
Di pagi hari....
Sementara waktu mereka membatalkan rencana untuk pergi ke dungeon, karena insiden malam tersebut mereka memutuskan mencari sebuah desa terdekat.
Tak berlangsung lama mereka menemukan sebuah desa dengan penduduk yang bekerja sebagai petani dan berkebun di tempat tersebut.
Banyaknya anak kecil yang bermain di sekitar jalan desa. Beberapa orang menyabut kedatangan Tetsuya beserta temannya yang datang menghampirinya.
Desa yang damai di pinggir hutan dengan batas penghalang yang melindungi area pedesaan dari serangan monster ataupun hewan yang berbahaya.
"Coba lihat di sana, sepertinya kita kedatangan tamu," nenek itu menyapa Tetsuya beserta temannya.
"Ada sekumpulan anak muda rupanya, kebetulan kakek dan nenek ini sudah mengambil beberapa sayuran segar untuk di masak sekarang. Kalian bisa ikut ke rumah kami jika kalian ingin," Kakek itu sedang memegang sayuran segar di tangannya.
"Wah. Kakek, nenek, apa boleh Yui mencicipi makanan itu," Yui menunjukan jari telunjuknya ke arah sayur yang sedang di pegang oleh kakek tersebut.
"Anak imut ini sungguh berani sekali. Tentu saja boleh," nenek itu kembali ke tempat tinggalnya.
"Hore!" Yui mengangkat kedua tangannya ke atas dengan wajah yang yang bahagia.
Hehe....
"Kebetulan sekali kita sedang membutuhkan tempat tinggal sementara, lebih baik kita ikuti kakek nenek itu terlebih dahulu," Tetsuya bergegas menyusul mereka berdua.
Mereka mengikuti kakek dan nenek tersebut kembali kerumahnya, banyak orang yang berlalu lalang melewati jalanan yang ia lewati.
Para warga itu menyapa dengan sopan dan ramah kepada mereka yang baru datang ke desa tersebut sebagai orang asing.
Ketika mereka sampai di rumah sederhana milik kakek dan nenek itu,, sebuah tempat yang agak jauh dari tempat mereka berkebun.
Seorang cucu beserta keluarga lain menyambut kakek nenek itu dengan hangat, beberapa cucu mengambil alat berkebun dan hasil panen sayuran segar yang pegang olehnya.
"Sudah aku bilang, kakek dan nenek tidak usah berkebun lagi, biar kita saja yang meneruskan itu, sedangkan kakek nenek tinggal saja dengan santai di rumah," cucu itu menegur kakek dan nenek yang sudah terlihat tua.
"Tidak apa, kakek dan nenek ini tidak mau menjadi beban keluarga," nenek itu mengelus rambut cucunya.
"Tapi...!" ucap cucu yang terlihat ragu untuk menegur nenek tersebut.
"Begini saja, kalau kakek atau nenek sakit. Bagaimana kalau kamu yang menggantikan nanti saat berkebun?" kakek itu memberikan sebuah saran kepada cucunya.
"Ok! tapi sekarang lebih baik kita makan terlebih dahulu dan kalian boleh ikut makan bersama kami di dalam," cucu itu membukakan pintu dan masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Mereka semua masuk ke dalam rumah tanpa mengucapkan satu katapun padanya. Meja makan yang lumayan besar, cukup untuk mereka semua makan.
"Oh ada tamu rupanya, sini mari duduk," ibu itu menyuruh mereka untuk ikut gabung.
"Maaf merepotkan kalian!" ucap Tetsuya sambil menundukkan kepalanya.
Teman-tan Tetsuya pun ikut adil dalam meminta maaf bersama Tetsuya, mereka dengan serempak melakukan gerakan bersama sambil mengucapkan perkataan yang sama dengan Tetsuya sebelumnya.
"Sudah-sudah, aku tahu kalian ingin tinggal di tempat ini. Daerah ini memang memiliki hutan yang sangat luas, kalau di waktu malam tentu banyak orang yang akan tersesat," ibu itu sudah tahu dengan tujuan mereka.
"Kalau kalian mengizinkan, aku dan beserta temanku akan beristirahat malam ini," ucap kanzaki Rito yang sedang mencari tempat posisi duduk untuk dirinya.
Mereka sangat menikmati hidangan buatan tuan rumah itu, sampai tidak menyisakan sedikitpun makanan yang tersisa di meja.
"Kalau sudah selesai makan sebaiknya kalian tidur di kamar kosong di sebelah sana," nenek itu menunjukan jalan menuju ruangan kamar.
