
Siang hari di pusat kota....
Seluruh tempat itu telah terisi penuh dengan irang-orang yang hendak melihat aurat ikut kedalam acara tersebut.
Sungguh beruntung Tetsuya beserta temannya berhasil mendapatkan posisi di depan acara yang sedang berlangsung, walau dengan menghabiskan 1 gold untuk membayar tempat dari orang lain yang menjaga posisi itu tetap kosong.
"Para hadirin sekalian yang sudah menghadiri acara penting tahun ini, aku selaku pembawa acara ini,"
Sang raja kerajaan delona datang ke tempat acara itu berlangsung dengan membawa pengawal pribadinya, beserta pasukan kesatria yang siap menjaga dalam kondisi tertentu.
Pengawal raja itu mengantarkannya di atas panggung khusus yang sudah tersedia kursi raja yang sangat mewah.
Para rakyat bersorak riak beserta doa untuk sang raja yang hendak duduk ke kursi miliknya.
"Baiklah, acara akan segera di mulai. Apa di antara kalian ingin mencoba menarik pedang sucinya? kalian hanya perlu membayar uang sebesar 1 gold, dan gold itu akan di sumbangkan di gereja suci Amales!"
Salah satu orang naik ke atas panggung dengan otot besar di tubuhnya, ia menarik sekuat tenaga sampai otot di pergelangan tangannya keluar bagaikan mie yang mengembang.
Sayangnya, usaha dirinya tidak membuahkan hasil, ia mulai kehabisan tenaga setelah menarik sebanyak 3 kali berturut-turut, orang itu pingsan dan di bawa keluar oleh pihak acara tersebut.
"Hah, sungguh bodoh yang hanya mengandalkan otot saja, biar ku tunjukan bagaimana caranya mengambil pedang suci tersebut!" pendekar yang membawa pedang besar itu naik ke atas sambil memberikan 1 gold miliknya.
"Hei, bukankah itu aura pedang yang melegenda dari orang tersebut!" salah satu penonton yang tahu betul dengan aura pedang.
Penonton itu menjelaskan bahwa barang siapa yang bisa menguasai aura pedang dengan penguasaan teknik pedang, maka dirinya setara dengan beberapa Sage, atau lebih tepatnya setara dengan penyihir tingkat atas.
Tetsuya beserta temannya yang baru mengetahui informasi tersebut dari salah satu penonton yang menjelaskannya.
Beberapa temannya yang menggunakan senjata pedang seperti Tetsuya dan Ken tertarik dengan kemampuan tersebut.
Tetsuya dan Ken memperhatikannya dengan seksama tanpa melewati 1 detik pun gerakan yang di lakukan olehnya.
__ADS_1
Aura di dalam tubuh orang itu keluar mengalir ke arah pedang suci yang sedang tarik olehnya, tapi tetap saja pedang suci itu tidak mau terlepas dari tempatnya.
Pada akhirnya dirinya terlihat kelelahan setelah berusaha mengambil pedang suci tersebut dari tempatnya.
Setelah 2 orang yang memiliki kekuatan itu gagal tersungkur dari acara tersebut, para penonton mulai bersemangat dan mencobanya secara bergantian selama acara selesai.
Karena terlalu ramai bagian Tetsuya dan Ken tidak memiliki kesempatan untuk mencoba hal tersebut.
Ketika para penonton yang hendak meninggalkan acara tersebut, tiba-tiba seorang pemuda datang dan mencoba untuk mencabut pedang suci dari tempatnya.
Tetsuya dan Ken yang hendak di sesi terakhir untuk mencoba mengambil pedang suci tersebut, tapi Shin terlebih dulu mencoba tanpa memberitahukan kepada mereka.
Di saat hendak menarik pedang, seketika Ken datang dengan cepat menahan Shin yang sedang mencoba menarik pedang tersebut dan Tetsuya langsung mengambil alih gilirannya.
Karena sudah terlanjur, Shin membiarkan mereka berdua untuk mencobanya, tapi pada akhirnya usaha mereka berdua tetap sia-sia.
"Yahh, biar aku coba sekarang!" Shin mendekat ke pedang suci.
