
Beberapa jam kemudian....
Shin beserta temannya pergi ke guild tentara bayaran untuk mengambil hadiah dari misi yang mereka ambil.
"kau sudah sampai rupanya, ini hadiah misi yang kalian jalani di tambah bonus membasmi monster penculikan warga desa total hadiah yang kalian dapat adalah 10 Gold," pria botak itu menyerahkan sekantong uang kepada Tetsuya yang berada di depannya.
"Padahal aku belum mengatakan tadi, tapi ya sudah kami terima ini," Tetsuya mengambil hadiah dan membagikan kepada teman yang ikut membantu menyelesaikan misinya.
"Hampir saja aku lupa, kepala desa mengatakan kepada anggota party kalian, untuk datang ke tempat pemandian yang baru saja dia buat kemarin," ucap pria botak kepada Tetsuya beserta temannya.
"Kapan kepala desa akan mengundang kita?" Ken bertanya balik kepada pria botak tersebut.
"Sore ini!" jawab pria botak dengan nada rendahnya.
"Maaf nak, kita tidak tahu bahwa ada bahaya besar yang sedang melanda desa ini, untung ada kalian, jadi kita berterima kasih kepada kalian semua," pria tua beserta beberapa tentara bayaran membungkuk kan badannya untuk berterima kasih.
"Itu hanya kebetulan saja, tidak perlu berlebihan," Tetsuya merasa sedikit senang dari ucapan terima kasih kepada anggota guild tentara bayaran.
Mereka kembali ke penginapan untuk sesegera berkumpul bersama koyuki, Ichiro dan Yui yang sedang menunggu di tempat tersebut.
Ketika mereka sampai di tempat penginapan, kepala desa tiba-tiba berada di dalam kamar koyuki beserta yang lain.
"Kepala desa! ada keperluan apa di sini?" Ken bertanya sambil berlari menuju tempat tidurnya.
"Tentu saja, mengundang kalian untuk datang kesana, dan sekalian mengantar kalian ke tempat pemandian itu berada," balas dengan nada rendah kepala desa.
"Bagaimana kalau kita segera ke sana dan langsung mandi saja?" Yui mengajak Shin beserta yang lain untuk segera pergi ke pemandian tersebut.
__________________
"Aku akan ikut dengan kalian, walau dengan kondisi kaki yang sedang sakit ini," Ichiro mengelus kakinya sendiri.
"Hei, kalian coba cium aroma di tubuh kalian. Penuh keringat, darah dan bau," koyuki menutup hidung dengan tangannya.
"Benarkah!" Ken mencium aromanya sendiri.
Pada akhirnya, mereka pergi ke pemandian milik kepala desa. Ichiro yang sedang sakit kakinya, di bantu dengan Ken sebagai penopang tubuhnya.
__ADS_1
Tidak berlangsung lama mereka sampai di pemandian, mereka di pisahkan menjadi pemandian wanita dan pria.
Shin, Akira, Ken, Ichiro dan Tetsuya berada di area kanan pemandian, sedangkan koyuki dan Yui berada di sisi kiri pemandian.
"Yah! akhirnya kita bisa mandi sekian lamanya, entah sudah berapa hari kita tidak mandi sebelumnya," Ken membentangkan kakinya lurus sejajar dengan tubuhnya.
Akira yang tampak menikmati air yang membasahi tubuhnya, dia menurunkan badannya kebawah air dan hanya menyisakan kepalanya saja.
Tetsuya dan Shin menyandarkan pundaknya pinggiran pemandian, mereka berdua beristirahat sambil mengisi kembali tenaga yang telah hilang sebelumnya.
Mereka bosan tanpa adanya topik yang bisa di jadikan bahan obrolan. Ken memberanikan dirinya untuk pergi ke sisi seberang pemandian yang sudah di halang oleh dinding kayu besar.
"Ken! apa yang kamu lakukan di sana?" Tetsuya curiga dengan tindakan aneh Ken.
"Tentu apa lagi!" Ken mencari lubang dinding untuk melihat isi sebelah dari ruangan tersebut.
"Jangan minta tolong bila kau ketahuan nanti," Tetsuya memperingatkan Ken atas tindakannya.