Ken bergegas berlari dengan cepat menuju ke dalam ruangan kamar tersebut, tapi isi di dalamnya hanya ada beberapa kasur saja untuk mereka tidur.
"Hanya ada 2 tempat tidur saja di dalam sana. berarti ini untuk para wanita saja, kalian para pria tidur di ruang tamu saja," ucap koyuki yang mengamankan ruangan kamar tersebut.
"Hah, yang benar saja!" Ken tidak terima dengan usulan koyuki.
"Sebaiknya kita mengalah saja, lagian kita ada 5 orang pria termasuk diriku ini," Tetsuya mencoba menyakinkan Ken sambil menepuk bahunya.
"Terserah kalian saja, aku akan keruang tamu," ucap Kanzaki Rito yang meninggalkan mereka yang sedang berdebat.
"Tunggu aku ikut!" Ichiro dengan cepat menyusul Kanzaki Rito yang sedang pergi ke ruang tamu.
"Hei, apa yang kalian lakukan di sana!" tegas Ken yang melihat temannya mencari posisi tidur di ruang tamu.
"Sebaiknya menyerah saja untuk tidur di dalam ruangan tersebut," Tetsuya mulai mengantuk dan mulai memiringkan tubuhnya ke lantai.
"Yang benar saja!" Ken terkejut melihat temannya tertidur.
Mau tidak mau Ken harus tidur di ruang tamu bersama temannya, mereka hanya menggunakan kain lebar sebagai selimut untuk mereka tidur.
Ke esokan harinya....
"Sial, sekarang aku malah ingin buang air kecil. Sudah tidak tahan lagi! dimana toiletnya?" Ken berlari ke sana kemari di sekitar dalam rumah.
Entah kenapa toilet itu tidak ada di dalam rumah, Ken bergegas keluar dari rumah tersebut sekaligus berlari mengitari halaman rumah tersebut.
__ADS_1
Untungnya sebuah toilet berada di belakang rumah pemilik kakek tersebut, Ken bergegas membuka pintu dan mulai melepaskan beban di dalam tubuhnya.
"Hampir saja!" perlahan tubuh Ken menjadi rilek.
Sementara itu....
"Whuah, sudah pagi rupanya," Kanzaki Rito merenggangkan anggota tubuhnya setelah bangun tidur.
Satu demi satu mereka bangun dari tempat tidurnya. Mereka semua tampak mengikuti gerakan perenggangan yang dilakukan oleh Kanzaki Rito.
"Oh, kalian sudah bangun rupanya," Kanzaki Rito menyapa mereka yang masih sedikit mengantuk.
"Apa kalian tahu dimana Ken berada?" Tetsuya bertanya kepada mereka semua.
"Mungkin dia sedang ke kamar mandi," Ichiro bergegas merapikan tempat tidurnya.
"Benar juga," ucap Tetsuya yang menanggapi perkataan Ichiro.
"Toilet ada di mana nya? sebaiknya aku mencarinya dan meninggalkan mereka di sini!" perlahan Kanzaki Rito mulai menelusuri isi di dalam rumah tersebut.
Ia terus mencari di setiap ruangan yang berada di dalam rumah tersebut, tapi tidak kunjung di temukan ruangan untuk buang air kecil sekaligus untuk mandi.
Kanzaki Rito mencoba mencarinya di luar rumah sambil mengelilingi halaman rumah tersebut dengan santai.
Tampaknya Kanzaki Rito melihat Ken yang sedang keluar dari tempat tersebut dengan tangan kanan mengelus perut miliknya.
"Ken, apa yang kau lakukan di sana?" kenzaki Rito menghampiri Ken.
"Tentu saja untuk buang air kecil tentunya," Ken menepuk bahu Kanzaki Rito dengan perlahan.
Ken meninggalkan Kanzaki Rito, dan bergegas kembali kedalam rumah untuk membereskan barang-barang miliknya.
"Sebaiknya aku segera memakai tempat itu sebelum yang lain datang," ucap Kanzaki Rito sambil membuka pintu tersebut.
Tak lama kemudian....
Akira, Ichiro dan Tetsuya tiba-tiba merasakan sakit perut seakan-akan mau keluar dari perut mereka. Mereka bergegas pergi ke tempat toilet, tapi mereka harus sedikit esktra kerja keras untuk menemukan tempat tersebut.
"Sial, di mana toilet nya?" tegas Tetsuya yang sedang memegang perut nya.
"Tolong!" Ichiro panik setengah mati sambil memegang perutnya.
__ADS_1
Bersambung.....