
Penginapan mewah di kekaisaran, ruang istirahat sekaligus ruang tidur...
"Permisi yang mulia raja. Kata sang kaisar, acara tersebut akan di mulai dalam 5 jam lagi dari sekarang, semoga yang mulia raja menikmati apa yang sudah di sediakan oleh kami, jika ada masalah lain, yang mulia bisa memanggil pelayan di depan anda saat ini," ucap Gairel Avo kepada raja Edward Elgris.
"Baiklah, untuk hari aku akan beristirahat terlebih dahulu di ruangan ini, terima kasih atas sambutan sebelum nya," balas raja Edward Elgris yang sedang menguap mulutnya karena sedang mengantuk.
"Kalau begitu, aku undur diri dari sini," Gairel Avo meninggalkan mereka berdua yang berada di ruangan tersebut.
"Akhir bisa tenang juga," raja Edward Elgris merenggangkan tubuhnya.
"Yang mulia raja," ucap Kanzaki Rito kepada raja.
"Panggil aja aku ayah, apa kau lupa apa yang aku katakan sebelum nya?" raja Edward Elgris merasa tidak nyaman dengan nama panggilan nya dari Kanzaki Rito.
"Hmm, ayah.... boleh aku berkeliling di sekitar daerah ini sekarang. Ada sesuatu yang sedang aku cari saat ini," kanzaki Rito menunggu persetujuan dari raja Edward Elgris.
"Silahkan saja, karena nanti aku akan sendiri setelah kamu meninggalkan ruangan ini, aku membutuhkan perlindungan dari orang yang berusaha mencelakai diriku saat ini," raja Edward Elgris mengeluh dengan status dirinya saat ini, karena kebebasan nya saat ini terbatas tanpa ada yang melindungi nya.
"Tenang saja ayah, aku akan memberikan ayah sesuatu yang akan melindungi mu saat aku tidak ada di sini," balas Kanzaki Rito kepada raja Edward Elgris.
Tangan kanan Kanzaki Rito memasukan ke dalam kantong celana miliknya, kemudian ia membuat sebuah cincin dengan kemampuan regenerasi tingkat tinggi saat dalam kondisi kritis, tetapi cincin tersebut akan hancur saat sudah di gunakan.
"Ini ayah, tolong pakai dan jangan lepas cincin itu," ucap Kanzaki Rito yang memberikan cincin nya kepada raja Edward Elgris.
"Cincin. Apa maksudnya ini?" raja Edward Elgris bingung dengan tindakan yang di lakukan Kanzaki Rito.
"Anggap saja barang itu sebagai nyawa kedua ayah saat dalam kondisi yang paling berbahaya. Benda itu akan aktif secara otomatis bila syarat tertentu terpenuhi," Kanzaki Rito menjelaskan fungsi secara ringkas kepada raja Edward Elgris.
__ADS_1
"Ok-ok, hadiah pertama dari menantu. Andai saja istriku juga mendapatkan nya," raja Edward Elgris langsung memakai cincin tersebut di jari telunjuk kanan nya.
"Kalau begitu, aku akan pergi sekarang," ucap Kanzaki Rito kepada raja Edward Elgris.
"Jangan lupa kembali lagi kesini sebelum acara itu di mulai mengerti," saran raja Edward Elgris kepada Kanzaki Rito.
Kanzaki Rito pergi tanpa membalas ucapan dari raja Edward Elgris.
Daerah para pedagang di ibu kota kekaisaran....
"Ramai sekali, banyak para pedagang yang menjual beraneka ragam, mulai dari makanan, bahan rempah-rempah masak, peralatan, senjata, aksesoris, bahkan mereka juga menjual barang bekas rupanya," ucap Kanzaki Rito yang terkagum dengan kondisi di sekitarnya.
"Hoho, ada tuan tampan rupanya, apa tuan seorang bangsawan? kalau memang iya, tuan bisa membeli beberapa perhiasan untuk istri anda di rumah nanti, apa tuan tertarik?" seorang pedagang tua yang menjual aksesoris buatan nya sendiri kepada Kanzaki Rito yang kebetulan melintas.
