
Setelah mendapatkan ikan dari pemberian orang tersebut.
Rito mempersiapkan tempat pembakaran untuk ikan yang sedang di pegang oleh nya.
Tidak jauh dari tempat ia dengan danau itu, terdapat batu berserakan di segala tempat dengan berbagai ukuran.
Mengumpulkan batu secukupnya untuk membentuk sebuah lingkaran, kemudian menaruh kayu kering yang sudah di potong panjang dan di buat berdiri di segala sisi agar kayu tersebut tidak jatuh.
Merasa persiapan sudah selesai, Rito kemunculan api dari telunjuk jarinya, kemudian mengarahkan nya ke arah kayu tersebut.
Kayu itu langsung terbakar, Rito langsung mengarahkan ikan yang sudah di tusuk oleh ranting kayu ke arah kayu yang terbakar.
Tinggal menunggu waktu sampai daging benar-benar matang, tetapi ia juga harus memutar sisi daging agar daging tersebut tidak hangus selama saat di bakar.
Aroma daging bakar mulai tercium, Lina mempersiapkan alas untuk menaruh ikan bakar tersebut.
Di tambah dengan nasi yang sudah di siapkan sebelum di istana oleh koki membuat cita rasa ikan bakar semakin enak.
Sayang nya, tas yang di bawa oleh nya, tidak ada satu pun botol minuman yang terlihat.
__ADS_1
Tampak seorang pedagang keliling yang mengendarai kereta kuda miliknya yang hendak melintas di kawasan danau.
Terlihat pedagang tersebut melihat putri kerajaan yang sedang menikmati piknik bersama keluarganya, dirinya melihat bahwa dia tidak memiliki minuman di sisi nya.
Pedagang tersebut berisiniatif memberikan beberapa botol anggur, dan beberapa botol minuman biasa kepada putri raja.
Lina senang dengan pemberian dari pedagang tersebut, sedangkan pedagang itu membuat langkah yang tepat untuk menjalin sebuah hubungan timbal balik, tentu itu juga memiliki pengaruh besar terhadap barang yang di jual nanti.
"Suatu saat nanti, akan aku balas perbuatan baik mu." ucap Lina dengan rendah hati.
Pedagang itu pergi meninggalkan putri raja.
"Yah, setidak nya kita bisa sedikit menikmati minuman anggur dari pedagang itu." gurau Rito.
"Hmm, sepertinya mereka akan melakukan sesuatu di sana."
Rito melihat adanya rombongan orang-orang yang datang bersamaan sambil membawa alat penangkap ikan dengan ukuran yang sangat besar.
Tentu itu membuat Lina dan Rito merasa penasaran dengan apa yang mereka lakukan saat ini.
__ADS_1
Terlepas usai makan bersama Lina.
Rito dan Lina yang sedang menggendong anak pergi menghampiri mereka.
"Maaf paman, apa yang kalian lakukan di sini? apa ada sesuatu yang akan terjadi?"
Rito menepuk bahu pria tersebut yang sedang berdiri di samping pria yang memegang alat penangkap besar tersebut.
"Oh, kau rupanya. Hari ini adalah hari di mana ikan besar yang memiliki corak kuno di sisik nya. Konon sejak zaman dulu mengatakan bahwa ikan tersebut adalah spesies yang memiliki kandungan mana tinggi pada bagian tubuh nya." ujar pria itu
"Menarik, sepertinya daging tersebut sangat cocok untuk pertumbuhan anak ku." balas Rito.
"Hei, bukan kah daging itu tidak cocok dengan tubuh anak berusia sekitar 2 tahun ke bawah, yang benar saja," kritik Lina sambil menyentuh bahu Rito.
"Tenang saja, aku sudah memiliki rencana untuk mengolah daging tersebut." balas Rito dengan tenang.
Mereka memulai kegiatan dengan perlengkapan yang di milikinya, memasang umpan dengan beberapa pancingan, terlebih pancingan tersebut sudah di beri sihir terlebih dahulu, mereka hanya menunggu hingga umpan itu di makan.
Tidak kunjung datang ikan yang di maksud, mereka mulai tampak lelah menunggu selama beberapa jam.
__ADS_1
Ikan besar itu pada akhirnya tidak kunjung muncul sampai saat malam mulai muncul.
Bersambung...