Become A Hero

Become A Hero
Sword Master Solga


__ADS_3

Keesokan hari nya, tempat acara kompetisi....


Total 98 orang yang mendaftar dalam acara pertarungan seleksi pemilihan 10 besar untuk di tetapkan sebagai perwakilan kerajaan di turnamen kekaisaran.


Di tambah Halena Elgris dan Zena Elgris di ikut sertakan ke dalam kompetisi tersebut.


Raja Edward Elgris melakukan pemilihan lawan secara acak melalu sepotong kertas yang sudah di beri nama sebelum nya.


Mengambil satu per satu kertas yang berisi kan nama dan tulis ke dalam papan informasi untuk di tentukan lawan mereka.


Halena Elgris yang mendapatkan posisi kedua dari pertandingan pertama melawan pria besar dengan greatsword miliknya.


Sedangkan Zena Elgris mendapatkan posisi bertanding di paling akhir.


Mempersiapkan waktu selama beberapa menit untuk memulai kompetisi tersebut, para juri sekaligus pengguna healer bersiap pada posisi mereka masing-masing.


Para peserta yang sedang duduk menunggu giliran mereka datang.


Raja Edward Elgris mendatangi di atas panggung kompetisi untuk memberikan sepatah kata pada para peserta sekaligus penonton yang sedang duduk.


Beberapa menit kemudian kompetisi di mulai....


Halena Elgris memasuki arena beserta lawan nya, mereka berdua masing-masing menggunakan peralatan yang di miliki nya.


"Hahaha.... siapa yang menaruh gadis ini di atas arena? apa orang tua mu sungguh kejam sampai menyuruh dirimu untuk ikut ke dalam kompetisi ini? karena aku orang yang baik, kau boleh pergi dari sini dan menangis lah di pelukan orang tua mu sekarang," ucap pria pengguna greatsword kepada Halena Elgris.


"Apa yang paman lakukan? cepat dan serang lah aku dengan pedang besar itu," tegas Halena sambil menunjuk jarinya kearah pria tersebut.


3.... 2.... 1.... Pertandingan di mulai


"Kalau itu yang kamu minta gadis kecil, aku terima tawaran mu itu, menangis lah dengan kuat. Hahaha....!" balas pria itu.


Gerakan yang sederhana berlari sambil membawa greatsword di kedua tangan nya, mengayunkan dari sisi samping tubuh nya dan mendorong nya dengan sekuat tenaga ke arah Halena Elgris yang hanya berdiam diri tanpa bergerak sedikit pun.

__ADS_1


Halena Elgris yang hanya membawa pisau dapur sebagai senjata miliknya, ia hanya menggunakan tangan kiri nya untuk menahan berat dari serangan greatsword.


Penonton yang hanya menghina sambil merendahkan Halena Elgris yang menganggap diri nya sebagai orang yang mengandalkan status nya, mulai menunjukan kekuatan miliknya di hadapan semua penonton sekaligus peserta tesebut.


"Astaga, anak itu sangat kuat sekali!" ucap penonton A.


"Kau benar kawan, dia sangat kuat, sial andai saja aku bisa bertemu nya secara langsung," balas penonton B.


"Apa kalian tidak ada yang aneh dengan nama anak itu, kalau tidak salah Halena Elgris?" tanya penonton C kepada mereka.


"Elgris! bukan kah itu nama belakang yang mulia raja Edward Elgris. Mungkin kah dia adalah keturunan nya!" ucap penonton B yang masih ragu dengan identitas Halena Elgris.


"Gawat, sebelum nya aku pernah menghina nya secara langsung. Bahkan aku yang pertama kali berteriak, habislah sudah" keluh penonton A tentang nasib yang akan menimpa nya nanti.


"Maaf kawan, untuk urusan itu aku tidak bisa membantu, tapi aku akan membuatkan sebuah tempat untuk mu peristirahatan terakhir," balas penonton B sambil menepuk pundak nya.


"Tenang saja kawan, untuk istri mu akan aku rawat dengan baik setelah kau pergi nanti," balas penonton C sambil memberikan tanda jembol di hadapan nya.


