
Lina yang berhasil menghabiskan uang Rito dalam jumlah besar, saat ia membeli beberapa kue termahal dan terlezat di kota kekaisaran.
Mereka kembali melanjutkan keliling kota bersama-sama.
Terlihat beberapa penjaga kesatria berkeliling sekitar tempat secara bergantian tanpa henti, tetapi warga sekitar tampak menghiraukan kesatria tersebut.
Warga menjalani rutinitas seperti biasa, hanya saja tempat di mana mereka berada saat ini sangat ramai.
"Rito, di sini!"
Seseorang memanggil nama nya dari belakang.
"Sepertinya ada yang memanggil nama ku, tapi siapa?"
Rito menoleh ke belakang, dan melihat seorang pedagang yang tidak asing dengan wajah nya.
"Kau ini, masa sudah lupa dengan ku yang selalu memberikan item padamu saat berpisah. Sungguh persahabatan yang singkat." ucap pedagang dengan perasaan sedikit kecewa padanya.
"Apa kamu pedagang rising waktu itu? tanya Rito sambil memastikan ingatan nya.
"Nah, kau ingat rupanya, tentu saja itu aku. Siapa lagi memang nya!" tegas rizing.
Setelah sudah memastikan bawa dirinya benar rizing si pedagang terkenal tersebut.
Rito dan rizing melanjutkan perbincangan singkat di dalam tokonya, sedangkan Lina melihat-lihat barang jualan miliknya.
Semua barang yang di jual berkualitas tinggi, terlebih susunan barang tersebut sangat rapih sehingga para calon pembeli tidak terlalu kesusahan memilih.
Satu per satu calon pembeli datang menghampiri toko nya, untungnya ada asisten baru bernama Hamel yang menggantikan tugas rizing saat ini.
__ADS_1
Kemampuan yang di miliki nya dalam hal jual beli barang, ia pelajari langsung dari guru nya sendiri, yaitu rizing.
Tampak sangat lihai dalam bercakap dengan para konsumen yang sedang memilih barang untuk di beli.
Tidak sampai lima menit mereka selesai membeli sesuai keinginan nya masing-masing.
Rito dan Lina terpukau dengan kehebatan asisten tersebut sembari memberikan pujian beserta tepukan kepada nya.
Hamel merasa merendah diri usai di beri pujian pada nya, sedangan rizing sedang mencari sesuatu di tumpukan barang di belakang tokonya.
Beberapa menit kemudian, akhirnya rizing berhasil menemukan barang yang di cari, kemudian menawarkan barang tersebut Rito.
Ada tiga barang yang di tawarkan oleh rizing saat ini. Apa Rito suka dengan penawaran rizing?
Tentu Rito sangat menyukai barang yang di rekomendasikan olehnya, terlebih barang tersebut sangat cocok dengan Halena dan Zena sekarang.
Barang pertama yang di tawarkan berupa dagger Orselot. Sebuah digger yang di buat oleh pengerajin hebat di kerajaan Orselot.
Bahan yang di buat dari batu hampa yang di temukan di dalam kotak dungeon kuno saat ekspedisi penjelajahan.
Bentuk digger Orselot sangat unik, memiliki corak bergaris di Sertai lapisan bilah yang sedikit hitam keputihan, serta memiliki ketahanan dengan sihir mental saat di pegang pemilik nya.
Barang kedua berupa Soul Ring. Sebuah cincin kuno yang di temukan dalam makam kuno peninggalan jaman dulu, yang secara tidak sengaja di temukan saat membuka salah satu makam.
Kemampuan cincin tersebut mengambil jiwa di sekitar area cincin, dan di jadikan sebuah energi kematian tanpa ada batasan penyimpanan.
Barang yang di tawarkan cukup membuat Rito dan Lina merasa penasaran, pasalnya barang tersebut tidak berupa senjata ataupun yang seperti cincin.
Melainkan sebuah buku lama yang berisi catatan penting pada ribuan tahun yang lalu.
__ADS_1
"Cukup menarik. Berapa total harga untuk semua barang ini, mungkin aku akan membeli semua bila harganya tidak terlalu mahal." ucap Rito.
"Tenang, untuk kawan lama. Aku berikan harga sebesar 50 gold untuk ketiga barang ini." balas rizing.
"Mahal sekali, tapi aku tetap akan membeli nya."
Rito kembali menghabiskan uang cukup banyak kembali, hanya untuk membeli ketiga barang tersebut.
Sangat di sayangkan bila barang yang di tawarkan olehnya, tidak segera di ambil secepat mungkin.
Setelah transaksi selesai.
Rito memasukan ketiga barang ke dalam bayangan miliknya, kemudian melanjutkan berkeliling kembali di sekitar tempat kota kekaisaran.
Rizing hanya melambaikan tangan nya saat Rito dan Lina meninggalkan tokonya.
Di suatu tempat di mana jarang orang berkeliling di tempat tersebut...
"Bagaimana dengan tugas kalian? hari ini kita harus segera memulai rencana ini lebih awal dari jadwal yang di tetapkan." tegas paus.
"Semua yang di perintahkan tuan paus, sudah kami selesaikan dengan rapih, banyak anggota baru yang bergabung dalam kelompok kita sekarang."
"Bagus. Kumpulkan lebih banyak pengikut untuk kita. Besok, kita akan memulai rencana nya, mengerti!" tegas paus.
"Mengerti tuan paus."
Semua pengikut pergi meninggalkan paus di tempat tersebut.
Senyuman jahat paus terlihat saat para pengikut menghilang dari pandangan nya, dirinya pergi meninggalkan tempat itu, kemudian masuk ke dalam kegelapan di dalam ruangan miliknya, seakan dirinya menghilang dari dunia.
__ADS_1
Bersambung....