Become A Hero

Become A Hero
Mantan Calon Tunangan


__ADS_3

Beberapa hari setelah acara pernikahan Shin dan Meliona Elgris - di kediaman istana kerajaan...


Di acara makan keluarga kerajaan delona, Shin beserta temannya menikmati makanan yang sudah di sajikan dari juru masak kerajaan.


Berbagai menu makan dan minuman tersedia di atas meja mereka, sang raja yang terlihat serius sekarang lebih santai dan bersahabat kepada Shin.


Tetap saja Tetsuya, Akira, Ken, Ichiro, koyuki dan Yui sedikit gugup terhadap acara makan yang sudah di selenggarakan oleh menantu Lina yaitu sang aja sendiri.


Dengan sedikit rasa gelisah mereka makan perlahan setelah sang raja, Shin dan Lina makan terlebih dahulu.


Sang raja itu menatap Tetsuya beserta temannya dengan serius, kemudian dia menurunkan alat makan miliknya.


"Apa yang kalian lakukan?" sang raja hanya menatap mereka.


"Tidak! hanya saja derajat kita dengan yang mulia raja sedikit merasa tidak nyaman," Tetsuya berbicara sedikit ragu kepada sang raja tersebut.


"Kalian tenang saja, menantuku Shin beserta temannya sudah aku anggap sebagai saudara jadi kalian tidak perlu risau!" sang raja tertawa ringan sambil membalas perkataan Tetsuya dengan santai.


________________


Tetsuya beserta temannya mengikuti acara makan dengan tenang mengikuti alur pembicaraan sang raja, mereka hanya sedikit mengeluarkan percakapan sampai acara makan tersebut selesai.


Secara tidak terduga, keinginan sang raja yang sudah terpendam tiba-tiba di lontarkan kepada Shin dan Lina yang hendak selesai makan.


"Ehem! putriku Lina, apa kalian berdua sudah melakukan hal itu tadi malam, contohnya tidur berdua di satu kamar begitu!" sang raja menatap mereka berdua dengan tatapan polosnya.


Shin tiba-tiba memuntahkan air minum setelah mendengarkan perkataan raja tadi, ragu beserta bimbang dengan jawaban apa yang akan di ucapkan oleh Shin nanti.


Untung saja di saat ingin membalas perkataan sang raja, tiba-tiba salah satu kesatria datang dan menghampiri sang raja dengan membawa sepucuk surat yang di berikan olehnya.


Raut wajah santai sang raja tiba-tiba berubah menjadi kusam dan lemas setelah membaca isi surat tersebut.

__ADS_1


Isi pesan itu  menjelaskan bahwa putra kekaisaran akan datang ke kerajaan delona dalam beberapa hari ke depan dengan membawa pasukan elit pribadinya.


"Maaf Lina, ayahmu sekarang ada keperluan, jadi kalian nikmati saja hidangan ini sampai perut kalian penuh," sang raja meninggalkan ruang makan.


"Ada yang terjadi sampai ayah meninggalkan tempat makan ini dengan tergesa-gesa," Lina merasa khawatir dengan kondisi ayahnya.


"Tenang saja, lagi pula ayahmu itu seorang raja yang tegas, mungkin saja dirinya sedang memikirkan sesuatu entah apa yang di pikirkan ya," Shin mencoba membuat Lina merasa tenang.


_________________


Lina menyandarkan kepalanya ke dada Shin yang sedang duduk di meja makan, Ken yang merasa kesal dengan drama romantis mereka, seketika dirinya menutup mata Shin dan memberikan sebuah ciuman tidak terlihat dari ikan yang di hadapkan ke bibir mereka secara bersamaan.


"Kenapa rasanya sedikit pahit!" Shin seakan-akan curiga dengan tindakannya.


"Tenang saja, ini aku dan siapa lagi yang berani seperti itu!" Lina tertawa tanpa bersuara sambil mengerjai Shin yang sedang asik berduaan dengan ikan.


Setelah mereka puas dengan mengerjai Shin selama 30 menit, akhirnya Ken melepas tangannya dari mata Shin tersebut sampai membuat Shin terkejut melihat tindakan dirinya yang memalukan.


