Become A Hero

Become A Hero
Kembali Ke Titik Awal


__ADS_3

(Lantai 9)


Sebuah cermin besar terpajang di depan lantai 9, ketika Kanzaki Rito mendekati cermin tersebut, bayangan miliknya tiba-tiba tertarik keluar dari tubuhnya.


"Halo diriku yang asli apa kabar," bayangan Kanzaki Rito menyapa dengan tawa jahatnya.


Suara menggema terdengar di pikiran Kanzaki Rito lewat telepati miliknya.


"Aku tidak bisa keluar dari bayanganmu, ini tidak bisa terbuka," chaos dragon memaksa keluar dari dalam bayangan Kanzaki Rito.


Karena bayangannya telah berubah wujud menyerupai pemilik asli dari bayangan tersebut.


Bayangan miliknya tiba-tiba menyerang dengan kecepatan tinggi, reflex yang di banggakan oleh Kanzaki rito tiba-tiba runtuh.


"Apa hanya segini saja kemampuanmu, aku ini dirimu tentu saja kemampuan dan statistik kita sama semua, jadi lampaui lah mulai sekarang kawan," bayangan Kanzaki Rito memulai menyerang dengan membabi buta.


"Lebih baik aku tidur aja, sampai mereka benar-benar selesai melakukannya," chaos dragon tertidur di dalam bayangan sambil menunggu hasil pertarungan tersebut.


30 Hari di pulau misterius...


Hahaha....


"Gimana cara supaya bisa pergi dari pulau ini," Kanzaki Rito bersandar di atas bukit yang di Sergai hembusan angin sejuk.


Ketika sedang menutup matanya, tiba-tiba Kanzaki Rito di pindahkan di tempat di mana teman kelasnya sedang berkumpul.


"Kenapa aku balik lagi ketempat ini sialan," Kanzaki Rito menghantam bagian bawahnya menggunakan kedua tangan miliknya.


Dewa itu muncul kembali dengan keadaan terburu-buru, dia sesegera menghampiri Kanzaki Rito yang sedang kesal.


"Maaf, aku tidak melihatmu sebelumnya, kukira semua orang yang ku kirim sudah memilih semua skill, jadi aku tinggalkan tempat ini, dan ternyata dirimu terkirim secara acak 1 bulan sebelum teman kelas mu tiba di dunia tersebut," ucap dewa yang merasa bersalah kepada nya.


"Bodoh lah, gara-gara sikap kelalaiannya, aku jadi sengsara di pulau tersebut kau tahu, cepat berikan aku kompensasi yang setimpal sekarang," Kanzaki Rito kesal dengan tugas yang dilakukan dewa tersebut sambil menodongkan tangannya beserta raut wajah yang sedang marah.


Hehe....


"Sebagai permintaan maaf atas kelalaian ku, aku akan memberikan 2 skill unik secara acak...!' dewa itu sedang berbicara, tiba-tiba Kanzaki Rito memotong pembicaraannya.


"Tidak, kasih aku 3 skill unik sekarang!!"  Kanzaki Rito memaksa untuk menuruti tuntutannya.


_____________


"Kalau begitu aku akan memberikan 2 skill unik untukmu sekarang, semoga hadiah dariku bisa membuatmu senang," sang dewa itu mengabaikan tuntutan Kanzaki Rito.

__ADS_1


"Dasar dewa sialan!!" Kanzaki rito terkejut setengah mati saat skill yang di dapatnya tidak biasa.


"Aku akan ke tempat di mana temanmu berada sekarang," sang dewa itu memindahkan Kanzaki Rito dengan kemampuan miliknya.


"Selamat datang para pahlawan, aku uskup agung yang akan memandu kalian hari ini," uskup agung menyapa dengan ramah.


Semua teman kelas Kanzaki Rito saling berbincang ke sana kemari sampai ruangan tersebut sangat berisik.


Suara hantaman senjata berat terdengar oleh mereka semua hingga terdiam di tempat.


Entah kenapa Kanzaki Rito masih bisa membawa semua stastistik miliknya itu, ketika pandangan mata teman kelasnya berada di depannya, ia mengganti bentuk tampilan bajunya dengan sihir kamuflase untuk menghindari kecurigaan baik itu teman maupun uskup agung.


Uskup agung membawa semua murid sekolah itu ke tempat akademi kerajaan vellenia, tempat di mana rakyat kerajaan belajar ilmu pedang dan sihir.


"Hahaha, kenapa kau membawa tongkat kayu lusuh di tanganmu, hei bodoh coba lihat sekitar, sekarang kita bebas memilih menggunakan senjata di dunia ini, apa kau akan tetap menggunakan itu," Hayato menghina pedang kayu yang di bawa oleh Kanzaki Rito.


