
Kedua orang itu keluar dari rumah dengan membawa beberapa buah-buahan segar yang baru di petik sebelum nya.
"Silahkan duduk, manusia," ucap naga itu tanpa melalui telepati nya.
"Baiklah," balas Kanzaki Rito kepada naga.
"Tunggu sebentar, aku akan membuatkan minuman untuk mu sekarang," wanita itu pergi ke belakang untuk membuat sebuah minuman sederhana.
"Apa kau tahu? buatan istriku itu sangat enak, aku saja bisa menghabiskan 2 gelas secara bersamaan, tapi itu di larang oleh nya," pria itu berbicara tentang kelebihan istri nya di hadapan Kanzaki Rito.
"Benar kah, hmm.... akan ku minta dia untuk membuatkan nya nanti!" balas kanzaki Rito yang tidak sabar ingin mencoba saran dari pria itu.
Wanita itu datang sambil membawakan 3 gelas minuman di kedua tangan nya.
"Ini minuman nya," ucap wanita itu sambil membagikan gelas minuman nya di atas meja.
"Kenapa ada tiga gelas di sini, bukan kah hanya ada kita berdua di sini," Kanzaki Rito heran dengan jumlah gelas yang di sajikan.
"Itu punya ku," tegas naga itu kepada Kanzaki Rito.
"Hah, dengan gelas kecil ini apa cukup untuk perut mu?" ucap kanzaki Rito yang terkejut melihat naga itu datang menghampirinya.
"Itu mudah, aku bisa mengubah bentuk ku menjadi kecil. Lihat lah," naga itu mulai memancarkan cahaya di seluruh tubuhnya.
Tangan, kaki, badan, dan kepala nya mulai mengecilkan tubuh nya. Naga yang tadi nya besar menjadi bentuk seukuran boneka beruang di bumi.
"Hahaha.... ternyata naga yang menyeramkan, menjadi naga yang imut di mata ku rupa nya. Kalau Lina sampai melihatnya, mungkin akan di peluk sampai dia merasa puas!" gumam kanzaki Rito tentang istrinya.
"Sudah lah, jangan mentertawakan diri ku ini, itu sangat memalukan," ucap suara rendah naga itu di hadapan kanzaki Rito.
Suara tiba-tiba hening seketika tanpa ada topik pembicaraan.
"Ada seorang anak yang meminta bantuan untuk mencari orang tua nya, yang sedang di serang oleh monster besar di dekat rumah nya," ucap Kanzaki Rito yang sedang menjelaskan nya secara singkat kepada kedua orang tersebut.
__ADS_1
"Apa anak ku selamat? sekarang dimana dia berada saat ini?" pria itu terus bertanya-tanya tentang kondisi anak nya.
"Dia selamat, sekarang dirinya sedang bersembunyi di tepat yang aman, jadi sebaik nya kita segera kembali," ucap Kanzaki Rito kepada kedua orang itu.
"Ayo cepat, kita tidak boleh membuang-buang waktu lagi. Terima kasih sudah menolong kami berdua saat sedang berusaha menahan monster tersebut agar tidak menyerang anak kita," ucap pria itu sambil memberikan rasa terima kasih sekaligus memberikan hormat kepadanya.
"Terima kasih atas tempat tinggal sementara ini," ucap wanita itu kepada naga sambil memberikan rasa hormat kepadanya.
"Itu sudah menjadi tugas ku, sekarang kau boleh pulang sekarang," balas naga itu sambil memalingkan wajah nya.
"Urusan ini sudah selesai. Sekarang urusan ku dengan mu naga hijau, aku ada sebuah permintaan untuk mu," ucap santai Kanzaki Rito kepada naga hijau.
"Apa itu? aku akan mengabulkan apapun yang kau ingin kan, asal permintaan itu yang tidak bisa ku penuhi," balas naga hijau kepada Kanzaki Rito dengan penuh percaya diri.
