Become A Hero

Become A Hero
Chapter 109: Keanehan Pada Semua Orang


__ADS_3

Setelah babak pertama dari sesi pertandingan.


Mereka para peserta di pindahkan ke sebuah villa khusus milik sang kaisar, masing-masing ruang kamar tidur sudah di berikan sesuai jumlah yang sudah di data.


Untuk ruangan dari kerajaan Delona.


Zena, Halena, Tetsuya, Solga, beserta Rito duduk di sebuah kursi yang berisikan 5 buah di tempat tersebut.


Awalnya Halena menceritakan apa yang sedang terjadi pada nya saat pertandingan telah usai kepada mereka.


Tampak sang paus memiliki rencana licik dari aksi sebelum nya, sebuah lorong yang berisikan berbagai ruangan terlihat sangat sepi tanpa ada seseorang yang melintasi nya.


Solga dan Tetsuya mengabaikan perkataan Halena atas tuduhan yang tidak pasti terhadap sang paus.


Terlebih Solga yang sebagai petualang di berbagai benua, selalu memperhatikan tindakan gereja terhadap rakyat nya sendiri.


Tidak mungkin sang petinggi yaitu paus melakukan tindak kejahatan nya saat ini, tanpa adanya sebab yang terjadi.


Rito menghentikan perdebatan mereka berdua dan memerintahkan mereka untuk beristirahat terlebih dahulu.

__ADS_1


Waktu istirahat yang di berikan kepada sang kaisar sekitar lima hari usai pertandingan babak pertama selesai.


Mereka di berikan waktu untuk berlatih atau pun untuk memuaskan apa yang di inginkan nya saat ini di kekaisaran.


Jalan-jalan, makan, atau pun yang lain di tengah ibu kota, terserah apa yang mereka lakukan saat ini.


Kebanyakan rakyat dan para petualang berlalu lalang melintas di sekitar kawasan tersebut, karena hari ini sedang di selenggarakan turnamen yang sedang di laksanakan.


Rito beserta yang lain nya, tidak termasuk Solga. Mereka pergi ke suatu tempat makanan terkenal yang di sarankan oleh rakyat setempat.


Beberapa orang pembuat onar datang menghampiri kedai makanan yang sedang di singgahi oleh Rito.


Kebetulan hari ini adalah hari di mana mereka menagih uang bulanan tersebut, pelayan dari kedai makanan memberikan penjelasan kepada preman, karena uang yang di berikan belum tersedia, dan masih di pegang oleh pemilik kedai.


Preman itu marah, kemudian mengacak-acak tempat sembari menghancurkan beberapa barang yang terlihat oleh nya.


Sesaat situasi semakin panas, sang paus tiba-tiba datang menghampiri mereka yang hendak mulai berkelahi.


Dengan satu kalimat sang paus, mereka mulai terdiam dan mematuhinya, sedangkan para preman langsung kabur dari tempat kejadian.

__ADS_1


Pelanggan dan pelayan di kedai makanan, memberikan rasa terima kasih kepada sang paus.


Sang paus itu sendiri memberikan pencerahan kepada mereka agar datang ke tempat suci yang di bicarakan oleh nya.


Rito beserta yang lain nya, tetap mengabaikan apa yang sedang terjadi saat ini.


Keesokan harinya, para rakyat ramai berbondong-bondong pergi ke tempat suci secara ramai.


Jalanan di penuhi oleh kepadatan penduduk saat ini.


Halena bingung, dan bertanya kepada salah satu orang yang sedang mengikuti barisan di depan nya.


Dia mengatakan bahwa hari ini ada pemberian berkah dari sang paus, dan katanya jika ada seseorang yang berdosa, maka dirinya akan di pindahkan di ruang penebusan dosa.


Zena memiringkan kepalanya, Halena bingung, sedangkan Tetsuya penasaran dengan rencana licik sang paus.


Pada akhirnya mereka bertiga mengikuti rombongan yang sedang pergi ke tempat suci.


Rito menolak untuk ikut bersama mereka, dia sendiri harus melindungi Lina saat ini di kawasan kota kekaisaran.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2