Pandangan mereka berdua tiba-tiba kosong setelah melihat Shin yang berhasil menarik pedang suci tanpa memberikan kekuatan sedikitpun.
Suasana hening tiba-tiba ramai dengan cepat setelah Shin berhasil mengambil pedang suci tersebut, sampai membuat pihak penyelenggara dan sang raja tertarik dengan dirinya.
"Sesuai janji yang aku berikan kepada kalian yang berhasil menarik pedang suci tersebut. nak datanglah ke istana ku sore nanti," sang raja meninggalkan tempat tersebut dan kemabli ke istana miliknya.
"Akhirnya kita memiliki sang pahlawan di era ini. Hidup kita akan aman di saat raja iblis menyerang nanti!" penonton itu terkejut.
"Benar, mari berikan doa kita kepada sang pahlawan untuk tetap sehat dan kuat di masa depan nanti,"
Seluruh penonton berdoa di tempat tersebut dengan penuh setulus hati. Lina yang melihat Shin yang berhasil menjadi pahlawan, membuat dirinya semakin menyukainya.
"Hehe.... sepertinya aku terlalu berlebihan!" shin yang bingung ingin melakukan apa selanjutnya.
__ADS_1
Tak berselang waktu lama, beberapa orang yang berniat mencuri pedang suci yang di pegang oleh Shin.
Sekawanan bandit berjumlah 4 yang menyamar menjadi penonton, tiba-tiba mereka mengepung Shin dari 4 arah yang berbeda.
Shin yang tampak tidak mengalami kesusahan apalagi tekanan dari para bandit tersebut, ia sesekali mengayunkan pedang suci dengan pelan sampai menghasilkan dorongan angin dari ayunan tersebut.
ke empat bandit itu terlempar jauh dari posisi mereka menyerang. Tetsuya dan Ken secara langsung terkejut dengan kehebatan pedang suci yang di pegang oleh Shin.
Setelah Shin memegang pedang tersebut selama 10 menit, tiba-tiba tangan dirinya terbakar dengan cepat dari gagang yang di pegang ya.
Secara alami pedang itu menolak energi di dalam tubuh Shin sehingga pedang suci tersebut menyerang pemiliknya.
Shin yang tidak ingin terus merasakan kesakitan, ia memberikan pedang suci itu kepada Tetsuya dan Ken.
Di saat pedang suci itu di pegang oleh mereka berdua, pedang suci itu tiba-tiba tidak memiliki kemampuan yang di miliki sebelumnya, seperti mengunci kemampuan pedang suci itu sendiri.
Pedang suci saat ini hanya memiliki satu keunggulan yakni ringan, kuat dan tajam di bagian bilah pedang.
"Apa sebaiknya kita kembali ke penginapan sekarang?" Tetsuya bingung memutuskan langkah selanjutnya.
"Sebaiknya kita kembali saja, sekarang banyak bandit yang sedang menunggu waktu mereka bergerak untuk mencuri pedang suci tersebut," Shin memilih untuk kembali ke penginapan.
"Kalau keputusan Shin memang beda, maka segera kita kembali sekarang juga!" Tetsuya sedikit panik dan bergegas kembali ke penginapan bersama temannya.
Syarat yang Lina butuhkan untuk menggunakan rencana miliknya sudah terpenuhi, dia sesegera langsung menggunakan rencana tersebut di esok hari di mana Shin akan di berikan hadiah oleh ayahnya sendiri, yaitu sang raja dari kerajaan delona.
30 menit berlalu, Tetsuya beserta temannya berhasil kembali ke kamarnya masing-masing, Tetsuya yang sedang menatap pedang tersebut dengan seksama, dan sesekali mencoba mengayunkan pedang itu, tapi tetap saja efek tersebut tidak muncul.
Anehnya tangan Tetsuya saat memegang pedang suci tersebut tidak mengalami luka bakar sedikitpun.
Shin yang sudah kesal dengan sikap Tetsuya yang terlalu serius menatap pedang suci sampai tengah malam.
__ADS_1
Ia menyuruh Shin untuk beristirahat untuk acara pemberian hadiah di esok hari. Tetsuya yang tampak menyerah akhirnya tidur terlelap dengan cepat.
Bersambung....