Become A Hero

Become A Hero
Insiden Di Dalam Dungeon


__ADS_3

Di dalam ruangan yang sangat besar...


"Oke semuanya, tolong bentuk kelompok 2 orang. kalian bebas memilih siapapun yang berada di ruangan ini, kalah sudah memilih harap bergeser di garis pembatas!!"  Daigo alsen dengan tegas memerintahkan mereka sesuai perkataannya.


Semua siswa sudah memilih kelompoknya masing-masing, tapi sayangnya Kanzaki Rito menolak semua ajakan siswa untuk membentuk kelompok dengannya.


Ia sekarang seorang diri tanpa kelompok di dalamnya, mereka berjalan keluar meninggalkan akademi dan menuju ke tempat dungeon tingkat terendah.


Mereka di tugaskan untuk mendapatkan setidaknya 1 mana stone di dalam dungeon tersebut.


Satu per satu kelompok mulai memasuki dungeon tingkat terendah yang di dalamnya sangat luas sampai mampu menampung seluruh kelompok tersebut.


Dungeon tersebut hanya berisikan monster goblin saja, tidak ada monster selain dirinya yang menguasai tempat dungeon, segi kekuatan dan keterampilan tempur yang di miliki goblin sangat rendah, sangat cocok untuk seorang pemula yang ingin menjadi petualang ataupun ingin belajar bertarung.


Hanya satu pesan yang di sampaikan oleh kedua guru itu, 'tidak boleh meremehkan lawan'  sebelum mereka masuk.


Awalnya berjalan sangat lancar sampai mereka bermain-main di dalam dungeon, tapi setelah memasuki dungeon lebih dalam, sebuah perkampungan goblin terlihat di depan mata mereka.


Beberapa kelompok nekat memasuki lebih dalam dungeon itu, dan sebagian mundur mencari jalan lain yang sekiranya aman bagi mereka.


Kanzaki Rito berjalan dengan santai melewati lorong dungeon itu, semua goblin yang mendekat tiba-tiba mundur ketakutan.


Ia sengaja memancarkan beberapa aura hitamnya untuk menakuti goblin tersebut untuk tidak mengganggu dirinya.


Perlahan-lahan mengumpulkan mana stone ke dalam tas buatan milik akademi, dan sisanya ia makan untuk meningkatkan jumlah mana miliknya, tapi alhasil tidak ada peningkatan jumlah mana yang di dapatkan setelah menelan mana stone tersebut.


Tidak berlangsung lama setelah kanzaki Rito menelan mana stone, beberapa kelompok yang nekat sebelumnya, membuat semua goblin yang tinggal di dalam dungeon ini tiba-tiba menyerang dalam jumlah besar.


Semua siswa yang sedang dalam penjelajahan tiba-tiba lari berteriak ke sana ke mari, teriakan tersebut terdengar oleh Kanzaki Rito yang sedang bersantai melewati dan mengumpulkan mana stone.


Ia berlari menuju ke tempat sumber masalah, tepat saat persimpangan lorong, sebuah goblin datang mengejar semua kelompok yang sedang lari.


"Semuanya tenang... kalian semua ikuti aku dari belakang untuk menyerang mereka!!" Kanzaki Rito berteriak keras sampai terdengar di telinga mereka semua.


Goblin yang di lihat oleh Kanzaki Rito berbeda dengan goblin yang berada di pulau misterius, goblin itu tidak bisa berbicara dan hanya berkata yang tidak jelas.


Tepat saat Kanzaki Rito menyerang, semua kelompok itu meninggalkan Kanzaki Rito yang sedang menghadapi serbuan goblin tersebut.

__ADS_1


Hanya ada 1 orang yang mendengarkan perkataan Kanzaki Rito, dia seorang wanita yang memegang tongkat sihir di tangannya.


Ia menyuruh wanita itu untuk menggunakan sihir yang bisa di gunakan olehnya. Harapan itu menghilang setelah dia mengatakan belum pernah menggunakan sihirnya.


"Terus kau di sini untuk apa, membantu saja tidak bisa!!" Kanzaki Rito berteriak untuk mengusir wanita itu untuk pergi meninggalkannya.


Wanita itu berlari menjauh dan bersembunyi di persimpangan tersebut, dia memperhatikan tindakan Kanzaki Rito saat membantai seluruh goblin yang sedang menyerang.


Satu demi satu goblin ia hantam dengan pedang kayu miliknya, setiap tebasan miliknya menghancurkan setiap bagian lehernya sampai hancur tidak tersisa.


Jumlah yang sangat banyak sampai membutuhkan waktu yang lama untuk menghabisi seluruh goblin tersebut.


