
Di pagi hari kereta kuda menjemput mereka di depan penginapan, sesegera menaruh persediaan makanan mereka ke dalam kereta kuda.
Kepala desa beserta anaknya datang menghampiri mereka di pagi hari saat sedang mengemas barang.
"Apa kalian memiliki tujuan selanjutnya setelah meninggalkan desa ini?" kepala desa bertanya kepada mereka semua.
"Entahlah paman, kami hanya mengikuti arah yang kita lalui," Ichiro menggaruk kepalanya sendiri.
"Kenapa kalian tidak mampir saja di daerah sana. Katanya ada sebuah rumor pedang suci yang tertanam di tanah, dan katanya pedang suci yang berhasil di ambil dari tempat tersebut maka dirinya adalah seorang pahlawan," kepala desa memberikan saran untuk mereka yang akan pergi meninggalkan desa.
"Pedang suci! apa itu benar paman?" Shin terkejut dengan saran yang di berikan oleh kepala desa.
Mereka semua terkejut bahwa senjata suci yang pernah di pakai oleh pahlawan kuno, kepala desa itu sedikit memberikan hadiah tambahan kepada mereka berupa 1 botol penyembuh yang di mana sangat langka sampai sulit di temukan olehnya.
"Simpanlah barang itu dengan baik, suatu saat kalian akan benar-benar membutuhkannya di bandingkan diriku ini," kepala desa beserta anaknya lili pergi meninggalkan mereka.
*Sampai jumpa kak Shin!" Lili melambaikan tangan kanannya.
Shin membalasnya dengan lambaian tangannya, seketika Ken memukul kepala Ken dengan telapak tangan miliknya.
"Ternyata kau suka loli rupanya!" Ken memeluk Shin dengan tangan kanannya.
"Tidak juga, anggap saja itu sebagai tanda terima kasih dia karena sudah menyelamatkannya," Shin membalas ucapan Ken padanya.
_____________
"Sudah-sudah, cepat kalian bereskan sisa barang kita ke dalam kereta kuda, dilihat dari cuaca hari ini sepertinya akan turun hujan," Tetsuya bergegas memasukan sisa barang ke dalam kereta kuda.
Mereka semua ikut mempercepat proses pemindahan barang tersebut kedalam kereta kuda, sedangkan Yui hanya duduk di depan kereta bersama kusir.
10 menit kemudian....
"Apa kalian semua sudah naik, kita akan pergi dari desa ini melewati sisi lain dari jalan yang pernah kita masuk," kusir itu memecut kuda dengan tali.
Kereta kuda itu berjalan pergi meninggalkan desa, beberapa keluarga korban yang berhasil di selamatkan oleh mereka keluar dari rumah dan menunggu di pintu keluar desa.
Warga itu mengucapkan terima kasih dan memberikan doa untuk keselamatan mereka di perjalanan.
__ADS_1
Secara kebetulan, kereta kuda lain melintas secara bersamaan bersama mereka, kereta kuda itu milik seorang pedagang ternama dengan julukan rizing.
Dia selalu berhasil menjual berbagai macam barang kepada pembeli melalui negoisasi miliknya
Rizing itu menyapa Shin beserta temannya yang hendak melintas melewati jalan yang mereka lewati.
"Permisi nak, apa kalian akan pergi ke arah Utara. Jika benar maka izinkan aku menemani kalian dalam perjalanan nanti," rizing memberikan salam kepada mereka.
"Apa isi di dalam kereta paman?" koyuki mencoba melihat isi di dalam kereta tersebut.
"Aku butuh senjata cadangan yang bisa di pakai sewaktu senjata utamaku rusak!" Akira menggurui sendiri dengan senjata miliknya.
Rizing yang mendengar ucapan Akira soal senjata cadangan yang dia inginkan, rizing menawarkan senjata berkualitas paling buruk kepada Akira secara gratis.
Tentu Akira langsung menerimanya di saat rizing menunjukan senjatanya.
"Kau ini tidak tahu malu, bukankah kau ini selalu pendiam kenapa sekarang kau agresif sekarang!!" Ken terkejut dengan kecepatan tangan Akira saat mengambil senjata dari tangan rizing.