"Tidak apa, aku suka dengan benda ini," Kanzaki Rito membalas hinaan hayato dengan senyuman palsunya.


Tsk....


"Terserah kau saja," Hayato meninggalkan Kanzaki Rito dari belakang Barisan.


Mereka terus berjalan sampai menuju aula lapangan akademi, sebuah panggung lebar dengan bola besar yang berada tengah.


Satu persatu teman kelasnya naik ke atas panggung, dia mengulurkan tangannya ke bola tersebut, seketika bola itu memperlihatkan statistik miliknya  ke semua orang yang sedang menonton.


"Hahaha, lihat kalian semua, aku adalah karakter utama di dunia ini," hayato dengan sikap sombongnya menghina semua teman kelasnya.


Semua teman kelasnya terdiam menundukkan kepalanya, mereka berfikir dengan kemampuan miliknya bisa mengalahkan Hayato dengan statistik lumayan tinggi.


"Tidak apa, kalian bisa meningkatkan kemampuan kalian dengan cepat asalkan tekad  tidak runtuh," Kanzaki Rito memberikan semangat tanpa dasar kepada mereka semua.


Kini giliran Kanzaki Rito untuk mengetes statistik miliknya, ia sengaja menelan kekuatan miliknya sampai batas terendah, Semua teman kelasnya tertawa keras di saat pengumuman nilainya.


"Sudah malas, nilai statistik mu juga sangat rendah, sungguh kasian," Hayato mengejek Kanzaki Rito dengan tatapan hinanya.


"Semuanya diam, apa kalian hanya memandang nilai statistik saja, percuma kalian memiliki nilai yang tinggi tapi pengalaman pertarungan kalian sangat sedikit. Kalian hanyalah bayi yang baru lahir yang tidak berbada di dunia ini ingat itu," uskup agung itu kesal dengan adanya hirarki tersebut sehingga dirinya bertindak tegas menyelesaikan masalah tersebut.


"Tidak apa tuan uskup agung, aku sudah terbiasa seperti ini," Kanzaki Rito turun dari atas panggung sambil membawa pedang kayu kutukan miliknya.


Suara yang tadinya sangat berisik tiba-tiba hening seketika Kanzaki Rito turun dari panggung tersebut.


"Kalian semua misa memilih belajar ilmu pedang ataupun ilmu sihir. Kalian juga bisa memilih kedua pelajaran tersebut jika kalian memang mampu melakukannya,"  uskup agung  memberikan arahan kepada mereka.

__ADS_1


"Apa kita akan terpisah kalau nilai statistik kita berbeda-beda?" salah satu teman kelas Kanzaki Rito bertanya pada uskup agung.


"Kalian akan berada di kelas yang sama, walau nilai kalian ada yang lebih tinggi ataupun rendah," uskup agung menjawab pertanyaan salah satu teman kelas kanzaki Rito.


Sesi demontrasi di aula akademi telah selesai, mereka semua tinggal di dalam asmara yang dekat dengan akademi vellenia. 


Mereka semua menunggu waktu untuk datang di acara perkenalan tahun pertama di akademi vellenia tersebut.


Sementara itu...


Kanzaki Rito pergi ke toilet untuk urusan pribadinya, ia tertawa pelan beserta senangnya mendapatkan sesuatu yang melampaui perkiraan dirinya.


Mendapatkan 2 skill unik acak dari sang dewa tersebut. Skill pertama yang Kanzaki Rito  dapatkan adalah sebuah skill Creafting yang selama ini ia miliki, cahaya terang menerangi mata Kanzaki Rito.


Skill tersebut berubah nama menjadi God Creafting di dalam status window miliknya.


Tidak hanya itu, skill kedua yang Kanzaki Rito dapatkan bisa di bilang sangat membantu dirinya di masa depan, sebuah skill yang bisa membuat dirinya bisa hidup kembali dari kematian.


Entah itu sebuah keberuntungan atau cuma kebetulan semata, kedua kemampuan yang sangat kuat sampai Kanzaki Rito terkejut bukan main, untungnya sang dewa tidak bisa melihat keanehan tersebut.


Bersambung....


Informasi status window Kanzaki Rito saat ini...


Nama: Kanzaki Rito.


Ras: Chaos Human.


Class: Chaos Hero


Statistik:


STRENGTH: B / DEXTERITY: B / VITALITY: D / MANA: C / MAGIC: C / REFLEX: A /ENDURANCE: C


Afinity element: - Kegelapan/bayangan


Ice Resistensi: level 10


Poison resistensi: level 10


Skill:  Shadow movement, Summon chaos dragon, God Creafting, Blood poison, Summon Flesh-eating insects, Immortal.


Sihir: Mana ball, Black fire.

__ADS_1


Blessing: Chaos dragon ability.


Cursed:


__ADS_2