
Masing-masing tim menempati posisi mereka sendiri, hanya ada satu peraturan berlangsung saat pertarungan di mulai.
Mereka yang bertahan akan menjadi sang juara saat ini.
Mengeliminasi lawan di tempat tersebut, atau membuat lawan menyerah atas keinginan nya sendiri.
Para peserta lain mengeluarkan senjata mereka masing-masing, menunggu hitungan mundur selesai.
3... 2... 1... pertandingan final di mulai.
Serangan pertama berhasil di lancarkan oleh Halena, dia segera berlari ke arah lawan yang sedang berdiri di hadapan nya.
Memainkan pergerakan tangan cepat, memutar dagger orselot untuk merubah gaya serangan miliknya, membuat gerakan tersebut sulit di analisa oleh lawan.
Peserta Leo berhasil di lumpuhkan, di diskualifikasi karena sudah memiliki luka yang di anggap fatal oleh nya.
Hanya tersisa tiga peserta dari kekaisaran saat ini, mereka segera membentuk sebuah formasi segitiga, dan menghadap masing-masing arah di posisi tersebut.
__ADS_1
Peserta Hans dari kerajaan helmes tertawa menyeringai di hadapan mereka, entah maksud apa dari sikap nya.
Halena yang kesal, memburu salah satu peserta dari kerajaan helmes, dia seketika mengincar bagian leher lawan nya, akan tetapi kulit di leher lawan sangat keras, dan sulit di tembus dengan dagger orselot milik Halena.
Menendang tubuh usai menusuk leher lawan, Halena segera melancarkan serangan lanjutan nya.
Kali ini, Halena menyemburkan api miliknya ke arah dagger orselot di bagian bilah nya, entah kenapa bilah tersebut menyatu dengan api miliknya.
Dagger membara dengan hawa panas tanpa henti, bilah yang tidak akan bisa meleleh dengan material kualitas tinggi dari hasil tempa senjata tersebut.
Membuat serangan nya bisa menembus pertahanan milik Hans yang membanggakan kemampuan nya.
Leher nya mengeluarkan darah perlahan dari sisi yang terluka, terkejut saat merasakan rasa sakit yang tiba-tiba.
Hans Langsung mengaktifkan kemampuan regenerasi tingkat tertinggi miliknya, seketika luka akibat tebasan dan luka bakar langsung sembuh seakan itu tidak pernah terjadi.
"Wow!" Halena terkagum dengan bakat lawan nya.
__ADS_1
Kali ini dia menghembuskan nafas api nya lagi, tetapi warna api saat ini berwarna hitam pekat, dan perlahan menyalurkan ke ujung bilah orselot.
Efek dari dagger orselot tiba-tiba memunculkan lendir berwarna ungu, dan menyatu dengan api hitam tersebut.
Ternyata lendir berwarna ungu itu adalah racun tertinggi yang bisa bertahan dengan suhu panas tertinggi.
Racun yang memiliki warna ungu, perlahan berubah mengikuti warna api hitam tersebut, tidak ada yang tahu bahwa dagger itu memiliki racun, hanya terlihat kobaran api yang berwarna hitam di mata mereka.
Hans yang masih belum menyadari akan bahaya yang menanti dirinya, dia yang penuh percaya diri mengeluarkan sebilah kapak besar menyerupai tombak.
Berat nya setara dengan pohon tua berusia 30 tahun, dan memiliki bilah yang tajam di sisi nya.
Tatapan Hans terhadap Halena semakin kuat, entah kenapa dirinya tiba-tiba merubah tubuh nya menjadi besar seperti troll.
Langkah kaki Hans yang ringan menjadi berat setiap dia berjalan, jejak kaki nya membekas di lokasi dia menginjak.
"Sudah saat nya aku sedikit serius!"
__ADS_1
Halena merubah posisi nya, meringkuk sedikit rendah, tangan kanan yang memegang siap dalam posisi menyerang nya, kaki kanan di belakang sebagai tumpu ledakan saat melompat.
"Maju sini bocah nakal, hahaha...!" tertawa keras sembari berlari ke arah nya.