
Setelah kedatangan Kanzaki Rito secara mendadak tanpa sepengetahuan orang lain, Tetsuya memanggil yang mulia raja beserta istri nya datang ke ruangan kamar Lina.
Sang raja yang terkejut setelah mendengar kabar bahwa Kanzaki Rito menghilang tanpa di ketahui oleh orang lain.
Mereka yang meneteskan air mata kebahagiaan setelah melihat Kanzaki Rito secara langsung di hadapan nya.
"Kemana saja kamu selama ini? kamu bahkan sudah meninggalkan barang kecil itu tanpa di beritahu oleh mu sebelum nya, itu membuat kami berdua kesulitan untuk mengurusnya," raja yang menangis menjelaskan kesulitan yang di alami olehnya selama 1 tahun sebelum nya.
"Lina, bisa aku minta tolong, bisa kah jelaskan kembali apa yang aku bilang sebelumnya kepada ayah mu?" Kanzaki Rito yang lelah untuk mengulang kembali perkataan nya kepada yang mulia raja.
"Baiklah, ayah bisa kesini sebentar," Lina mengajak ayahnya ke ruangan lain untuk membicarakan kembali apa yang ia dengar dari Kanzaki Rito.
"Ya, putri yang cantik, ayah akan mengikuti segera," raja langsung mengusap air matanya sekaligus melepas pelukan nya.
"Sayang, apa aku juga boleh ikut?" tanya istri raja yang ingin ikut ke dalam pembicaraan mereka berdua.
"Tentu sayang ku," balas raja dengan senyuman miliknya sambil menarik tangan istri nya.
"Akhirnya bisa tenang juga," Kanzaki Rito menarik nafas kemudian membuangnya dengan perlahan.
Waktu telah berlalu selama 30 menit, yang mulia raja, istri, dan Lina kembali masuk ke dalam ruangan milik Lina.
Yang mulia raja mengajak Kanzaki Rito untuk ikut makan bersama malam ini bersama keluarga, tentu dengan Tetsuya beserta teman nya yang menjaga Lina sebelum nya.
Di ruang meja makan kerajaan....
"Sudah lama sekali tidak makan bersama di sini, tapi kenapa banyak sekali prajurit yang berjaga di dalam ruang meja makan, tidak lupa dengan beberapa prajurit lain yang berjaga di depan pintu keluar," Kanzaki Rito yang merasa ada perubahan di dalam lingkungan nya saat ini.
"Tentu saja, sekarang kondisi di berbagai kerajaan dan kekaisaran saat ini sedang dalam peperangan melawan pasukan iblis," ucap raja menjelaskan situasi saat ini setelah ia selesai menelan makanan nya.
"Bukan kah raja iblis sudah di kalahkan oleh sesosok pahlawan, terlebih lagi jumlah iblis saat penyerangan tersebut seharusnya sudah berkurang sebesar setengah jumlah iblis saat itu. kenapa bisa terjadi perang sekarang," balas Kanzaki Rito yang mencoba membenarkan kondisi 1 tahun lalu kepada raja.
__ADS_1
"Itu memang benar. Raja iblis yang di kalah kan sebelum nya, tiba-tiba datang kembali dan menduduki istana raja iblis, terlebih jumlah pasukan iblis yang dia kerahkan sangat tidak masuk akal," raja melanjutkan kembali penjelasan nya kepada Kanzaki Rito.
"Sepertinya sesosok hitam yang membawa raja iblis itu pasti memiliki rencana rupanya," gumam Kanzaki Rito yang mengingat kembali kejadian saat pertemuan dengan sesosok hitam misterius.
Tak lama kemudian, suara tangisan terdengar di sebelah ruangan tepat mereka berkumpul. Lina yang mendengar tangisan itu langsung bergegas berlari ke dalam ruangan tersebut.
Beberapa menit kemudian suara tangisan yang sebelum terdengar, tiba-tiba berhenti dan Lina kembali masuk sambil menggendong bayi di tubuh nya.
"Hah, bayi siapa ini Lina?" Kanzaki Rito sangat terkejut melihat Lina yang sedang memberi minum pada bayi tersebut di depan dirinya.
