
Di workshop G....
"Kenapa lama sekali dia, cuma mengambil beberapa material hell stone saja," G merasa gelisah dengan pesanan kesatria yang belum di buat nya.
"Sabar saja kakak, mungkin dia sedang mengalami kendala saat pergi ke sana, sebaiknya kita menunggu sedikit lebih lama lagi," balas adik dwarf itu kepada kakak yang sedang cemas.
Tiba-tiba kemunculan Kanzaki Rito tepat di depan mata mereka berdua. G yang terkejut sampai menjatuhkan palu miliknya ke lantai.
"Ini barang yang kalian minta, maaf di sana ada sedikit masalah saat mengambil material tepat di atas lava," ucap Kanzaki Rito sambil mengeluarkan material nya dari bayangan nya dan memberikan kepada mereka berdua.
"Hei, apa kau memiliki kemampuan khusus untuk menyimpan barang? kau sungguh hebat rupa nya! G merasa kagum dengan keahlian Kanzaki Rito.
Setelah selesai menyerahkan material hell stone kepada kedua dwarf tersebut, mereka berdua mulai melakukan peleburan material ke dalam alat pembakaran, G perlahan meningkatkan temperatur api untuk memperebutkan pada material yang sulit di cairkan.
Membutuhkan sekitar 30 menit untuk menyelesaikan peleburan material dan melanjutkan ke tahap selanjutnya.
Material hell stone yang berhasil di cairkan, mulai di masukan ke cetakan bentuk yang sudah di buat, perlahan retakan di aliri secara merata sebelum material hell stone itu menjadi padat dan keras selama beberapa menit setelah mencair.
Setelah selesai meratakan bagian cetakan armor, G menambahkan beberapa material lain seperti besi, dan akhir nya harus menunggu sampai cetakan itu padat.
Hal sama serupa pada bagian belakang armor nya, memasukan material cair hell stone dan besi secara bergantian dan menunggu kembali selama beberapa menit sampai cetakan itu padat.
G menggunakan palu nya untuk memperhalus bagian depan dan belakang armor secara bergantian dan kemudian melapisinya lagi dengan sedikit material mithril sebagai pelengkap akhir.
Proses yang selalu di ulang selama beberapa kali sebelum selesai di tempa, adik dwarf itu membantu kakak G sebagai support dalam pembuatan nya.
Kanzaki Rito yang hanya melihat proses pembuatan armor itu sambil menikmati makanan ringan di tangan nya.
1 Jam kemudian....
__ADS_1
G dan adiknya berhasil menyelesaikan pesanan milik ke satria tersebut. Kanzaki Rito menghampiri G sambil memberikan sisa hell stone miliknya untuk di berikan oleh G, ia memintanya untuk membuat sebuah busur dengan bahan dasar hell stone tersebut.
Suara pintu terbuka terdengar di tempat penempaan G, kesatria itu masuk ke dalam dan melihat pesanan miliknya.
Kesatria itu sangat senang dan memberikan sedikit bonus sebagai tanda terima kasih setelah membuat pesanan sesuai keinginan nya.
"Untung saja barang ini sudah selesai sebelum acara ulang tahun adik ku di mulai, dengan ini tugas sebagai seorang kakak telah terlaksana. Terima kasih lagi tuan G," kesatria itu memberikan hormatnya kepada G.
"Jangan berterima kasih kepadaku. Berterima kasih lah kepada anak di samping mu itu, anak itu yang membawakan material yang di butuhkan untuk membuatnya. ini, ku kembalikan lagi peta yang kau pinjamkan sebelum nya," balas G kepada kesatria tentang pesanan miliknya.
"Benarkah itu. kalau begitu aku ambil petanya, dan kau anak muda yang ada di sana. Aku kesatria dari kerajaan seberang mengucapkan terima kasih, semoga di masa depan kita bisa bertemu lagi," ucap kesatria sambil meninggalkan ruangan tersebut.