Tertawa keras sampai membuat Shin malu menutupi wajahnya dengan tangan miliknya.


Lina hanya bisa terdiam dan tertawa di dalam hati melihat ekpresi Shin yang malu dengan dirinya.


Tak berlangsung lama, seorang pelayan wanita datang menghampiri Lina dan juga Shin, sedangkan temannya tetap di tempat meja makan.


"Ada apa bibi?" Lina bertanya kepada pelayan.


"Yang mulia raja memanggil kalian berdua untuk datang ke ruang tamu, tapi sebelum itu kalian berdua harus mengganti pakaian yang sudah di sediakan oleh yang mulia raja," pelayan menyuruh Shin dan Lina untuk pergi ke ruang ganti pakaian, sebelum pergi ke ruang tamu.


"Sebelah sini tuan," pelayan pria sedang mengambil pakaian untuk Shin.


Shin memakai pakaian formal kerajaan dengan corak khusus di bagian lengan kanan atas. Sedangan Lina sedang di pilih pakaian yang paling bagus untuk dirinya yang sudah di persiapan khusus oleh pelayan wanita pribadinya.

__ADS_1


Pelayan wanita itu sedikit membocorkan informasi kepada Lina soal kenapa mereka di suruh datang ke ruang tamu dengan memakai pakaian formal.


Lantas Lina langsung mengambil kesimpulan dengan potongan informasi yang di berikan oleh pelawan pribadinya.


30 menit kemudian - di ruang tamu kediaman raja...


Kesatria itu mengantarkan Shin dan Lina ke dalam ruang tamu yang sedang terdengar perbincangan antara raja dengan seseorang yang sedang menemaninya berbicara di dalam ruangan tersebut.


Kesatria itu membentuk pintu dengan pola ketukan sandi untuk mengkonfirmasi kepada kesatria yang sedang menjada di sebelah pintu.


Seketika pintu itu terbuka secara perlahan, mereka berdua masuk ke dalam dengan langkah kaki yang bersamaan.


Seseorang yang berbicara kepada sang raja itu berbalik dan melihat mereka berdua ya g sedang menghampiri ke hadapan raja.


Ternyata orang itu adalah calon pasangan Lina sebelum kedatangan Shin beserta temannya, dirinya sangat marah dan kesal dengan ungkapan kebenaran dari mulur sang raja.


Tetapi dirinya tidak percaya dan menyuruh sang raja itu memanggil mereka berdua untuk datang ke ruang tamu tersebut.


Sang raja yang terkejut dengan kedatangan putra kekaisaran tersebut, tapi kenapa surat yang di berikan kepadanya akan datang dalam beberapa hari.


Putra kekaisaran tersebut sangat tidak sabar dengan calon wanitanya dan langsung datang setelah dirinya memberikan surat tersebut walau jadwal yang sudah di tetapkan lewat surat itu tidak berlaku.


"Kau dasar pencuri wanita milikku! siapa kau dan kenapa kau mengambil kebahagiaanku?" putra kekaisaran itu marah dengan lontaran kata kasar dan keras kepada Shin.


"Aku pasangannya, dan tentu saja sudah menikah beberapa hari yang lalu," Shin menjelaskannya secara singkat dan jelas kepada putra kekaisaran.


"Apa? perjanjian yang sudah di buat oleh kita berdua di batalkan, aku beserta pasukanku akan mengambil kembali pasokan makanan dan kebutuhan pangan di kerajaan delona. Kau aku tantang dalam duel nanti, esok hari datanglah di arena delona tepat di pusat kota kerajaan delona," putra mahkota itu semakin marah dan pergi meninggalkan mereka semua beserta tantangan yang di berikan oleh Shin.


"Oke, aku terima tantangan mu!" Shin dengan lantang menerima ajuan dari putra kekaisaran tersebut.


"Cihh!" putra kekaisaran itu meludah ke samping dan pergi meninggalkan berkas dokumen di tangannya.

__ADS_1


Suasana menjadi hening, sang raja pusing dengan pasokan makanan yang terus berkurang untuk keperluan di musim dingin yang akan datang dalam beberapa bulan kedepan telah


Bersambung....


__ADS_2