Become A Hero

Become A Hero
Persiapan Meninggalkan Desa


__ADS_3

Keesokan harinya...


Karena mereka masih memiliki waktu di desa, Shin sesekali mengajarkan Yui cara menggunakan senjata sesuai keahliannya.


Yui sudah mencoba menggunakan berbagai macam senjata yang di bawa oleh Shin, mungkin fisik Yui masih dibawah rata-rata untuk menggunakan senjata.


Secara kebetulan Shin memberikan sebuah busur dan anak panah ke Yui, tentu dia bisa di jadikan sebagai pendukung dalam pertarungan.


Shin dan beserta temannya mungkin tidak akan memiliki waktu untuk melindungi Yui di saat situasi tidak terkendali dalam pertempuran.


Yui mulai memegang busur di tangan kiri, sedangkan anak panah di tangan kanannya.


Perlahan Yui menaruh anak pada ke bagian tali kemudian menarik tali tersebut kebelakang dengan kuat.


Memposisikan tubuh pada bagian busur untuk meningkatkan daya tembakan yang akan di luncurkan oleh Yui,


Di bagian mata Yui di fokuskan untuk menentukan target yang akan dikunci, dan meningkatkan jarak akurasi saat anak panah di luncurkan.


"Apa Yui siap. Coba tembakan ke arah pohon itu!" Shin sambil menunjukan pohon mana yang dia tembakan.


Anak panah Yui yang melewat terbang ke arah pohon tersebut dan seketika anak panah itu menancap ke bagian kulit pohon.


Sayangnya anak panah itu tidak tepat pada bagian tengah melainkan di sisi kanan dari area tengah target.


Akira, Ken, koyuki, Ichiro dan Tetsuya bertepuk tangan atas keberhasilan pertamanya saat menggunakan busur.


Yui yang merasa senang atas pujian dari mereka, dan membuat tekad dirinya semakin kuat untuk berlatih.


Kali ini di percobaan kedua, Yui mengambil arah sudut tembakan yang berbeda dari percobaan pertamanya.


Yui juga merubah posisi kedua kakinya, kaki kanan menyentuh tanah dan posisi kaki kiri menekuk beserta postur di saat melepaskan anak panahnya.


Kestabilan dalam membidik semakin membaik, arah tembakan panah yang tidak bergerak berkat posisi tubuh yang Yui gunakan untuk memudahkan mengunci target musuh dengan mudah, walau dengan posisi ini memiliki kekurangan tersendiri.


Sis....


Anak panah melewat dan hampir mengenai titik tengah tersebut, Yui terus melakukan latihan secara berulang kali sampai ia benar-benar Mahir menggunakan busur.

__ADS_1


Sambil melihat latihan Yui, mereka menaruh beberapa makanan untuk di makan bersama.


Shin yang tampak menikmati sepotong roti di mulutnya sambil memperhatikan latihannya, Yui tergoda dengan bau harum makanan dan suara renyah di mulut mereka membuat Yui semakin ingin memakannya.


"Kamu tetap fokus saja pada latihannya, kami akan menyisakan beberapa untuk Yui nanti," Shin memisahkan bagian untuk Yui dan menaruhnya ke sisi sebelah kanan Shin.


"Tapi....!" Yui meneteskan air liur dari mulutnya.


"Bersabarlah Yui, bagaimana kalau kakak ini menemani Yui latihan!" koyuki menawarkan dirinya untuk menemani latihannya.


Yui menggelengkan kepalanya, kemudian melanjutkan kembali latihannya sampai anak panah yang digunakan habis tidak tersisa.


Beberapa jam kemudian....


"Bagus Yui! bagaimana kalau sedikit Meningkatkan kesulitan latihannya. Karena Yui sudah bisa mengenai titik target sesuai keinginan," Shin bertepuk tangan sambil mendekati Yui yang sedang istirahat.


"Latihan apa selanjutnya?" Yui bertanya kepada Shin.


"Yui hanya perlu memasukan mananya kedalam anak panah," Shin memberikan arahan pada Yui.


Sayangnya, ekspetasi dirinya tidak berjalan dengan baik, tingkat kontrol dalam memasukan mana miliknya ke dalam anak panah membuatnya tidak stabil.