"Hmm, bagaimana dengan pakaian yang tebal ini, berapa harga jual nya?" tanya Kanzaki Rito kepada pedagang tua.
"Hah, mahal sekali! 3 koin gold hanya untuk pakaian tebal ini, yang benar saja! tapi karena aku sangat sedang terburu-buru. Bagaimana dengan 2 koin gold saja, dan saya akan mengambilnya sekarang juga," balas Kanzaki Rito yang mencoba tawar menawar dari pedagang tua tersebut.
"Enak saja di jual dengan harga 2 koin gold! ini terbuat dari material khusus dari white spider yang langka. 2 koin gold dan 5 koin perak untuk harga ini, tidak ada penawaran lagi untuk sekarang!" pedagang tua yang kesal langsung tawar menawar kembali dengan menambahkan jumlah harga nya.
"Ok, setuju. Ini uang nya," Kanzaki Rito tersenyum rapat sambil mengambil pakaian tebal itu yang sudah terbungkus rapih oleh pedagang tua tersebut.
"Kau ini, tuan tampan yang pandai berbicara, sepertinya aku salah menargetkan tuan rupanya hoho," pedagang tua itu kecewa sekaligus suka dengan sikap Kanzaki Rito.
"Terima kasih pujian nya," balas Kanzaki Rito kepada pedagang tua itu.
"Hah, itu bukan pujian, cepat pergi sana!" pedagang tua itu mengusir Kanzaki Rito dari lapak jualan nya.
__ADS_1
Kanzaki Rito kembali berkeliling di sekitar tempat tanpa tujuan.
"Tolong paman, ayah ku sedang dalam bahaya sekarang, ada seekor monster yang sangat besar muncul di tempat tinggal ku," anak remaja yang sedang menangis meminta bantuan dari seseorang yang mau membantu nya.
"Ada apa adik kecil? kamu terlihat sedang terburu-buru," ucap Kanzaki Rito sambil mendekati anak remaja tersebut.
"Kita tidak punya waktu, paman ikut saja aku sekarang!" anak remaja itu memegang tangan kanan Kanzaki Rito sambil berlari secepat mungkin ke tempat tujuan nya.
"Hei, biar aku saja yang membawamu sekarang, tunjukan di mana tempat nya," ucap Kanzaki Rito sambil mengangkat tubuh anak remaja itu dan memintanya untuk menunjukan lokasi tersebut.
"Di sana, lurus saja dan keluar dari kekaisaran ini, tepat nya di sebuah bukit yang penuh dengan pohon besar," anak remaja itu menunjukan dengan jarinya ke arah bukit besar yang berisi pohon besar di sekitarnya.
"Ok, berpegang lah dengan erat, kita akan sampai satu menit dari sekarang," Kanzaki Rito bersiap untuk melakukan gerakan cepatnya dengan gaya dorongan dari kedua kakinya sebagai tumpu berat.
Kanzaki Rito yang sedang membawa anak remaja itu berlari dengan cepat melewati kerumuman orang sekaligus keluar dari kawasan kekaisaran saat ini.
Beberapa monster yang sedang berdiri di sepanjang jalan Kanzaki Rito lewati, iya hanya cepat menghindari kontak mata secara langsung kepadanya dengan menambah kecepatan larinya.
Anak remaja yang pusing karena tidak mampu melihat objek pandangan matanya yang tidak bisa mengikuti nya dengan cepat sehingga membuat dirinya merasa mual dan pusing.
"Kita sudah sampai sekarang, tapi sayang nya kita terlambat sekarang! sudah banyak bercak darah dan potongan tulang dan daging di mana-mana," ucap Kanzaki Rito sambil menjatuhkan anak remaja itu yang di gendong nya.
"Dimana ayah dan ibu ku sekarang!" anak remaja itu mencari di sekitar runtuhan rumah nya secara teliti.
"Sungguh aneh. Aku tidak melihat adanya tubuh manusia yang tergeletak di tempat ini!" kanzaki Rito yang curiga dengan kondisi di sekitar tempat ia berada saat ini.
Bersambung....
__ADS_1