"Ikut lah dengan ku ke kerajaan delona, aku ada tugas untuk mu," Kanzaki Rito menyeringai di hadapan naga hijau yang penuh percaya diri.
"Hahaha.... hehe.... apa kau bercanda manusia, kau adalah orang pertama yang berani membuat permintaan seperti itu, tapi sayang nya, permintaan tersebut aku tolak," tegas naga hijau yang memiliki alasan tersendiri.
"Kenapa, apa aku kurang kuat untuk membuat mu merasa puas?" tanya Kanzaki Rito kepada naga hijau.
"Hah, ku kira apa, itu sangat mudah. Sekarang aku akan membuat 10 Golem kuat dari material batu itu," tegas Kanzaki Rito kepada naga hijau.
"Hehe... apa kau seorang summoner?" tanya naga hijau.
"Entahlah, perhatikan saja," jawab Kanzaki Rito.
Kanzaki Rito melempar masing-masing satu batu tersebut di atas tanah, kemudian ia menggunakan kemampuan God Creafting miliknya untuk membuat Golem secara instan.
Untuk menutupi kemampuan asli miliknya, Kanzaki Rito batu itu sebagai kamuflase, seolah-olah batu sebagai bahan katalis untuk membuat sebuah Golem.
"Hebat sekali, mungkinkah kau adalah seorang summoner tingkat atas di benua ini!" naga terkagum dengan tindakan Kanzaki Rito.
Satu demi satu Golem itu muncul di hadapan mereka dalam hitungan detik. Mereka yang terkejut dan kagum dengan kemampuan yang di miliki Kanzaki Rito.
__ADS_1
"Bagaimana, apa sekarang kau bisa ikut dengan ku sekarang?" tanya Kanzaki Rito kepada naga hijau itu.
"Ok, sesuai permintaan mu, akan aku ikuti, tapi...." ucap naga hijau yang masih merasa ragu tentang dirinya.
"Ah, benar juga, aku lupa memberimu sebuah nama!" Kanzaki Rito baru saya mengingat akan hal tersebut.
"Nama! oh, akhir nya aku bisa mendapatkan nama setelah ribuan tahun telah berlalu!" naga hijau bersemangat menunggu dirinya di berikan nama oleh Kanzaki Rito.
"Nama mu sekarang adalah, Zena Elgris," tegas Kanzaki Rito kepada dirinya.
"Hahaha.... akhirnya sekarang aku mempunyai nama," ucap Zena Elgris yang sedang bergembira.
Sebuah cahaya di dalam dirinya tiba-tiba memenuhi tubuh nya, seperti Halena Elgris sebelum nya.
Kanzaki Rito yang merasa kejadian ini terulang kembali seperti sebelum nya, ia sudah menebak apa yang akan terjadi nanti.
Seekor naga berubah menjadi seorang manusia.
Tubuh nya mirip seperti Halena Elgris, berjenis wanita dengan rambut berwarna hijau.
"Whoo.... luar biasa, apa aku mendapatkan bentuk manusia, tidak terlalu berat dalam bentuk ini, di bandingkan dalam wujud naga yang sangat berat bagiku," Zena Elgris senang akan dirinya yang baru.
Kedua orang itu hanya terdiam membisu tanpa mengatakan apapun, mereka berdua hanya mengikuti Kanzaki Rito dan Zena Elgris yang sedang mencari jalan keluar dari dalam goa.
Di depan gerbang pintu masuk kekaisaran....
Anak remaja yang sedang duduk di samping dinding benteng, dirinya yang sedang menunggu kepulangan kedua orang tua nya.
Zena Elgris, Kanzaki Rito, dan kedua orang tua anak remaja itu mulai terlihat di depan matanya.
Kedua orang tua anak remaja itu berlari secepat dia bisa, keluarga itu berpeluk erat satu sama lain dengan air mata yang menetes di wajah mereka.
Anak remaja itu menangis.
__ADS_1
"Aku pulang, maaf membuat mu khawatir!" ucap kedua orang tua itu yang sedang meneteskan air mata nya.
Bersambung....