Melihat situasi yang membuat dirinya kesal, ia mengeluarkan seluruh aura hitamnya sampai semua goblin yang tersisa melarikan diri ke tempat paling dalam di Dungeon.


"Akhirnya selesai juga, sungguh merepotkan bila terus dilakukan. Bisa saja aku menghabisinya dengan sekali serang, tapi itu juga bisa menguburku hidup-hidul bila di lakukan," Kanzaki Rito langsung bergegas menuju ke tempat terdalam untuk mencari sisa kelompok yang tertinggal.


Di sepanjang lorong, di sepanjang ruangan ia telusuri tapi tidak menemukan kelompok yang tertinggal.


Ketika Kanzaki Rito menghampiri ruangan terakhir yang paling ujung di lorong, ia melihat seluruh kelompok yang tertinggal, tapi sayangnya 9 dari 10 siswa itu tewas dengan kondisi tubuh yang di penuhi memar beserta pakaian mereka sobek di bagian celana mereka.


Kanzaki Rito sedikit membayangkan sketsa kejadian aneh antara sesama goblin pria dan manusia pria, sampai ia tidak mau memikirkannya.


Ia membuat sebuah kain lebar untuk menutup mereka yang sudah mati, untungnya penggunaan skill God Creafting untuk membuat kain tidak memerlukan jumlah mana yang sangat banyak.


Mencoba melepaskan ikatan tali dari wanita itu dengan sedikit membakarnya dengan api miliknya, ia menutupi tubuhnya dengan kain yang sudah di persiapkan dirinya.


Mereka berdua pergi meninggalkan tempat itu dengan cepat, ia terus berlari menggunakan skill shadow control-nya untuk meningkatkan kecepatan gerak kakinya.


Cahaya menyilaukan itu membuat mata kanzaki Rito tidak bisa melihat dengan jelas, ia terjatuh saat keluar dari dungeon beserta korban yang di bawa olehnya.


"Apa kau baik-baik saja? di mana yang lain? apa  masih ada korban lain?" pertanyaan itu terus di lontarkan oleh kedua guru tersebut.


"Masih ada 9 lagi di dalam sana, tapi...!" Kanzaki Rito tidak enak mengucapkan kata-kata tersebut pada mereka.


"Aku paham.... ayo segera kita kedalam sana, kalian semua tunggu di luar!" Roxy alsen dan Daigo aksen bergegas menuju tempat yang sudah di beritahukan oleh Kanzaki Rito.


Saat melewati lorong tersebut, dia melihat semua mayat goblin yang sudah di penggal oleh seseorang.

__ADS_1


Mereka berdua tidak memiliki waktu untuk menyelidiki mayat goblin itu dan bergegas sesuai tujuan sebelumnya.


Setelah mereka berdua sampai pada tujuan yang sudah di beri tahu letak oleh Kanzaki Rito. Mereka masuk ke dalam sebuah ruangan, tapi pemandangan yang tidak seharusnya di lihat membuat mereka berdua menyesal tidak mengecek terlebih dahulu dungeon tingkat terendah tersebut.


Semua mayat itu di bawa keluar oleh mereka berdua dan pelatihan untuk meningkatkan pengalaman semua siswa tiba-tiba berubah menjadi insiden kematian yang tidak terduga, 9 korban di temukan mati dalam kondisi pakaian rusak.


Beberapa siswa mengalami syok tinggi setelah mengalami insiden tersebut. Pihak kepala akademi kerajaan vellenia meminta maaf kepada wali korban, mereka berjanji akan melakukan pengecekan ulang sebelum sesi pelatihan dalam dungeon di lakukan.


Karena semua korban tersebut adalah orang dari kerajaan vellenia, beberapa kerabat mereka menangis di depan peti mati. Mereka hanya memberikan sebuah doa kepada keluarga mereka sebelum mayat itu di kuburkan.


Bersambung....


Informasi status window Kanzaki Rito saat ini...


Nama: Kanzaki Rito.


Ras: Chaos Human.


Class: Chaos Hero


Statistik:


STRENGTH: B / DEXTERITY: B / VITALITY: D / MANA: C / MAGIC: C / REFLEX: A /ENDURANCE: C


Afinity element: - Kegelapan/bayangan


Ice Resistensi: level 10


Poison resistensi: level 10


Skill:  Shadow control, Summon chaos dragon, God Creafting, Blood poison, Summon Flesh-eating insects, Immortal.


Sihir: Black fire.


Blessing: Chaos dragon ability.


Cursed: 

__ADS_1


__ADS_2