"Tidak buruk dengan belati ini, terima kasih paman," Akira mengelus bilah belatinya dengan tangan miliknya.
"Hahaha! itu gratis jadi ambil saja. bagaimana dengan kalian?" rizing tertawa keras melihat tingkah Akira yang sangat ingin mendapatkan senjata barunya.
"Boleh saja, tapi tolong panggil saja aku rizing," rizing merasa tidak enak di panggil paman oleh mereka.
"Kenapa?" koyuki bertanya pada rizing.
"Karena kalau memanggil dengan kata paman, ku rasa itu tidak cocok dengan penampilanku yang masih lumayan muda sekarang," rizing tersipu malu dengan sendirinya.
"Hah! jadi paman, maksudku rizing masih muda!" Koyuki terkejut beserta heran dengan penampilannya yang tinggi beserta tubuh yang sedikit kekar seperti orang tua pada umumnya.
"Kalau begitu, maaf tuan rizing sudah asal memanggilmu paman sebelumnya," Tetsuya meminta maaf beserta temannya.
"Tidak apa!!" rizing membentangkan kedua telapak tangannya ke Tetsuya.
Karena jalan yang di lalui semakin kecil, mereka beserta rizing berbaris mengikuti arah jalan yang di lalui.
Perlahan mereka menyeberangi sungai yang deras sebelum benar-benar meninggalkan hutan tersebut.
__ADS_1
Secara kebetulan, sebuah pohon sedang berbuah di beberapa pinggir jalan. Buah yang mirip apel tetapi berwarna putih dan di sisi atas tangkai berwarna merah.
Rizing yang tidak akan melewatkan kesempatan langka yang akan membuatnya kaya secara gratis. Dia sesegera mengambil keranjang dan memetik semua buah yang bisa di ambil sebelum melanjutkan perjalanannya.
Shin beserta yang lain nya juga tidak mau ketinggalan sama rizing yang hendak mengambil buah tersebut.
Ichiro mengambil keranjang miliknya dan menaruh tepat di 2 samping pohon yg sedang berjajar, mereka membagi 2 kelompok untuk memetik buah dengan cepat sampai meninggalkan razing yang masih memetik buahnya.
Sibuk karena terlalu fokus mengambil sampai razing tidak menyadari kecepatan mereka untuk mengambil buah tersebut sehingga dia tertinggal jauh sama mereka.
"Tuan razing, biar kita yang membantu tuan untuk memetik buah tersebut ke dalam keranjang," dengan cepat Tetsuya beserta temannya mengambil buah tersebut dan tak lama keranjang itu penuh seketika.
"Terima kasih banyak, maaf merepotkan kalian!" razing tidak enak dengan mereka yang tiba-tiba membantu dirinya.
"Tidak apa! lagian kita juga membutuhkan persediaan tambahan sebelum meninggalkan tempat ini," Tetsuya membereskan keranjang yang sudah terisi penuh ke dalam kereta kuda mereka.
"Apa Yui boleh memakannya!" Yui terlihat ingin memakan salah satu buah yang ada di keranjang.
"Tentu saja Yui, ini kan milik kita bersama," koyuki membalas perkataan Yui yang ingin makan buah tersebut.
"Hmm... benarkah!" Yui masih sedikit ragu dengan perkataan koyuki.
"Tentu!" koyuki mendorong keranjang itu ke hadapan Yui.
"Horee!!" Yui berteriak sambil mengambil satu buah di tangannya.
"Ken, taruh keranjang ini ke bagian depak kereta kuda," koyuki menyuruh Ken untuk memindahkan keranjang tersebut.
"Kusir, kita akan melanjutkan perjalanannya," ucap Tetsuya pada kusir.
"Oke!!" tuan kusir mengacungkan jempolnya pada mereka.
"Hei, kenapa kalian jalan dulu," razing menyusul mereka yang sedang pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Oke-oke, tuan kusir kurangi kecepatan sedikit," ucap Tetsuya pada kusir.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka yang tertunda menuju ke arah Utara menuju ke kerajaan lain.
__ADS_1
Bersambung....