"Kenapa kau hanya dia saja, cepat balas ucapan kesatria itu," tegur G kepada Kanzaki Rito.
"Baik!" Kanzaki Rito mendekati kesatria itu sambil membalas ucapan terima kasihnya.
"Hahaha.... dia hanya tersenyum, sungguh hebat kau rupanya," G mengejek usaha yang di lakukan oleh Kanzaki Rito.
"Sudah, apa kamu lupa tentang janji mu sebelum nya, buatkan aku busur dari bahan hell stone di sana," Kanzaki Rito menegaskan kembali gagasan miliknya tentang perjanjian yang sudah di buat oleh mereka berdua.
"Mia bagaimana lagi, janji adalah janji, adik tolong bantu aku sekarang. Kita akan membuat busur dengan kualitas yang tinggi kepada nya," G mulai melebur kembali material hell stone nya.
"Baik kakak G," adik G membantu sebisa mungkin dalam proses pembuatan busur.
Kanzaki Rito yang sedikit bosan menunggu proses peleburan, pembuatan, dan penempaan nya.
Ia meninggalkan tempat workshop mereka untuk datang menghampiri teman nya yang sedang menjaga Lina di sana.
Tepat di samping workshop G, Kanzaki Rito datang menaiki tangga sebelum sampai di ruang timur mereka.
__ADS_1
Tampaknya satu dari dua pintu itu tidak ada seseorang yang sedang tinggal. Kanzaki Rito mencoba membuka sisi pintu sebelah kanan yang belum di lihat ya.
"Coba lihat, siapa yang datang di pintu?" ucap Ichiro yang sedang memainkan permainan ringan bersama teman nya.
"Sayang, kemana saja kamu selama ini? terakhir kali Ken dan Tetsuya bersama mu pergi mendatangi G di workshop miliknya, tapi setelah itu kamu menghilang setelahnya!" ucap Lina sambil memeluk Kanzaki Rito yang baru saja masuk ke dalam ruangan tidur.
"Hei bisakah kau hentikan drama cinta kalian berdua, itu sedikit membuatku tidak nyaman tahu," koyuki merasa sedikit sakit saat melihat adegan romantis mereka berdua.
"Kau saja yang masih sendiri, jadi wajar saja kau merasa iri melihatnya," Ken menebak apa yang sedang di pikirkan koyuki saat ini.
Koyuki yang merasa kesal setelah mendapatkan ejekan dari Ken sebelum nya, dirinya menghantamkan pukulan keras nya di kepala Ken tepat di bagian tengah, membuat kepala Ken mengeluarkan benjolan besar di bagian tersebut.
"Sakit, maaf!!" pukulan keras di bagian kepala Ken membuat dirinya takut membuat koyuki marah.
"Oh benar juga. Yui kemarilah, aku akan memberikan mu hadiah yang bakal membuat mu senang nanti," Kanzaki Rito mencoba berbicara kepada Yui.
"Hadiah apa? itu itu makanan! atau mungkin senjata buat ku, mungkin kak Rito sangat memperhatikan perlengkapan milik ku ini yang hanya punya busur biasa, di bandingkan mereka semua," Yui merasa semangat darinapa yang di ingin kan nya.
"sebelum itu, jawab dulu pertanyaan kita semua di sini, kemana kamu pergi selama ini?" mereka dengan serempak berbicara kepada Kanzaki Rito.
"Rahasia tentunya! balas Kanzaki Rito kepada mereka semua sambil memasang wajah senyum nya.
"Hei apa kau mempermainkan kita semua dengan wajah polos mu itu," ucap koyuki sambil menyindir dirinya yang hendak mempersiapkan tidur malam nya.
"Ayolah, jawab pertanyaan kami semua di sini," ucap Ken yang merasakan kesal terhadap Kanzaki Rito tentang kebenaran nya.
Kanzaki Rito mengabaikan perkataan Ken yang terus berbicara tanpa henti sampai dirinya merasa lelah selama beberapa hari atau pun beberapa jam berlalu.
Bersambung....
__ADS_1