
Di taman istana kerajaan delona....
"Untuk di kerajaan di sini lumayan tenang, tidak ada gangguan dari pasukan iblis yang menyerang, terlebih setelah melihat dari orang-orang yang membawa barang-barang miliknya datang secara berbondong-bondong di depan gerbang tembok pembatas kerajaan," gumam Kanzaki Rito yang menikmati hembusan angin di tempat tersebut.
Kerajaan delona yang terletak agak jauh dari invansi iblis yang sudah berlangsung selama satu tahun lebih.
Entah sampai kapan masa kedamaian di kerajaan delona berlangsung nanti, Kanzaki Rito mengambil langkah tegas untuk segera menghabisi seluruh iblis yang berada di berbagai benua lain.
Karena invansi iblis sudah berlangsung cukup lama, Kanzaki Rito langsung menggunakan kemampuan Spear Of Judgment dalam jangkauan yang sangat jauh sampai ke berbagai benua lain.
Untungnya kapasitas penggunakan untuk mengaktifkan kemampuan tersebut membutuhkan jumlah yang besar, tidak menjadi halangan lagi oleh Kanzaki Rito karena sudah memiliki pasokan energi baru yaitu chakra.
Jumlah energi chakra tidak terbatas di bandingkan dengan mana itu sendiri, tidak memungkin kan Kanzaki Rito bisa menggunakan kemampuan lain yang jauh lebih hebat dari kemampuan Spear Of Judgment saat ini.
Membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk memperluas jangkauan serangan Spear Of Judgment.
Selagi sedang mengaktifkan kemampuan Spear Of Judgment, Kanzaki Rito memikirkan hal yang ia lupakan saat ini, seorang teman yang sudah lama ia bersama saat datang ke dunia ini.
Chaos dragon yang masih mengumpulkan energi miliknya yang telah lama hilang sebelum nya, dirinya yang baru saja mengumpulkan energi miliknya sebesar 27% untuk saat ini.
Kanzaki Rito yang sedang memegang kemampuan dewa pencipta Amme saat ini, ia memasukan energi chakra miliknya untuk mempercepat proses pengumpulan energi milik chaos dragon.
Beberapa menit kemudian....
"Sepertinya proses pengumpulan energi chaos dragon jauh lebih cepat di bandingkan dengan pengaktifan kemampuan Spear Of Judgment yang masih membutuhkan waktu yang lumayan lama.... Hah, apa yang sedang terjadi?" ucap Kanzaki saat setelah selesai menyalurkan energi chakra nya kepada chaos dragon.
Sebuah cahaya gelap dari bawah bayangan Kanzaki Rito tiba-tiba keluar dari tempatnya dan membentuk gumpalan asap hitam yang menyelimuti udara di depan mata Kanzaki Rito.
Perlahan gumpalan asap hitam menjadi semakin padat ke satu titik, bentuk mulai terlihat di dalam gumpalan asap hitam itu menyerupai seorang anak kecil berambut hitam panjang.
"Siapa kau?" Kanzaki Rito terkejut melihat wujud gadis berusia 7 tahun di depan matanya.
__ADS_1
"Apa kau memang bodoh nya bocah? ini aku chaos dragon!" gadis itu membuka matanya saat gumpalan asap hitam menghilang di sekitarnya.
"Hah, bukan kah wujud itu seekor naga, kenapa malah menjadi bocah gadis kecil berusia 7 tahun?" ucap Kanzaki Rito yang terkejut setelah melihat wujud lain dari chaos dragon.
"Lebih baik kau segera bereskan terlebih dahulu sihir mu itu, aku akan menjelaskan nya nanti," balas gadis hitam itu sambil membelakangi Kanzaki Rito.
"Habisi seluruh kejahatan yang berada di benua ini. Spear Of Judgment," ucap Kanzaki Rito sambil melepaskan sihir besarnya itu.
Semua lingkaran sihir yang membentang luas di seluruh benua mulai mengeluarkan tombak penghakiman dan meluncurkan serangan tersebut ke arah makhluk yang memiliki niat paling jahat.
"Semakin lama, kau semakin hebat saja bocah. Aku bangga dengan perkembangan mu itu!" gadis itu membusungkan dadanya yang penuh dengan rasa bangga.
"Hmm, boleh aku mulai bertanya sekarang," Kanzaki Rito yang ingin bertanya langsung kepada chaos dragon tentang bentuk dirinya yang berubah bentuk.
"Tentu, silahkan bertanya sebanyak yang kau inginkan bocah," gadis itu masih membusungkan dadanya.