"Hehe, lucu sekali! tentu saja ini adalah anak kita, apa kau lupa tentang malam itu?" balas Lina yang sedang menggendong bayi nya.
"Kenapa kau tidak bilang sesuatu tentang masalah ini?" tegas Kanzaki Rito kepada mereka yang tidak bilang secara langsung kepadanya.
"Apa kau bodoh nya Kanzaki Rito? kau sendiri yang tidak bilang sesuatu itu!' balas tetsuya kepada Kanzaki Rito.
"Apa benar ini anak ku?" Kanzaki Rito bertanya kembali kepada mereka.
"Dari pada kamu hanya diam dengan tatapan kosong itu, lebih baik pegang anak ini sekarang. Aku sekarang sedang lelah," Lina mendekati Kanzaki Rito dengan anak nya yang sedang di pegang.
"Maaf, kalau begitu, kami di sini akan meninggalkan ruangan ini sekarang, kalian beristirahat lah sekarang, karena sekarang sudah malam sebaik nya tidur saja," ucap raja pergi meninggalkan Kanzaki Rito, Lina dan anak nya yang berada di ruangan tersebut.
"Sungguh kejutan yang tidak terduga sekali." ucap Kanzaki Rito.
Ke esokan harinya....
"Tuan Rito, mohon segera bangun sekarang, yang mulia raja memanggil anda di ruang meja makan kerajaan sekarang," ucap pelayan dengan suara yang lembut memanggil Kanzaki Rito yang sedang tertidur pulas.
Pelayan yang sedikit kesal karena sudah menunggu beberapa menit, tapi Kanzaki Rito tidak kunjung bangun dari tempat tidur nya.
Karena terlalu lama, pelayan itu menggunakan teknik warisan keluarganya untuk membangunkan Kanzaki Rito di tempat tidur sekarang.
__ADS_1
Dirinya mengambil satu buah tanaman dengan rasa pedas itu dari dalam saku nya, kemudian membelah menjadi dua dan di masukan ke dalam mulut Kanzaki Rito yang sedang tertidur.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk dirinya bangun dari tempat tidur, dalam beberapa detik Kanzaki Rito terbangun dan berlari mencari segelas air di dalam ruangan nya.
Beruntung pelayan itu sudah menyiapkan beberapa air minum untuk di berikan kepadanya jika teknik warisan itu benar-benar berhasil.
"Ini tuan," pelayan memperlihatkan gelas berisi air di dalam nya di hadapan Kanzaki Rito.
"Cepat berikan itu sekarang!" tegas Kanzaki Rito berlari mengambil gelas berisi air yang di pegang oleh pelayan itu.
"Ini tuan," balas pelayan dengan senyuman nya.
Beberapa detik kemudian....
"Sial sekali, siapa yang menaruh cabai di mulutku ini?" Kanzaki Rito kesal setelah bangun dari tempat tidurnya dalam kondisi mulut pedas.
"Aku tidak tahu tuan," balas pelayan itu yang tetap tersenyum walau dirinya lah yang melakukan nya.
"Awas saja kalau aku tahu siapa yang melakukan nya? akan ku hukum dia dua kali lipat nanti!" ucap Kanzaki Rito sembari mengadu kedua tangan nya.
"Aku tidak sabar melihat nya nanti tuan," ucap pelayan yang masih tersenyum di hadapan kanzaki Rito.
Setelah selesai mengurangi rasa pedas di mulutnya akibat ulah pelayan itu, Kanzaki Rito bergegas menuju ke ruang meja makan sesuai panggilan Yang mulia raja itu sendiri.
Seperti biasa di dalam ruang meja makan, beberapa kesatria berjaga di berbagai sudut tempat ruangan sekaligus pintu depan.
Kanzaki Rito beserta yang lain nya, menikmati hidangan yang sudah di sajikan oleh koki terbaik di kerajaan delona.
Secara kebetulan koki tersebut membuat sebuah menu baru sederhana dan di sajikan langsung setelah makanan utama selesai di makan.
Mereka menikmati hidangan terakhir itu sampai tidak ada yang tersisa di meja makan tersebut.
__ADS_1
Bersambung.....