Kadang kala mana yang di masukan lebih besar membuat anak panah itu meledak seketika sebelum melepaskannya, sedangkan mana yang di masukan sedikit pada anak panah membuatnya menjadi tumpul dan hanya menghantam target tersebut.


Hari hampir menjelang malam, Yui masih memiliki waktu sekitar 30 menit sebelum hari menjadi malam.


Satu dari lima percobaan terakhir yang di lakukan Yui akhirnya berhasil, anak panah itu melesat lebih cepat, lebih kuat, lebih tajam dan memiliki daya ledak saat menembus target.


Waktu pun menjadi malam dan mereka bergegas kembali ke penginapan bersama-sama.


Ke esokan harinya...


Shin pergi mengunjungi kusir kuda di dalam satu tempat dia tinggal sementara, ia melihat kereta temannya di tempatkan di samping rumah tersebut.


Ia melihat kembali kondisi kereta kada sebelum hari esok keberangkatan mereka, perlahan, tak lama kemudian kusir datang dari balik pintu dan menghampiri Shin yang sedang mengecek kondisi tersebut.


"Nak, apa ada masalah?" kusir itu bertanya kepada Shin.

__ADS_1


"Tidak juga, aku hanya berkunjung dan melihat kondisi kereta kuda ini sebelum keberangkatan besok," balas Shin kepada kusir tersebut.


"Kita akan pergi besok!" ucap kusir untuk memastikan situasi besok.


"Tentu, jangan lupa datang di depan penginapan besok pagi," Shin bergegas pergi meninggalkan kusir beserta kereta kudanya.


Shin kembali ke penginapan sambil menunggu teman lainnya kembali membawa perbekalan makanan.


Entah kenapa ruangan ruangan kamar terasa sepi tanpa mereka di sini, hanya angin yang berhembus melewati celah jendela dan mengenai tubuh Shin yang sedang duduk di samping jendela.


Tak berlangsung lama, Akira, Ken, Koyuki, Ichiro, Tetsuya, dan Yui kembali membawa makanan di dalam kotak kayu.


Kereta pengangkut barang itu berhenti dan menurunkan kotak kayu itu dan membawanya ke dalam ruangan kamar mereka.


30 Menit kemudian....


"Terima kasih paman sudah membantu mengantarkan makanan ini ke dalam. Ini ada uang untuk paman gunakan nanti," Tetsuya memberikan 2 perak dan 5 perunggu ke paman tersebut sebagai jasa kerjanya.


"Terima kasih kembali, aku akan pergi dari sini. kalau ada membutuhkan bantuan ku, datanglah ke tempat di mana aku menjual dagangan ku," paman itu meninggalkan ruangan penginapan tersebut.


"Apa saja yang kalian beli di dalam kotak itu?" Shin bertanya kepada mereka semua.


"Kak Shin, aku sama kak koyuki pergi membeli beberapa. daging, bumbu rempah, buah-buahan dan beberapa minuman yang cukup untuk perjalanan nanti," Yui membalas ucapan Shin soal kotak yang di bawa.


"Sisa uang yang kita miliki saat ini adalah 3 gold saja, dan uang yang terpakai di gunakan untuk membeli beserta membayar jasa pengantar juga," ucap Ken sambil berbaring di tempat tidurnya.


"Lumayan besar juga pengeluaran kita saat ini, dan apa yang akan kita lakukan dengan lencana tentara bayaran ini jika sudah sampai di kerajaan lain!" koyuki memegang lencana tersebut dengan tangan kanannya sambil mengangkat ke atas langit.


"Simpan saja sekarang, mungkin suatu hari nanti lencana tersebut akan terpakai nanti," ucap Shin kepada koyuki.


"Ya simpan aja di dalam kantong kalian," Ken tersenyum sambil menunjukan giginya.


"Kalau kalian bilang begitu, aku akan menyimpannya sekarang," koyuki menyimpan lencana tersebut di dalam pakaian miliknya 


Kemudian mereka beristirahat di penginapan sambil menunggu hari esok tiba,  mereka bergegas pergi ke tempat tidur masing-masing, sedangkan Shin tidur di tempat kursi yang panjang dengan alas bantal seadanya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2