"Kenapa kau menjadi gadis kecil yang tidak berdaya?" tanya Kanzaki Rito kepada chaos dragon.
"Hmm....!"
Suara dobrakan pintu terdengar keras saat perbincangan Kanzaki Rito dengan chaos dragon di taman kerajaan delona.
Lina datang dengan anak nya yang sedang di beri minum sambil melangkahkan kaki nya ke taman untuk mencari udara segar, karena kedua tangan nya sedang memegang anak, ia menggunakan kakinya untuk membuka pintu yang tertutup tersebut.
Bayi itu menangis saat Lina membanting pintu dengan keras, untungnya Lina langsung mengambil langkah sigap membawa minuman untuk anak nya yang masih bayi.
"Siapa dia sayang?" Lina terkejut dan menarik kerah baju Kanzaki Rito.
"Ayah, cepat jelaskan!" gadis itu bersandiwara memainkan perannya di hadapan mereka berdua.
"Hah, anak siapa ini? apa sayang selingkuh dari ku? sampai sudah memiliki gadis berusia 7 tahun!" Lina marah sambil menarik kerah baju Kanzaki Rito dengan kuat.
__ADS_1
"Tunggu, kamu salah paham, dia....." Kanzaki Rito bingung ingin menjelaskan seperti apa pada Lina di kondisinya saat ini.
"Ada apa? apa yang sayang sembunyikan dari ku sekarang?" Lina semakin kesal sembari membentak Kanzaki Rito yang sedang bingung.
"Hah, ini sudah tidak lucu lagi. Biar ku perkenalkan lagi.... tunggu, apa aku sudah punya nama?" gadis Yang ingin memperkenalkan dirinya, tetapi ia sendiri tidak memiliki nama untuknya.
"Cukup, aku sudah lelah, aku akan mencari tempat untuk duduk, kalian jelaskan secara detail apa yang sedang terjadi?" Lina yang tidak memiliki tempat untuk duduk, ia terpaksa menyandarkan tubuhnya di pagar pembatas halaman taman di depan nya.
"Benar juga, kau kan sebenarnya chaos dragon, karena kau sekarang dalam wujud gadis manusia berumur 7 tahun dan tidak memiliki nama. Apa aku harus memberikan sebuah nama untuk mu sekarang?" tanya Kanzaki kepada chaos dragon yang sedang kecewa dengan dirinya.
Kanzaki Rito yang bingung untuk mencari sebuah nama untuk chaos dragon saat ini, ia terus memikirkan berbagai macam nama yang cocok, tetapi semua nama yang ia sebutkan, chaos dragon menolaknya secara langsung.
"Sayang, kalau dia belum mempunyai sebuah nama. Apa boleh aku saja yang memberikan nya sebuah nama untuk nya?" tanya Lina kepada Kanzaki Rito yang sedang diam memikirkan nama untuk chaos dragon.
"Tentu, akan ku serahkan nama untuknya sekarang!" balas kanzaki Rito yang langsung memberikan harapan nya kepada Lina.
"Kalau begitu, bagaimana dengan Halena Elgris, apa itu cocok untuk dirinya sayang?" ucap Lina yang dalam sekejap memikirkan nama untuk chaos dragon.
"Itu sangat bagus! tapi ada apa dengan nama belakang Elgris. Lina?" tanya Kanzaki Rito yang penasaran dengan nama belakangnya yang di berikan kepada chaos dragon.
"Karena dia seorang gadis yang berusia 7 tahun, akan sangat mencurigakan bila seseorang melihatnya. Kebetulan aku memikirkan satu ide untuk mengangkatnya menjadi anak angkat kita sekarang!" ucap Lina kepada mereka.
"Benar juga. Baiklah kalau begitu, sekarang nama mu adalah Halena Elgris. Anak angkat dari keluarga kerajaan Meliona Elgris dan Kanzaki Rito," tegas Kanzaki Rito kepada chaos dragon.
"Hmm, sebenarnya ini agak aneh untuk ku yang sudah berusia ribuan tahun, tapi kalau demi ketenangan ku, maka aku terima nama yang kau berikan sekarang," chaos dragon memberikan hormat kepada mereka berdua.
"Bagus, karena sekarang kamu adalah anak ku, mari kita tidur sekarang. Ini sudah sangat malam," Lina menarik tangan Halena sambil membawanya ke tempat tidur.
"Hahaha.... sepertinya kehidupan ini akan bertambah berisik nanti!" ucap kanzaki Rito yang kecewa dengan hasil yang ia dapatkan sekarang.
Bersambung....
__ADS_1