Ichiro dan Shin setuju dengan pemikiran Tetsuya untuk memperingatkan Ken sebelumnya.
Akira tertidur di pemandian, sedangkan Ichiro, Shin beserta Tetsuya hanya diam mengawasi Ken dari belakang.
Di sisi lain dinding pemandian...
Koyuki dan Yui yang sedang berendam di pemandian dengan menggunakan alat pembersih yang sudah di siapkan oleh pemiliknya.
Rambut Yui yang berantakan mulai di bersihkan dan di merapikan oleh Koyuki dengan menggunakan bahan keramas tersebut.
Koyuki merapikan rambut Yui yang berantakan dengan benar, ia terkejut dengan 2 warna yang berbeda di setiap sisinya.
Sisi kiri berwarna hitam dan sisi kanan berwarna putih terang di bagian pupil luarnya.
"Kak koyuki, rambutnya sangat harum sekali!" Yui memeluk koyuki yang sedang membersihkan pundak Yui.
"Benarkah, ternyata Yui pandai memberi pujian rupanya," koyuki sedikit malu dengan pujian Yui.
Di saat obrolan mereka sedang berlangsung, sebuah batu kecil dari lubang tersebut terjatuh kebawah dan membuat sebuah gelombang kecil di dalam air.
__ADS_1
Perlahan koyuki mengambil langkah waspada dan mendekati tempat dimana batu kecil tersebut jatuh.
Ketika Ken yang sedang asik melihat pemandangan sisi sebelah, tiba-tiba koyuki saling berkontak mata dengan Ken lewat lubang yang mereka lihat.
"Ken!! tunggu saat kita keluar nanti!" koyuki memasang wajah datar dengan emosi marahnya, Ken seketika terkejut dan berlari ke belakang temannya.
"Sudah aku bilang tadi," Ichiro tertawa lepas melihat situasi yang di alami oleh Ken.
"Aku akan berpura-pura tidak melihatnya!" Tetsuya membalikkan kepalanya ke samping.
Akira hanya mengangkat jembol miliknya, sedangkan Shin hanya dia sambil menikmati pemandian tersebut.
"Tetsuya, Akira, Ichiro, Shin! bantu aku, tolong!" Ken mengeluarkan air matanya beserta kondisi mental yang sedikit takut ketika berkontak langsung dengan koyuki sebelumnya.
"Sudah, terima saja nasibmu Ken. kita selalu berada di belakangmu," Ichiro menepuk pundaknya dengan kedua tangan miliknya.
________________
Setelah mereka selesai mandi di pemandian tersebut. Kepala desa selaku pemilik tepat itu mengundang mereka ke acara makan bersama keluarganya, sekaligus sebagai pembukaan tempat usaha milik kepala desa.
Meja yang besar menjajar panjang membentang ke sisi ruangan, mereka semua menempati masing-masing tempat duduk yang sudah di sediakan oleh mereka.
Berbagai macam macam masakan dan minuman terpajang di atas meja, ketika mereka hendak memakan makanan tersebut.
Koyuki sesekali menukar makanan milik Ken dengan makanan yang sudah di bumbui dengan capai pedas di dalam isi makanan tersebut sambil berpura-pura memilih makanan apa yang dia inginkan.
Setelah makanan utama Ken habis, dia sesegera mengambil piring makanan yang sudah di amankan olehnya.
Ken langsung memakan makanan tersebut sampai habis, dia tidak sadar bahwa isi makanan tersebut sudah bumbui oleh Koyuki.
Perlahan-lahan Ken mulai berkeringat tanpa henti dari kepalanya, dia segera meminum air di gelas tersebut, tapi tetap saja rasa pedas itu membakar lidah beserta bibirnya.
Tidak tahan dengan rasa pedas yang semakin liar, Ken langsung terjun ke dalam pemandian untuk mengurangi rasa pedas di mulutnya.
Semua teman Ken tertawa termasuk Shin yang melihatnya dari belakang mereka.
""Rasakan itu tukang mengintip!" rasa puas koyuki terbalaskan dari Ken yang berani melihat ia sedang mandi.
__ADS_1
Bersambung…