"Sialan, teman yang tidak tahu diri, aku tidak akan pergi selamanya. Untuk mu akan aku pukul kau jika berani menyentuh istriku nanti!" tegas penonton A kepada penonton C


"Sudah, jangan terlalu ribut dengan masalah itu, cukup dan lihat lah, anak itu memenangkan pertandingan nya hanya dengan menjentikkan jarinya ke arah lawan nya," saran penonton B kepada mereka yang sedang bertengkar.


"Sialan, kita terlambat menyaksikan nya secara penuh, ini semua gara-gara kau!" ucap penonton A kepada penonton C.


"Sudahlah, masing banyak pertandingan yang lain, maaf tadi hanya bercanda kawan!" balas penonton C.


Penonton bersorak keras mendukung Halena Elgris yang baru saja mengalahkan lawan nya yang bertubuh besar di bandingkan dirinya.


"Penonton yang yang memasang taruhan di peserta nomor satu menangis tanpa henti kehilangan uang yang dimiliki nya dalam jumlah dengan jumlah besar.


Beruntung Kanzaki Rito memasang taruhan miliknya sebesar mungkin di peserta Halena Elgris, ia mendapatkan uang yang sangat banyak untuk kebutuhkan kerajaan di masa depan nanti.


Pertandingan kembali di lanjutkan, para peserta lain memasuki arena dan mempersiapkan dirinya sebelum pertandingan di mulai.

__ADS_1


Di pertandingan ke dua, seorang pengguna sihir es yang memiliki circle 5 melawan seorang petarung kosong.


Tentu pertarungan tersebut tidak seimbang dengan jarak serangan yang di miliki oleh lawan.


Pengguna sihir memenangkan pertandingan dengan menggunakan sihir ice chain pada lawan nya dan menghantam nya menggunakan sihir ice hammer.


Pertandingan ketiga di menangkan oleh pengguna tombak.


Pertandingan ke empat di menangkan oleh seseorang yang menggunakan kecepatan yang tinggi pada saat mengalahkan nya.


Pertandingan ke lima sampai ke empat puluh delapan dengan kemampuan peserta yang membosankan saat menonton nya, berakhir dengan cepat karena mereka tidak seimbang secara sepihak.


Pada pertandingan yang ke 49, seorang sword master misterius yang menaiki arena dengan menggunakan pedang dengan corak naga pada bilah nya, dan lawan nya juga seorang pengguna 2 pedang.


Para penonton mulai memasang taruhan nya pada masing-masing peserta yang berdiri di atas arena.


Mereka yang sudah menantikan pertandingan yang memukai untuk memanjakan mata merak yang sedang bosan.


"Beruntung aku menemukan lawan yang pantas untuk melatih kemampuan pedang milik ku ini. Kau yang di sana, siapa nama mu?" tanya sword master kepada lawan nya.


"Sebelum bertanya nama pada orang baru bertemu pertama kali, kau dulu yang harus memberitahukan nama mu terlebih dahulu," jawab lawan nya sambil membalik kan pertanyaan pada nya.


"Panggil saja Solga, siapa nama mu?" tanya Solga.


"Aku Girrel, kebetulan aku juga sedang berkelana, dan menemukan acara kompetisi, jadi aku mencoba ikut untuk mengetes kemampuan milik ku ini," balas Girrel kepada Solga.


Solga dan Girrel mempersiapkan langkah serangan pertama nah sambil menunggu celah lawan terlihat.


Secara bersamaan mereka melangkahkan kaki nya dengan serentak sekaligus mengayunkan pedang mereka satu sama lain mengadu pada kedua sisi bilah tajam nya.


Setiap serangan mereka tidak ada yang mengenai salah satu titik anggota tubuh saat mereka melancarkan serangan nya.


"Kau lumayan hebat Juga!" ucap Girrel.

__ADS_1


"Terima kasih banyak, kau juga hebat dalam mengayunkan pedang," balas Solga.


Bersambung....


__ADS_2