejadian beberapa hari yang lalu.
"Tubuh nya baik-baik saja, dia masih bernafas saat ini, terlebih lagi tidak ada luka di bagian tubuh nya, tapi kemana masih belum kunjung bangun!" Tetsuya mengecek kondisi tubuh Kanzaki Rito secara seksama.
"Tunggu, biar aku ingat terlebih dahulu kejadian beberapa hari yang lalu!" Ken mencoba mengingat kembali kejadian sebelum nya.
"Maaf, aku sudah lupa kejadian beberapa hari yang lalu," Tetsuya mengaku tidak ingat beberapa hari yang lalu kepada mereka semua.
"Sayang nya di sini tidak ada dokter di kerajaan ini, sudah aku cari di seluruh tempat, tapi tidak kunjung ketemu apa yang kita cari, hanya terlihat petualang dan kesatria kerajaan saja di daerah tersebut," G tampak kelelahan berkeliling tempat sambil berlari ke sana kemari mencari bantuan.
"Maaf, kita sudah berusaha semaksimal mungkin mencari seseorang yang bisa membantu Kanzaki Rito," adik dwarf sedikit kecewa dengan hasil pencarian mereka berdua.
"Setidak nya kalian sudah berusaha membantu, tapi adakah cara lain untuk mencoba Kanzaki Rito bangun sedikit lebih cepat, seperti obat-obatan untuk mempercepat pemulihan jika ada kerusakan pada bagian luka dalam nya," ucap koyuki yang mencoba cara lain jika semua usaha mereka sia-sia.
"Eh! apa kau bilang obat?" balas Tetsuya kepada koyuki yang tiba-tiba terlintas di dalam pikiran nya.
"Betul juga, kita yang sudah panik selama beberapa hari mencari dokter yang bisa mengecek kondisi Kanzaki Rito saat ini, dan kita melupakan hal dasar sebagai pertolongan pertama," Ken mencoba mencerna dan menyimak semua pembicaraan yang sudah di dengar nya.
Saat setelah ucapan Ken terlintas di pikiran mereka semua, bahwa mereka tidak pernah mencoba menggunakan obat seperti health potion ataupun elixir.
__ADS_1
Mereka semua tampak bodoh dengan tindakan yang sia-sia, dan tidak pernah terpikirkan bahwa cara paling sederhana hanya meminumkan nya ke mulut Kanzaki Rito menggunakan health potion atau pun elixir.
Bersambung.....